Roboguru

Sebutkan corak dari kehidupan masyarakat aksara Indonesia pada zaman batu tua?

Pertanyaan

Sebutkan corak dari kehidupan masyarakat aksara Indonesia pada zaman batu tua?

  1. ...

  2. ...

Pembahasan Soal:

Kebudayaan Batu Tua (Paleolitikum). Kebudayaan Batu Tua alat peninggalannya dari batu yang masih kasar atau belum dihaluskan. Berikut ini corak kehidupan masyarakat pada masa Paleolitikum yaitu:

  1. Pada zaman ini, manusia hidup secara nomaden dalam kumpulan kecil untuk mencari makanan dengan berburu ataupun mengumpulkan makanan dari hutan.
  2. Manusia purba pada masa ini menggunakan batu, kayu, dan tulang hewan untuk membuat peralatan berburu.
  3. Hasil kebudayaan Paleolitikum memiliki ciri-ciri, antara lain:peralatannya terbuat dari batu yang dikerjakan secara kasar dan  peralatannya yang dihasilkan tidak diasah atau dihaluskan.
  4. Zaman Paleolitikum berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu, yaitu pada zaman Plestosen. Daerah penemuan hasil kebudayaan Paleolitikum adalah Ngandong dan Pacitan.

Dengan demikian, corak kehidupan pada zaman Paleolitikum adalah hidup berpindah-pindah, kebutuhan hidup dipenuhi dengan cara berburu, menangkap ikan, dan mengunpulkan bahan makanan yang diperoleh langsung dari alam.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Lengkapi tabel di bawah ini!

Pembahasan Soal:

Zaman Palaeolitikum adalah periodesasi masa prasejarah berdasarkan hasil kebudayaannya, masa palaeolitikum sendiri adalah masa prasejarah periodisasi batu tua. Zaman ini berlangsung pada 600.000 tahun yang lalu, Pada masa ini masyarakatnya sangat tergantung dengan alam bebas, sehingga hidup secara nomaden. Hidup dalam kelompok-kelompok kecil dan sudah melakukan pembagian kerja yang sederhana. Perkembangan kebudayaan ini ditemukan diwilayah Pacitan dan Ngandong. Ciri khas masa ini ialah, masyarakatnya masih menggunkan alat-alat yang terbuat dari batu yang belum dihaluskan (kasar), contoh alat-alat yang merupakan hasil kebudayaannya ialah :

  1. Kapak genggam
  2. Alat serpih
  3. Dan peralatan dari tulang

Dengan demikian, zaman Paleolithikum merupakan zaman batu tua dimana hasil kebudayaannya banyak didominasi oleh peralatan batu dan tulang-tulang hewan yang masih sangat sederhana.

 

Roboguru

Apa fungsi dan kategori zaman kapak gurdi ?

Pembahasan Soal:

Zaman Paleolitikum atau Zaman Batu Tua adalah periode prasejarah yang diperkirakan berlangsung pada 600.000 tahun lalu. Pada periode ini, alat-alat yang digunakan manusia purba terbuat dari batu kasar yang belum dihaluskan, seperti kapak genggam atau chopper yang berfungsi untuk memotong kayu atau membunuh binatang buruan.

Kehidupan masyarakat pada Zaman Paleolitikum masih sangat sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, manusia purba sepenuhnya bergantung pada keadaan alam. Mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berburu dan mengumpulkan bahan makanan dari alam untuk dikonsumsi saat itu, atau disebut food gathering. Oleh karena itu, tempat tinggal mereka berpindah-pindah atau nomaden dikarenakan kehidupan manusia purba pada zaman ini tergantung pada daerah yang masih subur dan banyak menyediakan bahan makanan seperti binatang buruan. Setelah bahan makanan di tempat tersebut habis, mereka akan berpindah mencari tempat lain yang masih subur, begitu seterusnya.

Ciri-ciri Zaman Paleolitikum adalah sebagai berikut.

  • Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu yang masih kasar.
  • Pola hidup manusianya masih mengembara atau nomaden.
  • Manusianya hidup dengan cara berburu dan meramu.
  • Manusianya hidup dalam kelompok kecil.
  • Ditemukannya Kebudayaan Ngandong dan Kebudayaan Pacitan.

Hasil kebudayaan Zaman Paleolitikum secara umum dibagi menjadi Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

  1. Kebudayaan Pacitan pertama kali ditemukan oleh G.H.R. von Koenigswald pada 1935 di dekat Punung, Kabupaten Pacitan. Alat-alat peninggalan dari zaman ini terbuat dari batu yang masih sangat kasar. Berikut ini beberapa hasil Kebudayaan Pacitan yang ditemukan von Koenigswald, yaitu kapak perimbas (chopper), kapak perimbas sejenis kapak batu yang digenggam dan tidak bertangkai. Hasil kebudayaan lainnya adalah alat serpih yang terbuat dari tulang atau tanduk rusa. Alat ini digunakan untuk penusuk, alat melubangi (gurdi), dan sebagai pisau. Biasanya untuk mengorek ubi atau keladi dari dalam tanah dan juga menangkap ikan.
  2. Kebudayaan Ngandong , adalah hasil kebudayaan manusia praaksara yang berkembang di daerah Ngandong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di daerah ini banyak ditemukan peralatan manusia purba yang terbuat dari batu, tulang hewan dan tanduk rusa. Berikut ini beberapa contoh peninggalan Kebudayaan Ngandong, yaitu kapak genggam, alat-alat dari tulang hewan yang dibentuk menjadi semacam belati, ujung tombak dengan gigi-giri pada sisinya, dan alat-alat serpih (flakes).

Zaman Paleolitikum diperkirakan didukung oleh jenis manusia purba yang ditemukan di Pulau Jawa pada akhir abad ke-19 dan sepanjang abad ke-20. Berikut beberapa manusia pendukung yang hidup pada Zaman Paleolitikum yaitu Meganthropus paleojavanicus, Pithecanthropus Robustus, Pithecanthropus mojokertensis, Pithecanthropus erectus, Homo soloensis, dan Homo wajakensis.

Dengan demikian, Zaman Paleolitikum menghasilkan kebudayaan Pacitan yang salah satunya adalah alat serpih yang terbuat dari tulang atau tanduk rusa. Salah satu fungsi alat serpih tesebut adalah sebagai alat melubangi (gurdi).

Roboguru

Sebut dan jelaskan pembagian zaman batu pada masa praaksara!

Pembahasan Soal:

Praaksara atau lazim disebut sebagai zaman nirleka merupakan masa di mana catatan sejarah tertulis belum ada. Salah satu klasifikasi zaman praaksara adalah berdasarkan arkelogi atau tinggalan hasil kebudayaannya, dibagi dalam dua zaman yakni zaman batu (lithikum) dan zaman logam (perundagian). Zaman batu dibagi menjadi empat zaman sebagai berikut.

  1. Paleolithikum (zaman batu tua) diperkirakan ada sejak 600000 tahun lalu di mana manusia praaksara menggunakan peralatan terbuat dari batu yang masih kasar dan sangat sederhana.
  2. Mesolithikum (zaman batu madya/ menengah) diperkirakan terjadi pada 10000 tahun lalu di mana telah terjadi perkembangan pada peralatan yang digunakan yakni menggunakan batu yang telah diasah meski belum halus.
  3. Neolithikum (zaman batu muda/ baru) masa peralihan zaman paleolithikum yang terjadi pada 12000 atau 10000 tahun lalu, penggunaan peralatan dari batu lebih halus daripada sebelumnya. Pada masa ini manusia telah hidup dalam kelompok besar dan telah mengenal sistem kepercayaan.
  4. Megalithikum (zaman batu besar) diperkirakan terjadi pada 2500-1500 SM ditandai dengan penggunaan peralatan dari batu besar. Pada masa ini manusia telah mengembangkan sistem kepercayaan dan membuat berbagai benda sebagai media pemujaan pada roh nenek moyang atau makhluk gaib.

Dengan demikian, pembagian zaman batu pada masa praaksara terbagi ke dalam empat zaman mulai dari zaman paleolithikum hingga zaman megalithikum.

Roboguru

Jelaskan ciri-ciri kehidupan manusia serta kebudayaan yang menjadi ciri khas dari zaman paleolithikum ...

Pembahasan Soal:

Paleolitikum adalah masa zaman tertua yang terjadi sekitar 600.000 tahun lalu. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman Paleolitikum, yakni:

  1. hidup berpindah-pindah (Nomaden),
  2. corak kehidupannya berburu dan meramu (Food Gathering), dan
  3. menangkap ikan.

Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolitikum tersebut dapat dikelompokan menjadi kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

  1. Kebudayaan Pacitan. Pada tahun 1935, von Koenigswald menemukan alat batu dan kapak genggam di daerah Pacitan. Kapak genggam itu berbentuk kapak tetapi tidak bertangkai. Kapak ini masih dikerjakan dengan sangat kasar dan belum dihaluskan. Para ahli menyebutkan bahwa kapak itu adalah kapak penetak. Selain di Pacitan, alat-alat banyak ditemukan di Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatera Utara)
  2. Kebudayaan Ngandong. Pada kebudayaan ini para ahli berhasil menemukan alat-alat dari tulang, flakes, alat penusuk dari tanduk rusa dan ujung tombak bergigi di daerah Ngandong dan Sidoarjo. Selain itu, di dekat Sangiran ditemukan alat sangat kecil dari batuan yang amat indah. Alat ini dinamakan Serbih Pilah dan banyak ditemukan di Cabbenge (Sulawesi Selatan) yang terbuat dari batu-batu indah seperti kalsedon. Kebudayaan Ngandong juga didukung oleh penemuan lukisan pada dinding goa seperti lukisan tapak tangan berwarna merah dan babi hutan ditemukan di Goa Leang Pattae (Sulawesi Selatan)

Dengan demikian ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman Paleolitikum, yakni hidupnya nomaden, corak kehidupannya food gathering, dan juga menangkap ikan. Berdasarkan hasil penemuannya, kebudayaan pada zaman ini dibagi menjadi dua, yaitu kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

Roboguru

Kehidupan manusia nomaden atau nomaden adalah fitur utama...

Pembahasan Soal:

Kehidupan manusia nomaden atau berpindah-pindah adalah fitur utama masa paleolithikum, hal ini karena manusia masa paleolithikum bertahan hidup dengan cara berburu dann meramu. Mereka harus terus berpindah tempat untuk mencari hewan buruan dan sumber makanan lainya.

Jadi,jawabannya adalah A.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved