Roboguru

Sebelum masuknya Hindu dan Buddha, kepercayaan masyarakat Indonesia adalah ...

Pertanyaan

Sebelum masuknya Hindu dan Buddha, kepercayaan masyarakat Indonesia adalah ...

  1. animisme dan dinamisme space

  2. monoteisme space

  3. ateisme space

  4. politeisme space

  5. fandalisme space

Pembahasan Soal:

Masyarakat praaksara di Indonesia mulai mengenal sistem kepercayaan pada zaman megalitikum. Pada zaman ini, masyarakat praaksara menganut sistem kepercayaan animisme dan dinamisme. Animisme adalah suatu kepercayaan kepada roh-roh nenek moyang. Sedangkan dinamisme adalah suatu kepercayaan yang memuja roh nenek moyang yang telah meninggal dan menetap di tempah-tempat tertentu, misalnya seperti di pohon.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.space 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Jasmine

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Terakhir diupdate 02 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Apa yang dimaksud dengan animisme dan dinamisme?

Pembahasan Soal:

Hasil budaya masa pra aksara tidak hanya berkisar mengenai sesuatu yang berbentuk benda (fisik) namun dapat berupa sesuatu yang abstrak (non-fisik) yakni salah satunya kepercayaan, dan pada masa pra aksara munculnya kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Animisme berasal dari bahasa Latin anima atau "roh" adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh merupakan asas kepercayaan agama yang mula-mula muncul di kalangan manusia purba. Kepercayaan animisme mempercayai bahwa setiap benda di Bumi ini seperti kawasan tertentu, gua, pohon atau batu besar, mempunyai jiwa yang mesti dihormati agar roh tersebut tidak mengganggu manusia. Sedangkan Dinamisme merupakan kepercayaan tentang adanya kekuatan ghaib yang terdapat pada berbagai barang baik yang hidup (manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan) atau yang mati. 


Dengan demikian Animisme adalah suatu kepercayaan pada roh-roh nenek moyang dan dinamisme adalah suatu kepercayaan pada benda-benda ghaib.undefined 

Roboguru

Dalam peradaban awal Indonesia mengenal 3 kepercayaan, yaitu animisme dan dinamisme. Bedakanlah ketiga kepercayaan tersebut dengan disertai contoh masing-masing !

Pembahasan Soal:

Pada masa prasejarah, kepercayaan di Indonesia masih berupa kepercayaan asal, dan belum dipengaruhi oleh sistem keagamaan Hindu Buddha dari India. Animisme adalah kepercayaan akan adanya roh atau makhluk halus, yang mempengaruhi kehidupan manusia. Roh ini dipercaya memiliki kekuatan yang dapat membantu atau mencelakakan manusia. Orang jaman prasejarah melakukan ritual untuk mendapatkan bantuan dari roh ini. Dinamisme adalah kepercayaan bahwa roh atau makhluk halus ini menghuni atau menempati benda-benda kekuatan tertentu. Benda ini misalnya adalah pohon keramat tempat roh leluhur. Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap sebagai hewan yang memiliki kekuatan tertentu. Misalnya adalah hewan elang, serigala dan harimau. Hewan ini dihormati serta dianggap tabu untuk diburu dan dimakan. Setelah masuknya pengaruh agama Hindu dan Buddha, kepercayaan asli ini mengalami sikretisme dengan kepercayaan dari India, dan mempengaruhi agaman Hindu dan Buddha di Indonesia.

Dengan demikian, animisme adalah kepercayaan akan adanya roh atau makhluk halus. Dinamisme adalah kepercayaan dan pemujaan akan bahwa benda-benda yang ditempati oleh roh atau makhluk halus. Totemisme adalah kepercayaan adanya daya atau kekuatan yang dikandung sebuah benda atau makhluk hidup selain manusia (seperti hewan).

Roboguru

Apa agama orang Jawa sebelum ada agama Hindu Buddha

Pembahasan Soal:

Sebelum masuknya agama Hindu-Buddha, masyarakat praaksara di Jawa mengenal sistem kepercayaan animisme dan dinamisme. Animisme adalah sistem kepercayaan yang memuja roh nenek moyang. Sedangkan dinamisme adalah sistem kepercayaan yang memuja perwujudan roh nenek moyang di berbagai benda mati, salah satunya adalah pohon-pohon besar. Selain itu, dikenal pula agama Kapitayan yang merupakan agama Jawa Kuno dengan memuja Sanghyang Taya. Sanghyang Taya bermakna hampa atau kosong. Taya berarti yang absolut, yang tidak bisa dipikir dan dibayang-bayangkan, serta tidak bisa didekati dengan panca indra. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Kuno sudah mengenal sistem ketuhanan.

Jadi, agama orang Jawa sebelum ada agama Hindu-Buddha adalah agama Kapitayan di samping sistem kepercayaan animisme dan dinamisme. space

Roboguru

Perbedaan kepercayaan animisme dan dinamisme masyarakat pra-aksara....

Pembahasan Soal:

Masyarakat praaksara telah memiliki kepercayaan terhadap roh halus maupun makhluk gaib. Ketika terjadi petir, hujan,banjir, gempa bumi, dan gunung meleteus mereka meyakini bahwa hal itu terjadi karena perbuatan roh halus. Selain itu ketika menemukan pohon beringn yang besar dan rambut, gua yang gelap, pantai dan tempat-tempat lain yang dianggap keramat merka percaya bahwa tempat-tempat tersebut dijaga oleh roh halus maupun malkhluk gaib. Mereka kemudian memuja roh halus maupun kekuatan gaib untuk menghindari malapetaka. Pemujaan itu kemudian dikenal dengan Animisme.

Animisme adalah kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal. Manusia praaksara meyakini adanya kehidupan setelah kematian, sehingga mereka menyiapkan bekal kematian sebaik mungkin. Ketika ada orang meninggal, maka akan diberikan bekal kubur supaya mereka mendapat keselamatan. Bekal kubur yang diberikan adalah peralatan hidup sehari-hari seperti perhiasan dan periuk. Oleh karena itu upacara penguburan dimaksudkan untuk menghormati leluhur yang telah mendahului dan hidup di alam lain. Selain upacara penguburan, manusia praaksara juga memiliki keyakinan bahwa roh yang meninggal akan selamat dan bahagia apabila ditempatkan pada susunan batu-batu besar seperti peti batu dan sarkofagus, sehingga memunculkan kebudayaan megalitikum. Mereka kemudian mendirikan bangunan-bangunan besar seperti menhir, dolmen, dan sarkofagus. 

Selain Animisme, masyarakat praaksara juga mengenal kepercayaan dinamisme yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib sehingga dikeramatkan. Benda-benda yang  dikeramatkan adalah kapak, mata tombak, dan benda-benda lainnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa animisme adalah kepercayaan terhadap roh nenek moyang atau roh halus, sedangkan dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Roboguru

Secara etimologi, dinamisme berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu dunamos yang artinya adalah….

Pembahasan Soal:

Secara etimologi, dinamisme berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu dunamos yang artinya kekuatan atau daya. Dengan demikian kepercayaan Dinamisme merupakan sistem  kepercayaan yang meyakini bahwa semua benda-benda memiliki kekuatan gaib. Kekuatan gaib itu terdapat di benda-benda yang sering kita jumpai diantaranya ada keris, patung, batu yang dijadikan jimat, dan lain-lain. Benda-benda dengan kekuatan magis tersebut kemudian memiliki kedudukan yang tinggi. Banyak sekali manusia yang menyimpan dan menjaga benda-benda tersebut karena dipercaya membawa keberuntungan dan kebahagiaan
 

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved