Roboguru

Salin dan lengkapi tabel berikut!

Pertanyaan

Salin dan lengkapi tabel berikut!

space 

Pembahasan Soal:

Pada tabel soal di atas, rumus senyawa yang terbentuk maupun nama senyawa ion dapat dianalisis bahwa terdapat senyawa yang tergolong senyawa poliatomik dan senyawa biner. 

Senyawa Biner

Senyawa biner merupakan senyawa yang terdiri atas dua macam unsur yang berbeda. Senyawa biner digolongkan menjadi dua, yaitu senyawa biner dari unsur logam dan nonlogam (ionik) serta senyawa biner dari unsur nonlogam dan nonlogam (kovalen).

Penamaan senyawa biner dari unsur logam dan nonlogam(ionik) mengikuti aturan berikut.

  1. Unsur yang berada di depan (unsur logam) sebagai kation diberi nama sesuai dengan nama unsur tersebut.
  2. Unsur yang berada di belakang (unsur nonlogam) sebagai anion diberi nama sesuai dengan nama unsur tersebut dengan mengganti akhiran unsur menjadi akhiran -ida. 
  3. Penyebutan senyawa dari unsur logam yang mempunyai lebih dari satu bilangan oksidasi disertai muatan kationnya dalam angka Romawi, lalu diikuti nama unsur anion. Kation (ion positif) merupakan unsur logam, sedangkan anion (ion negatif) merupakan unsur nonlogam. Angka Romawi ditulis dalam tanda kurung.

Penamaan senyawa biner dari unsur nonlogam dan nonlogam (kovalen) mengikuti aturan berikut.

  1. Aturan penamaan senyawa biner dari unsur nonlogam dan nonlogam diawali dengan menyebutkan angka Yunani yang menyatakan jumlah atom nonlogam pertama, lalu diikuti dengan nama unsur pertama tersebut. Penamaan unsur nonlogam kedua mengikuti aturan yang sama, tetapi akhiran namanya diganti dengan -ida
  2. Awalan "mono" hanya dipakai pada unsur nonlogam yang kedua. 
  3. Tata nama senyawa biner antar unsur nonlogam dapat pula mengunakan angka Romawi. Nama unsur yang di depan disebutkan dahulu, diikuti penulisan bilangan oksidasi dalam angka Romawi. Angka tersebut berada di dalam kurung. Selanjutnya, nama unsur di belakang disebutkan dan akhiran nama unsurriya diganti dengan akhiran -ida. 

Senyawa Poliatom
Senyawa poliatom adalah senyawa yang berasal dari ion-ion poliatom, yaitu ion yang terdiri atas dua atau lebih atom-atom yang terikat bersama membentuk ion-dengan ikatan kovalen. Penamaan senyawa poliatom sama dengan aturan penamaan senyawa biner logam dan non-logam (ionik).

Maka, bagian yang kosong pada tabel dapat ditulis secara lengkap seperti di bawah ini:

Jadi, bagian yang kosong pada tabel dapat dituliskan sesuai dengan aturan tata nama yang berlaku.space

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

R. Harmiasri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Terakhir diupdate 07 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Tulislah rumus senyawa di bawah ini

Pembahasan Soal:

Rumus umum penulisan senyawa biner dari kation dan anion adalah

A to the power of x plus end exponent plus B to the power of y minus sign end exponent yields A subscript y B subscript x

Sedangkan rumus umum penggabungan kation dan anion pada senyawa poliatom adalah

A to the power of x plus end exponent plus B C to the power of y minus sign end exponent yields A subscript y open parentheses B C close parentheses subscript x

  1. Alumunium bromide
    ion alumunium = Al to the power of 3 plus sign 
    ion bromide = Br to the power of minus sign
    Rumus kimia = Al to the power of 3 plus sign and Br to the power of minus sign yields Al Br subscript 3
     
  2. Alumunium karbonat
    Ion alumunium = Al to the power of 3 plus sign
    ion karbonat = C O subscript 3 to the power of 2 minus sign end exponent
    Rumus kimia = Al to the power of 3 plus sign plus C O subscript 3 to the power of 2 minus sign end exponent yields Al subscript 2 open parentheses C O subscript 3 close parentheses subscript 3
     
  3. Alumunium arsenit
    Ion alumunium = Al to the power of 3 plus sign
    ion arsenit = As O subscript 3 to the power of 3 minus sign end exponent
    Rumus kimia = Al to the power of 3 plus sign plus As O subscript 3 to the power of 3 minus sign end exponent yields Al As O subscript 3
     
  4. Rubidium klorida
    ion kalsium = Rb to the power of plus sign
    ion klorida = Cl to the power of minus sign
    Rumus kimia = Rb to the power of plus sign and Cl to the power of minus sign yields Rb Cl
     
  5. Fransium sulfite
    Ion fransium = Fr to the power of plus sign
    Ion sulfite = S O subscript 3 to the power of 2 minus sign end exponent
    Rumus kimia = Fr to the power of plus sign plus S O subscript 3 to the power of 2 minus sign end exponent yields Fr subscript 2 S O subscript 3

Dengan demikian, tabel rumus kimianya adalah 

0

Roboguru

Tentukan rumus kimia dan nama senyawa poliatomik yang terbentuk dari kation dan anion berikut! kalsium dan nitrat perak dan hidroksida amonium dan hidroksida kalium dan permanganat seng dan sul...

Pembahasan Soal:

  1. Kalsium dan nitrat
    ion kalsium = Ca to the power of 2 plus sign 
    ion nitrat = N O subscript 3 to the power of minus sign
    Rumus kimia =Ca open parentheses N O subscript 3 close parentheses subscript 2
    Nama senyawa = Kalsium nitrat
     
  2. perak dan hidroksida
    Ion perak = Hg to the power of plus sign
    ion hidroksida = O H to the power of minus sign
    Rumus kimia = Hg O H
    Nama senyawa = Perak hidroksida
     
  3. amonium dan hidroksida
    Ion amonium = N H subscript 4 to the power of plus
    ion hidroksida = O H to the power of minus sign
    Rumus kimia = N H subscript 4 O H
    Nama senyawa = Amonium hidroksida
     
  4. kalium dan permanganat
    ion kalium = K to the power of plus sign
    ion permanganat = Mn O subscript 4 to the power of minus sign
    Rumus kimia = K Mn O subscript 4
    Nama senyawa = Kalium permanganat
     
  5. seng dan sulfat
    Ion seng = Zn to the power of 2 plus sign
    Ion sulfat = S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent
    Rumus kimia = Zn S O subscript 4
    Nama senyawa = Zink sulfat (Seng sulfat)

Dengan demikian, yang diatas adalah rumus kimia dan nama senyawa poliatomik yang terbentuk dari kation dan anion yang ada. 

0

Roboguru

Pembahasan Soal:

Pada soal menanyakan rumus kimia dan nama senyawa dari kation dan anion. Berlaku penamaan kation golongan utama dan transisi dengan anion poliatomik.

Nama anion poliatomik:

  • Anion begin mathsize 14px style Cr O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent end style = kromat
  • Anion begin mathsize 14px style S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent end style = sulfat
  • Anion begin mathsize 14px style Cl O subscript 4 to the power of minus sign end style = perklorat
  • Anion begin mathsize 14px style S O subscript 3 to the power of 2 minus sign end exponent end style = sulfit

sehingga:

 

Jadi, rumus kimia dan nama senyawa yang benar sesuai tabel diatas.

