Roboguru

Raja dari Banten yang gigih menentang VOC adalah ….

Pertanyaan

Raja dari Banten yang gigih menentang VOC adalah ….

  1. Sultan Haji

  2. Sultan Abdul Mufakir

  3. Sultan Ageng Tirtayasa

  4. Sultan Maulana Muhammad

  5. Sultan Hasanuddin

Pembahasan Soal:

Sultan Ageng Tirtayasa adalah sultan Banten ke-6 yang berhasil membawa Kerajaan Banten menuju puncak kejayaannya. Sultan Ageng Tirtayasa atau Pangeran Surya berkuasa antara tahun 1651-1683. Selama berkuasa, perannya tidak sebatas memajukan Kesultanan Banten. Raja dari Banten yang gigih menentang VOC adalah Sultan Ageng Tirtayasa. Berkat kegigihannya dalam membela bangsa Indonesia, ia bahkan dicap sebagai musuh bebuyutan Belanda.

Demi meneruskan perjuangan kakeknya, pada 1652 Sultan Ageng Tirtayasa mengirimkan tentaranya untuk menyerang VOC di Jakarta. Sejak saat itu, pertempuran antara Banten dan Belanda terus terjadi. Karena Banten terus menerus melancarkan gerilya, Belanda berusaha membalas dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Sultan Ageng Tirtayasa untuk mengacaukan Belanda. Pada 1655, VOC mengirim utusan ke Banten guna mendesak Sultan Ageng Tirtayasa untuk memperbarui perjanjian perdamaian 1645. Sultan Ageng Tirtayasa dengan berani menolak pembaruan perjanjian dan bertekad menentang Belanda.

Pada 1656, perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap VOC dilakukan dengan cara melakukan sabotase dan perusakan kebun tebu serta pabrik-pabrik penggilingannya. Tentara Banten juga membakar kampung-kampung yang digunakan sebagai sarang pertahanan Belanda. Di samping itu, Kerajaan Banten juga berhasil menguasai sejumlah kapal VOC dan beberapa pos penting. Sekitar sebelum tahun 1671, terjadi konflik di dalam istana dan Sultan Ageng Tirtayasa memilih untuk pindah kediaman di luar Banten. Hal ini dilakukan untuk mencegah kudeta yang sewaktu-waktu bisa dilancarkan putra pertamanya, Sultan Haji. Pada 1680, Sultan Ageng Tirtayasa kembali mengumumkan perang setelah terjadi penganiayaan terhadap para pedagang Banten oleh VOC.
 

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 14 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Uraikan perjuangan pahlawan nasional Sultan Ageng Tirtayasa!

Pembahasan Soal:

Sultan Ageng Tirtayasa (1631-1692) atau Pangeran Surya lahir di Kesultanan Banten. Beliau adalah Sultan Banten ke-6 yang naik takhta pada usia 20 tahun. Sultan Ageng Tirtaya memimpin Kesultanan Banten pada periode 1651 - 1683. Pada masa kepemimpinanya beliau banyak melakuakan perlawanan terhadap VOC. Perlawanan ini akibat penerapan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Tirtayasa yang kecewa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka  untuk mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar di Indonesia.

Dengan demikian, perjuangan pahlawan nasional Sultan Ageng Tirtayasa dimulai dari penerapan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa yang memimpin Kesultanan Banten pada periode 1651 - 1683  menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka.

0

Roboguru

Perjuangan menentang Belanda dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa yang berasal dari...

Pembahasan Soal:

Bangsa Belanda merupakan penjajah yang melukai rasa keadilan, mengoyak-oyak martabat dan harga diri serta melahirkan penderitaan bagi rakyat Indoensia. Hal tersebutlah yang kemudian melahirkan perlawanan-perlawanan yang terjadi di wilayah-wilayah Indonesia yang dipiimpin oleh penguasa lokal. Salah satunya ialah dari perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa.Sultan Ageng Tirtayasa adalah seorang raja yang berasal dari Kesultanan Banten dan berkuasa pada tahun 1651 hingga 1683. Sultan Ageng Tirtayasa lahir di Banten pada tahun 1631 dan meninggal di Batavia pada 1692. Ketika memimpin Kesultanan Banten, ia menentang VOC yang menerapkan monopoli perdagangan sehingga merugikan kesultanan dan rakyat Banten. Tirtayasa menolak kebijakan ini dan bertekad mempertahankan Banten sebagai pelabuhan terbuka.

Dengan demikian Sultan Ageng Tirtayasa merupakan tokoh perlawanan yang berasal dari Banten.space space 

0

Roboguru

Jelaskan tentang perjuangan sultan Ageng Tirtayasa!

Pembahasan Soal:

Sultan Ageng Tirtayasa merupakan seorang sultan ke-6 dari kesultanan Banten periode 1651-1683. Banten merupakan wiyaha strategis yang terletak di wilayah barat Pulau Jawa. Sultan Ageng Tirtayasa membawa kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan. Perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa terlihat salah satunya saat melakukan perlawanan kepada Belanda. Tindakan-tindakan dari Sultan Ageng Tirtayasa antara lain:

  1. Pada 1652 Sultan Ageng Tirtayasa mengirimkan tentaranya untuk menyerang VOC di Batavia. 
  2. Melakukan sabotase dan perusakan kebun tebu serta pabrik-pabrik penggilingan Belanda
  3. Berhasil menguasai sejumlah kapal VOC dan beberapa pos penting

Namun perjuangan tersebut dipatahkan oleh Belanda dengan menggunakan taktik devide et impera antara Sultan Ageng Tirtayasa dan anaknya yaitu Sultan Haji. VOC memanfaatkan situasi ini untuk melemahkan perlawanan dari Sultan Ageng Tirtayasa, dan pada akhrinya berhasil.

Dengan demikian Sultan Ageng Tirtayasa merupakan pemimpin dari Kesultanan Banten. Pada masa pemerintahannya Banten mengalami masa kejayaan. Salah satu perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa adalah menolak monopoli perdagangan Belada. Berbagai tindakan ditempuhnya untuk mempertahankan Banten dari upaya kolonialisme Belanda.

0

Roboguru

Jelaskan perjuangan rakyat Banten melawan Belanda!

Pembahasan Soal:

Perlawanan rakyat Banten terhadap Belanda terjadi pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Perlawanan tersebut dilatar belakangi oleh tindakan VOC yang sering memblokade jalur perdagangan serta perairan Banten. Akibat dari tindakan VOC tersebut, hubungan antara Banten dengan VOC semakin memanas. Pertempuran antara Kesultanan Banten dan VOC tak dapat dihindarkan. VOC selanjutnya mendirikan benteng Noordwijk sebagai upaya pertahanan. Sedangkan Banten membangun saluran irigasi yang membentang dari Sungai Untung Jawa sampai Pontang. Selain berfungsi untuk meningkatkan pertanian, saluran irigasi juga digunakan untuk memudahkan transportasi perang. Namun dalam perkembangannya, keadaan di Kesultanan Banten semakin memanas setelah adanya politik adu domba yang dilakukan VOC ketika Sultan Haji diangkat sebagai raja pembantu. Hal tersbut selanjutnya memunculkan konflik internal antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Tanpa berpikir panjang, Sultan Haji segera membentuk persekutuan dengan VOC untuk merebut kekuasaan di Kesultanan Banten. Pada tahun 1681 VOC atas nama Sultan Haji berhasil merebut Kesultanan Banten. Istana Surosowan berhadil dikuasai pasukan VOC dan Sultan Haji.

Dengan demikian, perjuangan rakyat Banten terhadap penjajahan Belanda dilatar belakangi oleh tindakan VOC yang sering memblokade jalur perdagangan serta perairan Banten. Perjuangan tersebut dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

0

Roboguru

Siapa itu Sultan Ageng Tirtayasa?

Pembahasan Soal:

Sultan Ageng Tirtayasa atau Pangeran Surya adalah Sultan Banten ke-6 adalah pemimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Masa itu, VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Kemudian Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka. Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar di Indonesia. Di bidang ekonomi, Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi. Di bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan.undefined

Dengan demikian, maka Sultan Ageng Tirtayasa  adalah Sultan Banten ke-6 yang melawan VOC karena melakukan monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved