Iklan

Pertanyaan

Pertahanan terakhir perjuangan kaum Padri berada di tangan ...

Pertahanan terakhir perjuangan kaum Padri berada di tangan ...

  1. Tuanku Imam Bonjol

  2. Cut Nyak Dien

  3. Tuanku Nan Cerdik

  4. Sulaiman Aljufri

  5. Tuanku Lintau

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

33

:

33

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang tepat adalah A.

jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan

Perang Padri adalah peperangan yang berlangsung di Sumatra Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838.Perang ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan. Perang Padri dimulai dengan munculnya pertentangan sekelompok ulama yang dijuluki sebagai Kaum Padri terhadap kebiasaan-kebiasaan yang marak dilakukan oleh kalangan masyarakat yang disebut Kaum Adat di kawasan Kerajaan Pagaruyung dan sekitarnya. Kebiasaan yang dimaksud seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat, minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan, serta longgarnya pelaksanaan kewajiban ritual formal agama Islam. Tidak adanya kesepakatan dari Kaum Adat yang padahal telah memeluk Islam untuk meninggalkan kebiasaan tersebut memicu kemarahan Kaum Padri, sehingga pecahlah peperangan pada tahun 1803. Perang Padri berlangsung dalam tiga fase, dan Belanda ikut campur dalam peperangan tersebut. Tuanku Imam Bonjol adalah pemimpindan pertahanan terakhir dari perjuangan kaum Padri yang sangat menyulitkan pihak Belanda dalam peperangan. Hingga pada akhirnya Tuanku Imam Bonjol dapat ditangkap dan benteng Bonjol dikuasai oleh Belanda pada tahun 1837. Setelah ditangkapnya Tuanku Imam Bonjol, perang berakhir pada tahun 1838. Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

Perang Padri adalah peperangan yang berlangsung di Sumatra Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838. Perang ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan. Perang Padri dimulai dengan munculnya pertentangan sekelompok ulama yang dijuluki sebagai Kaum Padri terhadap kebiasaan-kebiasaan yang marak dilakukan oleh kalangan masyarakat yang disebut Kaum Adat di kawasan Kerajaan Pagaruyung dan sekitarnya. Kebiasaan yang dimaksud seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat, minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan, serta longgarnya pelaksanaan kewajiban ritual formal agama Islam. 

Tidak adanya kesepakatan dari Kaum Adat yang padahal telah memeluk Islam untuk meninggalkan kebiasaan tersebut memicu kemarahan Kaum Padri, sehingga pecahlah peperangan pada tahun 1803. Perang Padri berlangsung dalam tiga fase, dan Belanda ikut campur dalam peperangan tersebut. Tuanku Imam Bonjol adalah pemimpin dan pertahanan terakhir dari perjuangan kaum Padri yang sangat menyulitkan pihak Belanda dalam peperangan. Hingga pada akhirnya Tuanku Imam Bonjol dapat ditangkap dan benteng Bonjol dikuasai oleh Belanda pada tahun 1837. Setelah ditangkapnya Tuanku Imam Bonjol, perang berakhir pada tahun 1838.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

51

Alfarezi Ambesia

Pembahasan lengkap banget

aida nur afizah

Makasih ❤️

Iklan

Pertanyaan serupa

2

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia