Iklan

Pertanyaan

Salah satu bentuk konflik parsial yang sering terjadi di Indonesia adalah konflik agraria antara petani dengan pemerintah negara. Beberapa saat lalu, tiga petani di Kendal dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan denda 8 miliar rupiah dengan tuduhan melakukan pembalakan liar di hutan Perhutani. Padahal, pada posisi ini, petani tidak mengetahui sama sekali bahwa lahan tersebut adalah milik Perhutani dengan status dikelola negara. (sumber: https://kumparan.com/@kumparannews/musabab-konflik-agraria-petani-kendal ) Untuk menangani konflik agraria seperti yang terjadi di atas, resolusi konflik yang paling tepat adalah....

Salah satu bentuk konflik parsial yang sering terjadi di Indonesia adalah konflik agraria antara petani dengan pemerintah negara. Beberapa saat lalu, tiga petani di Kendal dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan denda 8 miliar rupiah dengan tuduhan melakukan pembalakan liar di hutan Perhutani. Padahal, pada posisi ini, petani tidak mengetahui sama sekali bahwa lahan tersebut adalah milik Perhutani dengan status dikelola negara.

(sumber:https://kumparan.com/@kumparannews/musabab-konflik-agraria-petani-kendal)

Untuk menangani konflik agraria seperti yang terjadi di atas, resolusi konflik yang paling tepat adalah....

  1. mediasi

  2. koersi

  3. arbitrase

  4. konsiliasi

  5. adjudikasi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

15

:

49

:

52

Klaim

Iklan

A. Acfreelance

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Resolusi konflik agraria yang paling tepat untuk kasus di atas adalah dengan melakukan mediasi yang dibantu oleh Kementrian Agraria dan Badan Pertanahan Negaran. Intinya, mediasi adalah menyelesaikan konflik dengan mendengar masukan-masukan serta nasihat dari mediator tanpa putusan mengikat. Dengan mediasi yang dibantu oleh kementrian, petani akan lebih mudah mengerti batasan-batasan tanah negara dan perhutani bisa lebih mudah memberi pendidikan pada petani tentang tanda-tanda tanah milik negara yang tidak boleh diolah sembarangan. Mediasi juga menghindari kemungkinan terjadinya kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia akibat putusan hukum dan denda.

Resolusi konflik agraria yang paling tepat untuk kasus di atas adalah dengan melakukan mediasi yang dibantu oleh Kementrian Agraria dan Badan Pertanahan Negaran. Intinya, mediasi adalah menyelesaikan konflik dengan mendengar masukan-masukan serta nasihat dari mediator tanpa putusan mengikat. Dengan mediasi yang dibantu oleh kementrian, petani akan lebih mudah mengerti batasan-batasan tanah negara dan perhutani bisa lebih mudah memberi pendidikan pada petani tentang tanda-tanda tanah milik negara yang tidak boleh diolah sembarangan.  Mediasi juga menghindari kemungkinan terjadinya kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia akibat putusan hukum dan denda.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Ramadhani Dwi Fajrien

Pembahasan lengkap banget

Iklan

Pertanyaan serupa

Konflik industrial yang terjadi antara buruh dengan perusahaan sering pecah karena relasi dominan dari perusahaan. Dengan menggunakan dalih penguatan modal dan efisiensi, banyak perusahaan di Indonesi...

3

4.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia