Roboguru

Pol Pot merupakan pemimpin kamboja yang memerintah secara otoriter. Pada 1979 He Samrin dan Hun Sen berhasil menggulingkan pemerintah Pol Pot. Akan tetapi keberhasilan tersebut tidak menyelesaikan konflik di Kamboja karena...

Pertanyaan

Pol Pot merupakan pemimpin kamboja yang memerintah secara otoriter. Pada 1979 He Samrin dan Hun Sen berhasil menggulingkan pemerintah Pol Pot. Akan tetapi keberhasilan tersebut tidak menyelesaikan konflik di Kamboja karena...

  1. ASEAN menolak campur tangan terhadap urusan dalam negeri Kamboja

  2. Rakyat Kamboja mendukung sepenuhnya upaya kudeta pemerintahan Pol Pot

  3. Pasukan Khmer Merah mendapat dukungan persenjataan dari Vietnam Utara

  4. PBB justru mengakui pemerintahan koalisi yang dipimpin Norodom Sihanouk

  5. Perdana menteri Lon Nol berhasil menjalin koalisi dengan Heng Samnin dan Hun Sen

Pembahasan Soal:

Kamboja merupakan negara di kawasan Indochina yang menganut sistem pemerintahan monarki konstitusional. Kamboja menjadi sebuah negara berdaulat sejak kepergian Perancis dari Indochina sekitar 1955. Periodisasi konflik di Kamboja dapat dibagi menjadi tiga, yaitu konflik masa pemerintahan Sihanouk (1955-1970), Lon Nol (1970-1975) dan Pol Pot (1975-1979). Rezim Demokratik Kamboja pimpinan Pol Pot mulai berkuasa pada tahun 1975. Pol Pot menerapkan ideologi Komunis Maois di Kamboja selama 4 tahun pemerintahannya. Selama 4 tahun kepemimpinan Pol Pot, terjadi genosida yang menimbulkan jutaan korban jiwa dari masyarakat Kamboja. Selain itu, terjadi kelaparan masal dan wabah penyakit malaria yang berakar dari blunder kebijakan agraria Pol Pot. Krisis yang terjadi pada rezim Pol Pot menimbulkan perlawanan dari aktivis revolusioner Heng Samrin dan Hun Sen. Mereka membuat Front Bersatu Kampuchean untuk Keselamatan Nasional (FUNSK) yang mengorganisir perlawanan terhadap rezim Pol Pot. Pada 7 Januari 1979, FUNSK melancarkan serangan terhadap Pol Pot dengan bantuan dari Vietnam. Serangan gabungan tersebut berhasil menggulingkan rezim Pol Pot dan pasukan Khmer Merah di Kamboja. Meski demikian, konflik Kamboja-Vietnam dalam perkembangannya terus bergolak karena muncul pemerintahan tandingan bernama Koalisi Pemerintahan Demokratik Kamboja hasil inisiasi Norodom Sihanouk yang berkoalisi dengan Front Pembebasan Nasional Masyarakat Khmer dan Khmer Merah untuk menentang Republik Rakyat Kamboja bentukan Vietnam. Sejak saat itu Heng Samrin menjadi presiden dan Hun Sen sebagai perdana menteri. Akan tetapi, pemerintahan ini tidak mendapat pengakuan resmi dari dunia internasional. PBB justru mengakui pemerintahan koalisi yang dipimpin Norodom Sihanouk, Khieu Samphan, dan Son San. Pemerintahan koalisi ini bernama Coalition Govemment of Democratic Kampuchea (CGDK).

Dengan demikian, Pada 1979 He Samrin dan Hun Sen berhasil menggulingkan pemerintah Pol Pot. Akan tetapi keberhasilan tersebut tidak menyelesaikan konflik di Kamboja karena PBB justru mengakui pemerintahan koalisi yang dipimpin Norodom Sihanouk, Khieu Samphan, dan Son San. Pemerintahan koalisi ini bernama Coalition Govemment of Democratic Kampuchea (CGDK).

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Terakhir diupdate 05 Mei 2021

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved