Roboguru

Rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya keterampilan masyarakat dapat mendorong terjadinya ketimpangan sosial. Jika dilihat dari aspek budaya, faktor yang menyebabkan rendahnya keinginan masyarakat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi adalah ....

Pertanyaan

Rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya keterampilan masyarakat dapat mendorong terjadinya ketimpangan sosial. Jika dilihat dari aspek budaya, faktor yang menyebabkan rendahnya keinginan masyarakat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi adalah .... 

  1. ketidakmampuan keluarga dalam menyekolahkan anak-anaknya 

  2. pandangan untuk cepat bekerja agar menghasilkan uang 

  3. rendahnya kualitas pendidikan di suatu daerah 

  4. kurangnya fasilitas pendidikan di suatu daerah 

  5. letak daerah terpencil dan jauh dari sekolah 

Pembahasan Soal:

Ilustrasi tersebut mengarahkan pada ketimpangan sosial yang disebabkan oleh faktor kultural. Faktor penyebab kultural lebih mengarahkan pada cara pandang dan kehidupan budaya dalam menghasilkan ketimpangan sosial. Pandang untuk cepat bekerja agar dapat menghasilkan uang pada akhirnya akan menghasilkan perilaku masyarakat yang mengesampingkan pentingnya pendidikan. Alhasil, rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya keterampilan masyarakat dapat mendorong terjadinya ketimpangan sosial.  

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

R. Rgfreelanceseratusempattujuh

Terakhir diupdate 15 Desember 2020

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Data statistik tentang pendidikan di Indonesia tahun 2018 menyatakan jika penduduk perkotaan rata-rata telah menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun, sementara penduduk perdesaan rata-rata hanya 7 tahu...

Pembahasan Soal:

Ketimpangan dapat terjadi antara wilayah Barat Indonesia dengan wilayah Timur Indonesia. Misalnya, berdasarkan risetnya, Bank Dunia menyatakan bahwa anak kelas 3 SD di Jawa sanggup membaca 26 huruf lebih cepat tiap menit daripada anak-anak yang tinggal di Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Hal ini dapat dipengaruhi juga oleh persebaran kualitas guru yang terlatih atau bahkan ada beberapa daerah yang kekurangan guru dan tenaga pengajar lainnya. Selain kemiskinan dan kualitas pendidikan yang belum merata, persoalan ketimpangan ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat miskin, akses yang minim untuk menjangkau sekolah, maupun beberapa kasus pernikahan dini yang memutus impian anak untuk melanjutkan pendidikannya. Jadi, jawaban yang benar adalah C. space 

0

Roboguru

Tingkat pendidikan berpemgaruh terhadap ketimpangan yang terjadi di suatu daerah. Mengapa demikian?

Pembahasan Soal:

Kondisi demografis menunjukkan tingkat pertumbuhan dan struktur kependudukan. Setiap daerah memiliki kondisi demografis masing-masing. Perbedaan kondisi demografis menyebabkan produktivit:as masyarakat di setiap daerah berbeda. Daerah yang mayoritas penduduknya berpendidikan tinggi cenderung memiliki produktivitas kerja tinggi. Produktivitas kerja yang tinggi akan menghasilkan penyediaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi yang baik, dan masyarakat menjadi lebih sejahtera. Sebaliknya, jika suatu masyarakat memiliki tingkat pendidikan rendah, kualitas penduduk dan kesejahteraannya pun relatif rendah. Ketika daerah memiliki kondisi demografis rendah tidak segera mengejar ketertinggalan, dapat dipastikan ketimpangan sosial-ekonomi dan kesenjangan pembangunan akan semakin tinggi. Sehingga, tingkat pendidikan menjadi salah satu faktor terbentuknya ketimpangan sosial. undefined 

0

Roboguru

Sebagian besar mahasiswa dari luar Jawa mengenyam pendidikan di kota-kota besar seperti di Yogyakarta dan Surabaya. Mereka menuntut ilmu pengetahuan di kota karena di daerahnya tidak terdapat fasilita...

Pembahasan Soal:

Kondisi tersebut menunjukkan ketimpangan sosial di bidang pendidikan. Pendidikan menjadi penting karena merupakan social elevator, yaitu saluran mobilitas sosial vertikal yang efektif agar seseorang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya di masa depan. Pendidikan juga merupakan kunci pembangunan masyarakat, terutama di bidang sumber daya manusia. Namun sayangnya, di Indonesia masih ada kesenjangan fasilitas dan kualitas pendidikan di tiap daerah. Akibatnya, anak-anak di kota-kota besar jauh lebih mudah mendapat akses pendidikan yang baik. Serta berkesempatan meningkatkan kualitas hidupnya dibanding anak-anak di wilayah pedesaan.

Randall Collins dalam bukunya The Credential Society: An Historical Sociology of Education and Stratification, menilai bahwa pendidikan formal merupakan awal dari proses stratifikasi sosial. Di Indonesia, hal ini didukung oleh adanya pola perjalanan sekolah anak yang berbeda dari kalangan keluarga mampu dan miskin. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan sosial di bidang pendidikan antara lain:

  1. Kualitas Lingkungan Sekolah. Faktor ini meliputi masyarakat dan lingkungan sekitar yang mendukung seorang anak untuk mendapat pendidikan yang baik.
  2. Kesempatan Memperoleh Pendidikan yang Berkualitas. Keterbatasan dari segi kualitas pengajar, budaya masyarakat, hingga kemudahan akses ke sekolah juga berpengaruh terhadap mudah atau tidaknya kesempatan seseorang untuk mendapat pendidikan yang berkualitas.
  3. Kualitas Lulusan. Semakin baik kualitas lulusan di wilayah tersebut, makin besar pula kesempatan wilayah itu untuk menjadi lebih berkembang dan sejahtera.
  4. Fasilitas Pendidikan. Hal ini juga mencakup ketersediaan fasilitas pendidikan, rasio guru-siswa, dan kualitas guru.space space

0

Roboguru

Seiring dengan perkembangan zaman, tuntutan pendidikan yang bermutu mengakibatkan naiknya biaya pendidikan. Masyarakat kurang mampu terkena imbasnya. Mereka semakin sulit menyekolahkan anak-anaknya. S...

Pembahasan Soal:

Ketimpangan pendidikan merupakan kondisi ketidakmerataan lulusan pendidikan dari penduduk di suatu daerah. Ukuran ketimpangan pendidikan adalah indeks Gini pendidikan yang mengukur rasio rata-rata capain tahun sekolah dari semua penduduk (Thomas dkk., 2000). Indeks Gini Pendidikan memiliki koefisien berkisar antara 0 hingga 1. Semakin rendah indeks koefisien, semakin baik tingkat kemerataan capaian pendidikan, dan semakin tinggi indeks koefisien, menunjukkan terjadinya ketidakmerataan atau ketimpangan pendidikan. Murid yang berada dalam situasi kurang beruntung berpotensi mengalami penurunan kemampuan belajar (learning loss). Ketimpangan pembelajaran yang terjadi di antara murid-murid dengan latar belakang sosial-ekonomi yang berbeda juga akan semakin melebar. Jika dikaitkan dengan ilustrasi tersebut, maka ketimpangan sosial terjadi karena tidak setiap lapisan masyarakat mampu mengakses pendidikan yang bermutu.

Jadi, jawaban yang paling tepat adalah D

0

Roboguru

Berikut yang bukan penyebab siswa memperoleh peluang yang kecil dalam pendidikan menurut World Bank adalah ....

Pembahasan Soal:

Kualitas pendidikan Indonesia masih belum merata. Akses pendidikan di pelosok-pelosok desa yang notabenenya jauh dari kota besar masih belum mendapatkan sarana dan prasarana yang memadai sebagaimana di kota-kota besar. Sarana dan prasarana tersebut diantaranya: infrastuktur bangunan, akses menuju sekolah, serta tenaga pendidik. Jadi, jawaban yang tepat adalah A.undefined 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved