Setarakan reaksi terlebih dahulu!
Reaksi di atas merupakan reaksi redoks (terjadi perubahan bilangan oksidasi), maka kita perlu menyetarakannya menggunakan metode biloks.
1. Tentukan biloks masing-masing unsur.
2. Tentukan unsur yang mengalami perubahan biloks.
3. Samakan jumlah unsur yang mengalami perubahan biloks.

Dari gambar di atas, biloks molekul unsur
mengalami kenaikan dari +6 menjadi +10, sehingga mengalami reaksi oksidasi. Lalu, biloks molekul unsur
mengalami kenaikan unsur dari
6 menjadi 0, sehingga mengalami reaksi oksidasi. Karena kita harus menyamakan jumlah atom yang mengalami perubahan biloks, maka jumlah atom S di ruas kanan kita kalikan 3 (ditulis sebagai koefisien). Berikutnya, biloks unsur N mengalami penurunan dari +5 menjadi +4, sehingga mengalami reaksi reduksi.
Total oksidasi dari reaksi tersebut adalah 10e (4e dari
dan 6e dari
), sedangkan total reduksi dari reaksi tersebut adalah 1e. Agar total perubahan biloksnya sama, maka kita cari kelipatan terkecil yang sama antara 1 dan 10, yaitu 10. Angka faktor pengali 1 akan menjadi pengali koefisien dari zat yang mengandung molekul unsur
dan
, sedangkan angka faktor pengali 10 akan menjadi pengali koefisien dari zat yang mengandung unsur N.
Persamaan reaksinya, yaitu sebagai berikut.
(setara)
Terakhir, samakan jumlah atom H dengan menuliskan koefisien 5 pada molekul
.
Setelah reaksi setara, hitung mol masing-masing reaktan.
Zat yang menjadi pereaksi pembatas adalah
, karena memiliki mol per koefisien yang paling kecil.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.