Roboguru

Perebutan kekuasaaan suatu wilayah menimbulkan terjadi persekutuan dagang. Uli Siwa dan Uli Lima adalah suatu bentuk persekutuan dagang yang terdapat dalam Kerajaan...

Pertanyaan

Perebutan kekuasaaan suatu wilayah menimbulkan terjadi persekutuan dagang. Uli Siwa dan Uli Lima adalah suatu bentuk persekutuan dagang yang terdapat dalam Kerajaan...

  1. Samudera Pasai 

  2. Makassar 

  3. Aceh 

  4. Ternate dan Tidore 

  5. Pajang 

Pembahasan Soal:

Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore adalah dua dari empat kesultanan Islam di Maluku. Kedua kesultanan ini memiliki peran yang sangat penting dalam perdagangan karena dianggap sebagai penghasil rempah-rempah terbesar, terutama cengkih dan pala sehingga dijuluki The Spice Islands.
Untuk kepentingan perdagangan, Kesultanan Ternate membangun persekutuan yang disebut Uli Lima, atau persekutuan lima saudara yang terdiri dari lima wilayah, yaitu Bacan, Obi, Seram, Ambon dan Ternate. Dalam persekutuan ini, Ternate muncul sebagai pimpinannya. Sementara di wilayah lain, Kesultanan Tidore pun membangun persekutuan Uli Siwa, yang terdiri dari Makyan, Jailolo atau Halmahera, Pulau Raja Ampat, Kai dan Papua. Dalam pesekutuan ini, Tidore muncul sebagai pimpinannya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

M. Azisy

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 05 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Kerajaan Ternate mulai mengenal Islam, ketika raja ke-12 Ternate menjalin hubungan baik dengan seorang saudagar Arab. Raja yang dimaksud bernama ….

Pembahasan Soal:

Islam mulai masuk ke Maluku sejak abad ke-13 yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Gujarat dan Arab. Hubungan Kerajaan Ternate mulai mengenal Islam ketika raja ke-12 Ternate yang bernama Kolano Molomateya bersahabat karib dengan seorang saudagar Arab yang memberinya petunjuk dalam pembuatan kapal pada abad ke-14. Selanjutnya, ajaran Islam pun turut disebarkan oleh tokoh yang bernama Datu Maulana Husein. Beliau adalah seorang pedagang yang berasal dari Minangkabau dan memutuskan untuk berdagang di Ternate. Disamping berdagang, tujuannya singgah di Ternate adalah merangkap sebagai penyebar ajaran Islam. Kepandaiannya membaca Al-Quran ternyata membuat Raja Ternate yaitu Kolano Gapi Baguna tertarik untuk mempelajari ajaran Islam.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Jelaskan proses Islamisasi di Maluku!

Pembahasan Soal:

Proses Islamisasi di Maluku terjadi karena pengaruh dari Gresik dan lewat pengaruh kerajaan Ternate dan Tidore yang dimulai pada pertengahan abada ke-15 hingga abad ke-18. Kerajaan Ternate dan Tidore terletak di Kepulauan Maluku, antara Sulawesi dan Papua. Letak Kerajaan Ternate dan Tidore sangat strategis dalam dunia perdagangan masa itu. Pada masa itu, kepulauan Maluku merupakan penghasil rempah-rempah terbesar sehingga dijuluki sebagai “The Spicy Island”. Hal ini menyebabkan Maluku menjadi pusat perdagangan, sehingga setiap pedagang dari berbagai bangsa datang ke Maluku untuk membeli rempah-rempah. Hasil utama Ternate waktu itu ialah cengkeh dan pala. Keadaan ini telah mempengaruhi aspek-aspek kehidupan masyarakatnya, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Kerajaan-kerajaan di Maluku sangat akrab menjalin hubungan ekonomi dengan pedagang Jawa sejak zaman Majapahit. Pedagang Maluku sering berkunjung ke Surabaya, Gresik, dan Tuban. Sebaliknya, pedagang Jawa datang ke Maluku untuk membeli rempah-rempah. Hubungan kedua belah pihak ini sangat berpengaruh terhadap proses penyebaran agama Islam di Indonesia. Para mubaligh dari Jawa Timur datang ke Maluku untuk mengajarkan agama Islam. Salah seorang mubaligh yang berjasa menyiarkan agama Islam di Maluku adalah Sunan Giri dari Gresik, Jawa Timur. Diperkenalkannya agama Islam kepada penduduk Maluku mengakibatkan banyak penduduk menganut agama Islam dan berdampak pada sistem pemerintahan sehingga muncullah Kerajaan Islam di Maluku.undefined

Dengan demikian, proses Islamisasi di Maluku berasal dari hubungan dagang yang ditambah dengan dakwah dari para mubaligh yang berasal dari Jawa terutama pada masa Sunan Giri dari Gresik, Jawa Timur.

0

Roboguru

Sejarah tentang kerajaan islam Maluku Utara

Pembahasan Soal:

Islam di Maluku Utara memiliki sejarah yang panjang. Islam masuk ke wilayah ini sejak tahun 1440. Kerajaan Ternate adalah kerajaan terbesar di kepulauan ini. Kerajaan lain yang juga menjadi representasi Islam di kepulauan ini adalah Kerajaan Tidore yang wilayah teritorialnya cukup luas meliputi sebagian wilayah Halmahera, pesisir Barat kepulauan Papua dan sebagian kepulauan Seram. Ada juga Kerajaan Bacan. Raja Bacan pertama yang memeluk Islam adalah Raja Zainulabidin yang bersyahadat pada tahun 1521. Pada tahun yang sama berdiri pula Kerajaan Jailolo yang juga dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam dalam pemerintahannya.

0

Roboguru

Coba kalian jelaskan, kenapa Islam bisa menyebar ke Indonesia bagian Timur? Padahal zaman Hindu dan Budha tidak ada yg mau mendirikan kerajaan disana...

Pembahasan Soal:

Islam diperkirakan mulai masuk Indonesia di abad ke-VII, berkembang di abad ke-XI dan mencapai puncaknya di abad ke-XIII. Untuk mendukung pernyataan tersebut, munculah teori-teori masuknya Islam ke Indonesia, seperti teori Arab yang didukung oleh Buya Hamka, teori Persia yang didukung oleh Husein Djajadiningrat, dan teori Gujarat yang dikembangkan oleh Snouck Hurgronje. Selanjutnya untuk strategi penyebaran Islam di Indonesia sendiri, mengenal dua cara, yaitu : melalui Top -Down dan Bottom-Up.
Pertama, pola Top-Down artinya penyebaran Islam melalui pucuk terlebih dahulu, baru di akar rumput. Artinya jika raja/ penguasa memeluk Islam, maka rakyat pun otomatis mengikutinya. Biasanya strategi ini diterapkan pada kerajaan-kerajaan di Indonesia bagian Timur, atau pada kerajaan dengan struktur patrionisme yang kuat seperti Kerajaan Gowa-Tallo. Dimana, masih tumbuhnya anggapan bahwa seorang raja dianggap sebagai bayang-bayang bahkan keturunan Dewa di muka bumi. Ia adalah manifestasi suprastruktur yang ada dalam piramida kekuasaan. Ketika puncak piramida dikunci, struktur bawah akan mengikuti. Jika dilihat, metode ini bisa berhasil jika raja memiliki kharisma yang kuat, militer solid yang didukung panglima yang loyal, dan tidak memiliki negara fassal. Diplomasi dai/muballigh juga dilakukan secara simultan dan berkesinambungan serta memiliki pengaruh kuat di kalangan elit istana.
Kedua, pola Bottom-Up. Pola ini umumnya dijalankan di daerah Pulau Jawa, salah satu diantaranya oleh Walisongo dan contoh lainnya terjadi ketika proses Islamisasi di Majapahit. Biasanya para panyebar Islam menyisir kawasan pesisir terlebih dahulu, dengan mendirikan kantong-kantong santrinisasi. Adapun tujuan pola Bottom-Up ini dilakukan karena jika masyarakat sudah Islam, penguasa akan mengikuti mayoritas rakyatnya. Islamisasi ini dijalankan dengan cara damai, jauh dari aksi militer dan peperangan, dan dengan mempertimbangkan kompleksitas faktor dan kearifan lokal yang mengurat nadi di akar rumput

Dengan demikian, maka alasan mengapa di Indonesia bagian Timur banyak berkembang kerajaan Islam dari pada kerajaan Hindu dan Buddha karena berkaitan dengan pola penyebaran Islam yang menggunakan Top-Down, hal ini disesuaikan dengan keadaan legitimasi seorang raja yang masih kuat di pandangan masyarakat.

0

Roboguru

Ceritakan hubungan antara kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh-tokoh ulama dari Gresik!

Pembahasan Soal:

Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara tidak hanya berlangsung di Pulau Jawa dan Sumatra, tetapi juga mencapai Kepulauan Maluku. Hal tersebut terlihat dari perkembangan Kerajaan Ternate dan Tidore. Islam masuk ke Kerajaan Ternate pada akhir masa pemerintahan Raja Marhum, sekitar abad ke-15 M, dan mencapai puncaknya pada masa Zainal Abidin. Islamisasi tersebut dibawa oleh Maulana Husain dari Gresik. Setelah mendapat pengetahuan seputar Islam, Zainal Abidin selanjutnya memperdalam lagi dengan belajar langsung kepada Sunan Giri di Gresik. Kerajaan Tidore juga mendapat pengaruh Islam langsung dari Gresik.

Dengan demikian, hubungan antara ulama-ulama Gresik dengan Ternate dan Tidore berdampak terhadap perkembangan Islam secara langsung.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved