Logam kalsium (Ca) yang dilarutkan dalam air akan membentuk larutan basa kalsium hidroksida menurut persamaan reaksi berikut:
Ca(s)+2H2O(l)→Ca(OH)2(aq)+H2(g)
Sebelum larutan ini direaksikan dengan larutan
, maka perlu diketahui terlebih dahulu jumlah mol dari senyawa
dengan perbandingan koefisien dan mol dengan logam Ca.
Pada persamaan reaksi di atas, diketahui bahwa koefisien logam Ca sama dengan koefisien senyawa
, maka jumlah mol senyawa
juga sama dengan jumlah mol logam Ca, yaitu 10 mmol. Selanjutnya larutan
direaksikan dengan 200 mL larutan
0,03 M menurut persamaan reaksi berikut.
Berdasarkan persamaan reaksi di atas, ternyata larutan
masih tersisa 7 mmol, sehingga pH campuran yang terbentuk masih merupakan pH basa kuat
. Sebelum menghitung pH maka perlu dihitung terlebih dahulu konsentrasi
yang baru dengan cara berikut.
MMM===volume totalmol Ca(OH)2250 mL7 mmol0,028 M
Volume total = 50 mL Ca(OH)2 + 200 mL CH3COOH
Selanjutnya pH larutan dapat ditentukan dari konsentrasi larutan
yang baru tersebut. Basa
memiliki 2 buah ion
dalam senyawanya, maka valensi basanya adalah 2. pH larutan adalah sebagai berikut.
[OH−][OH−][OH−]pOHpOHpOHpH+pOHpHpHpH==========M×valensi0,028×20,056 M−log [OH−]−log 6 ×10−22−log 61414−pOH14−(2−log 6)12+log 6
Jadi, pH campuran tersebut adalah 12 + log 3.