0

Roboguru

Tulislah rumus senyawa di bawah ini

Pembahasan Soal:

Rumus umum penulisan senyawa biner dari kation dan anion adalah

A to the power of x plus end exponent plus B to the power of y minus sign end exponent yields A subscript y B subscript x

Sedangkan rumus umum penggabungan kation dan anion pada senyawa poliatom adalah

A to the power of x plus end exponent plus B C to the power of y minus sign end exponent yields A subscript y open parentheses B C close parentheses subscript x

  1. Serium arsenat
    ion serium = Ce to the power of 3 plus signCe to the power of 4 plus sign
    ion bromide = As O subscript 4 to the power of 3 minus sign end exponent
    Rumus kimia = 
    Ce to the power of 3 plus sign plus As O subscript 4 to the power of 3 minus sign end exponent yields Ce As O subscript 4 (serium (III) arsenat) atau Ce to the power of 4 plus sign plus As O subscript 4 to the power of 3 minus sign end exponent yields Ce subscript 3 open parentheses As O subscript 4 close parentheses subscript 4 (serium (IV) arsenat)
     
  2. Natrium nitrat
    Ion natrium = Na to the power of plus sign 
    ion nitrat = N O subscript 3 to the power of minus sign
    Rumus kimia = Na to the power of plus sign plus N O subscript 3 to the power of minus sign yields Na N O subscript 3
     
  3. Berilium iodide
    Ion berilium = Be to the power of 2 plus sign 
    ion iodide = I to the power of minus sign 
    Rumus kimia = Be to the power of 2 plus sign and I to the power of minus sign yields Be I subscript 2
     
  4. Stronsium sufide
    ion stronsium = Sr to the power of 2 plus sign
    ion sulfida = S to the power of 2 minus sign
    Rumus kimia = Sr to the power of 2 plus sign and S to the power of 2 minus sign yields Sr S
     
  5. Radium flourida
    Ion radium = Ra to the power of 2 plus sign
    Ion flourida = F to the power of minus sign
    Rumus kimia = Ra to the power of 2 plus sign and F to the power of minus sign yields Ra F subscript 2

Dengan demikian, tabel rumus kimianya adalah 

0

Roboguru

Berikan nama senyawa berikut ini! 1.   2.   3.

Pembahasan Soal:

Senyawa biner merupakan senyawa yang terdiri atas dua macam unsur yang berbeda. Senyawa biner digolongkan menjadi dua: senyawa biner dari unsur logam dan nonlogam; dan senyawa biner dari unsur nonlogam dan nonlogam.

Aturan penamaan senyawa biner yang terdiri atas unsur logam dan nonlogam adalah sebagai berikut.

  1. Unsur yang berada di depan (logam) diberi nama sesuai dengan nama unsur tersebut.
  2. Unsur yang berada di belakang (nonlogam) diberi nama sesuai dengan nama unsur tersebut dengan mengganti akhiran -ida.
  3. Unsur logam yang mempunya lebih dari satu bilangan oksidasi, muatan kationnya dinyatakan dengan angka Romawi, lalu diikuti anion. Angka Romawi ditulis dalam tanda kurung.

Rumus umum penggabungan kation dan anion pada senyawa biner adalah sebagai berikut.


begin mathsize 14px style A to the power of x plus end exponent plus B to the power of y minus sign end exponent yields A subscript y B subscript x end style


Penulisan rumus kimia senyawa biner yang terbentuk antarunsur nonlogam dimulai dengan unsur yang elektropositif diikuti unsur yang lebih elektronegatif. Aturan penamaan senyawa biner ini ditandai dengan awalan angka Yunani yang menyatakan jumlah atom nonlogam dan diikuti dengan nama unsur yang didepan. Penamaan unsur nonlogam yang belakang juga memiliki aturan yang sama, tetapi akhiran nama unsurnya diganti dengan akhiran -ida. Awalan "mono" hanya dipakai pada unsur nonlogam yang kedua.

Senyawa basa ditandai dengan adanya ion hidroksida (begin mathsize 14px style O H to the power of minus sign end style). Penamaan basa dengan menyebutkan nama kation atau ion logam terlebih dahulu lalu diikuti dengan hidroksida. Jika kation berupa logam yang mempunyai lebih dari satu bilangan oksidasi, bilangan oksidasi dituliskan setelah nama kation atau logamnya.

Berdasarkan informasi tersebut, nama senyawa di atas adalah sebagai berikut.

a. kalsium klorida

b. difosfor pentaklorida

c. natrium hidroksida


Jadi, nama senyawa-senyawa tersebut adalah kalsium klorida, difosfor pentaklorida, dan natrium hidroksida.space 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved