Roboguru

Salah satu prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya berisi tentang Perjalanan Dapunta Hyang Sri Jayanaga dengan pasukannya . Hal tersebut merupakan isi dari prasasti...

Pertanyaan

Salah satu prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya berisi tentang Perjalanan Dapunta Hyang Sri Jayanaga dengan pasukannya . Hal tersebut merupakan isi dari prasasti...

  1. Kedukan Bukit

  2. Telaga Batu

  3. Calcutta

  4. Palas Pasemah

  5. Kota Kapur

Pembahasan Soal:

Sriwijaya adalah salah satu kerajaan maritim yang bercorak Buddha yang pernah berdiri di Pulau Sumatra dan memberi banyak pengaruh di Nusantara. Daerah kekuasaannya membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa dan Pesisir Kalimantan. Dalam bahasa Sansekerta Sri adalah bercahaya dan Wijaya adalah kemenangan atau kejayaan maka nama Sriwijaya bermakna kemenangan atau kejayaan. Berdasarkan temuan tertulis serta berita Tiongkok dan Arab, Kerajaan Sriwijaya di perkirakan berdiri sekitar abad VII. I Tsing,  pendeta Tiongkok, yang melakukan kunjungan ke Sumatra dalam perjalanan studinya ke Nalanda melaporkan Sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. I Tsing juga melaporkan terdapat 1000 orang pendeta yang belajar agama Buddha pada Sakyakirti, seorang pendeta terkenal di Sriwijaya. Berdasarkan berita Arab, diketahui banyak pedagang Arab melakukan kegiatan perdagangan di Kerajaan Sriwijaya. Bahkan di pusat kerajaan ditemukan perkampungan-perkampungan sementara orang Arab. Sumber dan bukti tertulis lainnya adalah berupa prasasti. Salah satunya adalah prasasti Kedukan Bukit. Prasasti ini berangka tahun 605 Saka atau 688 M. Prasasti ini berisi 10 baris kalimat yang diantranya mengatakan:


“Seseorang bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci (Siddayatra) dengan perahu. Ia berangkat dari Minangatamwan dengan membuat tentara sebanyak 20.000 orang.” 

 

Prasasti lainnya yang menyebut nama Dapunta Hyang (beristrikan Sobakancana putri kedua dari raja terakhir Tarumanegara yaitu Sri Maharaja Linggawarman) adalah Prasasti Talang Tuo (684 M) di dalamnya disebutkan tentang selesainya pembangunan sebuah taman oleh Dapunta Hyang Jayanasa, yang diberi nama Srikserta. 


Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah A.
 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

E. Mardiana

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 25 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Berdasarkan Prasasti Kota Kapur, Sriwijaya menaklukkan Bumi Jawa. Daerah yang dimaksud diperkirakan area kerajaan...

Pembahasan Soal:

Pada abad ke-7, muncul kerajaan yang berkembang begitu pesat di wilayah Sumatra, yaitu Kerajaan Sriwijaya. Awalnya Kerajaan Sriwijaya ini muncul setelah munculnya kota-kota perdagangan. Wilayah pantai timur Sumatra merupakan wilayah yang sangat ramai, hal ini dikarenakan wilayah tersebut menjadi salah satu jalur perdagangan. Kerajaan Sriwijaya terletak di Sumatera Selatan tepatnya di Sungai Musi, Palembang. Menurut Prasasti Kedukan Bukit, raja Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang, berhasil menaklukkan daerah Minangatamwan yang diperkirakan saat ini adalah daerah Jambi. Letak Sriwijaya yang cukup strategis mendorong interaksi antara Sriwijaya dengan kerajaan di luar Nusantara, seperti kerajaan Nalanda dan kerajaan Chola dari India. Selain dengan India, Sriwijaya juga melakukan hubungan baik dengan pedagang-pedagang dari Tiongkok yang sering singgah. Perluasan daerah kekuasaan ini, mendorong perekonomian kerajaan menjadi maju. Selain Dapunta Hyang, Sriwijaya pernah dipimpin oleh Raja Balaputradewa yang merupakan keturunan Dinasti Syailendra. Di bawah kepemimpinan Balaputradewa, Sriwijaya menjadi kerajaan yang sangat berjaya. Pada abad ke-7 M, kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai jalur perdagangan di Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Bangka, dan Laut Jawa. Kejayaan dan keberadaan Kerajaan Sriwijaya ini banyak bersumber dari prasasti-prasasti yang dibuat pada masa itu seperti prasasti Talang Tuo, Kedudukan Bukit, Telaga Batu, Karang Berahi, dan Kota Kapur. Prasasti Kota Kapur sendiri merupakan prasasti tertua yang ditemukan di Pulau Bangka dan berangka tahun 686 M. Melalui prasasti ini kata “Sriwijaya” pertama kali dikenal. Di dalamnya disebutkan “Bumi Jawa” tidak mau tunduk pada Sriwijaya. Adapun yang dimaksud dengan Bumi Jawa adalah Kerajaan Tarumanegara. 
 
 

Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah D.
 
 

0

Roboguru

Salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang menyebutkan titah Raja Nalanda Paladewa untuk membebaskan lima desa dari pajak, tetapi kelima desa tersebut harus memberikan beasiswa kepada mah...

Pembahasan Soal:

Salah satu bukti yang menyebutkan adanya hubungan antara Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Nalanda adalah prasasti Nalanda. Prasasti tersebut dibuat oleh Kerajaan Sriwijaya. Prasasti Nalanda berisi cerita tentang raja Nalanda yang membebaskan lima desa dari pajak, tetapi kelima desa tersebut harus membiayai pelajar Sriwijaya yang menuntut ilmu di Kerajaan Nalanda.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah E.

0

Roboguru

Salah satu prasasti Kerajaan Sriwijaya yang berisi tentang keluarga Raja Balaputradewa yang berasal dari Dinasti Syailendra di Jawa Tengah adalah...

Pembahasan Soal:

Salah satu prasasti Kerajaan Sriwijaya yang berisi tentang keluarga Raja Balaputradewa yang berasal dari Dinasti Syailendra di Jawa Tengah adalah Prasasti Nalanda. Prasasti ini merupakan sebuah prasasti yang didirikan oleh Raja Sriwijaya dengan Kerajaan Nala Prasasti Nalanda menyebutkan bahwa Raja Balaputra Dewa sebagai raja terakhir dari Dinasti Syailendra yang terusir dari Jawa Tengah karena kekalahannya melawan Kerajaan Mataram dari Dinasti Sanjaya. Dalam prasasti Nalanda, Balaputra Dewa meminta kepada Raja Nalanda supaya mengakui haknya atas Dinasti Syailendra. Kemudian, Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Raja Dewa Paladewa berkenan membebaskan 5 desa dari pajak untuk membiayai para mahasiswa Sriwijaya yang belajar di Nalanda.

 

0

Roboguru

Perhatikan informasi-informasi berikut. 1) Tulisan pads Prasasti Tuk-Mas. 2) Prasasti Kota Kapur dan Prasasti Kedukan Buukit. 3) Prasasti yang ditulis di atas tujuh yupa (tugu batu). 4) Berita Tiongko...

Pembahasan Soal:

  • Prasasti Tukmas terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Prasasti ini bercerita tentang sebuah mata air yang jernih dan dipercaya merupakan sumber air suci, layaknya air suci dari Sungai Gangga di India
  • Prasasti Kota Kapur terletak di Kepulauan Bangka Belitung. Prasasti ini berisi kalimat- kalimat ancaman berupa sumpah dan kutukan terhadap pihak yang tidak tunduk pada penguasa kala itu.
  • Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di tepi Sungai Tatang, dekat Palembang. Dalam prasasti tersebut isinya menerangkan bahwa seorang bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci (Siddhayatra) dengan menggunakan perahu. Ia berangkat dari Minangatamwan dengan membawa tentara 20.00 orang hingga di Upang (Palembang). Di sana ia mendirikan vihara.
  • Prasasti Yupa berada di Kutai, Kalimantan Timur. Prasasti ini dimulai dengan silsilah Kudungga hingga Mulawarman. Mulawarman sendiri diebutkan sebagai raja mulia dan terkemuka, yang telah memberikan sedekah 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana. Maka dari itu, sebagai tanda kebajikan Sang Raja, tugu peringatan ini dibuat oleh para Brahmana yang datang di tempat ini.
  • Berita Tiongkok zaman Dinasti Tang, salah satunya menceritakan tentang keberadaan Kerajaan Ho-ling yang diperkirakan terletak di Cho-po. Kronik ini menyebutkan bahwa pada tahun 674, Kerajaan Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima) yang dikenal sebagai seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana.
  • Tujuh prasasti di wilayah Bogor, Cilincing, dan Banten bagian Selatan menceritakan tentang bukti tentang keberadaan Kerajaan Tarumanegara.

Dengan demikan, maka jawaban yang tepat adalah C.

 

 

0

Roboguru

Berikan contoh dan jelaskan akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan lokal di Indonesia dalam bidang seni bangunan!

Pembahasan Soal:

Candi Hindu maupun Buddha pada dasarnya merupakan perwujudan akulturasi budaya lokal dengan budaya India. Unsur-unsur Hindu-Buddha dapat dilihat dari bangunan yang megah, patung-patung perwujudan dewa, serta bagian-bagian candi dan stupa. Sementara bentuk candi yang pada hakikatnya adalah punden berundak merupakan unsur budaya lokal.

Dengan demikian, contoh akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan lokal Indonesia adalah peninggalan candi, diman unsur-unsur Hindu-Buddha dapat dilihat dari bangunan yang megah, patung-patung perwujudan dewa, serta bagian-bagian candi dan stupa. Sementara bentuk candi yang pada hakikatnya adalah punden berundak merupakan unsur budaya lokal.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved