Roboguru

Salah satu sumber sejarah yang menyatakan bahwa Raja Ternate sudah memeluk Islam dan bergelar Sultan adalah...

Pertanyaan

Salah satu sumber sejarah yang menyatakan bahwa Raja Ternate sudah memeluk Islam dan bergelar Sultan adalah...

  1. Hikayat Ternate 

  2. Catatan Tome Pires 

  3. Catatan Marcopolo 

  4. Hikayat Wajo 

  5. Kitab Negarakertagama 

Pembahasan Soal:

Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore adalah dua dari empat kesultanan Islam di Maluku. Dua kesultanan Islam lainnya adalah Kesultanan Bacan dan Kesultanan Jailolo. Tidak ada informasi yang pasti tentang kapan Islam pertama kali masuk ke Maluku. Satu hal yang pasti, Kesultanan Ternate resmi memeluk Islam pada pertengahan abad XV ketika Kolano (Raja) Marhu (1465-1486), penguasa Ternate XVIII, memeluk Islam yang kemudian diikuti oleh seluruh kerabat dan pejabat istana. Meski baru memeluk ISlam pada pertengahan abad XV, keberadaan banyak pedagang Arab di Ternate sejak awal berdirinya kesultanan ini menunjukkan kerajaan ini telah sedikit banyak mengenal agama Islam. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan dalam catatan Tome Pires, ia menggambarkan bahwa Ternate telah bannyak didatangi oleh kapal-kapal asal Gresik milik Pate Yusuf. Kala itu Raja Ternate telah menggunakan gelar sultan, sementara raja-raja di sekitarnya masih memakai gelar Kolano.

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

M. Azisy

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 05 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Ceritakan hubungan antara Kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh-tokoh ulama Gresik!

Pembahasan Soal:

Hubungan antara Kerajaan Ternate-Tidore dengan para ulama Gresik terjadi pada masa awal pengaruh Islam ada dalam Kerajaan Ternate-Tidore. Diceritakan salah satu raja yang memimpin pada akhirnya tertarik dengan Islam dan kemudian menganut agama tersebut. Sultan Zainal Abidin memerintah pada rentang tahun 1486-1500 tercatat oleh sejarah sebagai peletak dasar sistem pemerintahan Islam yang kemudian atas dasar saran dari rekannya yang membantu dalam mempelajari Islam, Datu Maula Hussein menyarankan untuk mempelajari lebih dalam di daerah Jawa. Pesantren Giri di Gresik yang pada akhirnya menjadi sarana yang membantu Sultan Zainal Abidin dalam mempelajari Islam. Lalu kemudian membawa sejumlah ulama dari Pesantren Giri ke Ternate. Seorang di antaranya adalah Tuhubahalul. Banyak pendapat lain juga yang berpendapat bahwa tujuan Sultan Zainal Abidin tidak hanya untuk memperdalam hukum Islam, tapi juga untuk mengeratkan hubungan politik serta ekonomi dengan Kerajaan Islam yang berada di Gresik.

Jadi, terdapat tiga aspek dalam hubungan antara Kerajaan Ternate-Tidore dengan para ulama di Gresik, yaitu aspek politik, ekonomi dan juga sosial keagamaan.

3

Roboguru

Perebutan kekuasaaan suatu wilayah menimbulkan terjadi persekutuan dagang. Uli Siwa dan Uli Lima adalah suatu bentuk persekutuan dagang yang terdapat dalam Kerajaan...

Pembahasan Soal:

Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore adalah dua dari empat kesultanan Islam di Maluku. Kedua kesultanan ini memiliki peran yang sangat penting dalam perdagangan karena dianggap sebagai penghasil rempah-rempah terbesar, terutama cengkih dan pala sehingga dijuluki The Spice Islands.
Untuk kepentingan perdagangan, Kesultanan Ternate membangun persekutuan yang disebut Uli Lima, atau persekutuan lima saudara yang terdiri dari lima wilayah, yaitu Bacan, Obi, Seram, Ambon dan Ternate. Dalam persekutuan ini, Ternate muncul sebagai pimpinannya. Sementara di wilayah lain, Kesultanan Tidore pun membangun persekutuan Uli Siwa, yang terdiri dari Makyan, Jailolo atau Halmahera, Pulau Raja Ampat, Kai dan Papua. Dalam pesekutuan ini, Tidore muncul sebagai pimpinannya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Konflik antara Portugis dan Ternate disebabkan oleh...

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1512, Bangsa Portugis dan Spanyol masuk ke wilayah Maluku. Disini, Bangsa Portugis memilih untuk berhubungan dengan Ternate, sementara Bangsa Spanyol lebih memilih untuk berhubungan degan Tidore. Selanjutnya, hubungan antara Ternate dan Portugis berlanjut pada pendirian Benteng Sao Paulo di Ternate. Hal ini dilakukan dengan alasan untuk melindungi Ternate dari serangan Kesultanan Tidore yang bersekutu dengan Spanyol.
Pada saat itulah benih-benih konflik mulai muncul. Baik Bangsa Portugis maupun Spanyol sebenarnya sama-sama ingin menguasai wilayah-wilayah yang ada dalam persekutuan kedua kesultanan tadi. Mereka senagaja melancarkan taktik membina hubungan baik dengan penguasa setempat. Selanjutnya, setelah sekian lama ternyata sikap Portugis semakin membuat Sultan Ternate, yaitu Sultan Khairun merasa tidak nyaman. Terlebih ketika Portugis mulai melakukan hal-hal seperti:

  • melakukan kegiatan monopoli perdagangan, dan
  • mencampuri urusan internal Kesultanan Ternate.

Guna menghadapi Portugis, Sultan Khairun pun berusaha mempersatukan daerah-daerah di Maluku Utara dan melakukan penyerangan terhadap Portugis. Namun, ia dijebak dan dibunuh oleh Portugis. Sepeninggal Sultan Khariun, posisi dan perlawanannya diteruskan oleh puteranya yang bernama Sultan Baabullah.

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Sultan Zainal Abidin membentuk persekutuan dagang yang dikenal dengan Uli Lima dan terdiri dari….

Pembahasan Soal:

Pada masa pemerintahan Sultan Zainal Abidin, Kesultanan Ternate bersaing dengan Kesultanan Tidore untuk memperebutkan pengaruh sebagai Kerajaan Islam terbesar di Maluku. Sultan Zainal Abidin pun membentuk persekutuan dengan kerajaan lain di sekitar Ternate yaitu Obi, Bacan, Seram, dan Ambon yang diberi nama Uli Lima. Uli Lima adalah Persekutuan yang dibentuk untuk memperkuat hubungan dagang di Maluku.

1

Roboguru

Kerajaan Ternate mulai mengenal Islam, ketika raja ke-12 Ternate menjalin hubungan baik dengan seorang saudagar Arab. Raja yang dimaksud bernama ….

Pembahasan Soal:

Islam mulai masuk ke Maluku sejak abad ke-13 yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Gujarat dan Arab. Hubungan Kerajaan Ternate mulai mengenal Islam ketika raja ke-12 Ternate yang bernama Kolano Molomateya bersahabat karib dengan seorang saudagar Arab yang memberinya petunjuk dalam pembuatan kapal pada abad ke-14. Selanjutnya, ajaran Islam pun turut disebarkan oleh tokoh yang bernama Datu Maulana Husein. Beliau adalah seorang pedagang yang berasal dari Minangkabau dan memutuskan untuk berdagang di Ternate. Disamping berdagang, tujuannya singgah di Ternate adalah merangkap sebagai penyebar ajaran Islam. Kepandaiannya membaca Al-Quran ternyata membuat Raja Ternate yaitu Kolano Gapi Baguna tertarik untuk mempelajari ajaran Islam.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved