Iklan

Pertanyaan

Salah satu bukti adanya toleransi beragama yang tinggi di Majapahit adalah ....

Salah satu bukti adanya toleransi beragama yang tinggi di Majapahit adalah ....

  1. Hayam Wuruk yang menganut Hindu Siwassidhanta dapat hidup berdampingan dengan ibunya Tribhuana Tunggadewi yang menganut Buddha

  2. Raja Hayam Wu ruk menganut agama Tantrayana yang merupakan sinkretisme antara Hindu dan Buddha

  3. Raja Hayam Wuruk mengizinkan daerah koloni menganut agamanya masing-masing

  4. Para pujangga istana banyak menulis kisah perjalanan Sang Buddha

  5. Dikumpulkannya berbagai kitab suci agama Hindu dan Buddha

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

20

:

54

:

56

Klaim

Iklan

I. Agung

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Seorang musafir dari Tiongkok bernama Ma-Huan menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit telah mengenal kemajemukan budaya, agama, dan adat istiadat. Hal tersebut terjadi karena pada saat itu Majapahit sudah dihuni oleh penduduk yang berasal dari Samudera Pasai dan Malaka, orang-orang Tionghoa yang telah memeluk Islam, serta penduduk asli yang beragama Hindu dan Buddha. Bukti keberagaman dan toleransi yang ada di Majapahit dibuktikan dengan adanya frasa "Bhinneka Tunggal Ika" di dalam kitab Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular. Frasa tersebut memiliki arti "berbeda-beda tetapi tetap satu". Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.

Seorang musafir dari Tiongkok bernama Ma-Huan menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit telah mengenal kemajemukan budaya, agama, dan adat istiadat. Hal tersebut terjadi karena pada saat itu Majapahit sudah dihuni oleh penduduk yang berasal dari Samudera Pasai dan Malaka, orang-orang Tionghoa yang telah memeluk Islam, serta penduduk asli yang beragama Hindu dan Buddha. Bukti keberagaman dan toleransi yang ada di Majapahit dibuktikan dengan adanya frasa "Bhinneka Tunggal Ika" di dalam kitab Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular. Frasa tersebut memiliki arti "berbeda-beda tetapi tetap satu".    

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Muhammad Farrel Mahadika

Pembahasan lengkap banget

Iklan

Pertanyaan serupa

Bagaimana pendapat N.J. Krom dalam teori waisya?

2

3.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia