Iklan

Pertanyaan

Peristiwa berikut menyebabkan munculnya dualisme kepemimpinan nasional adalah ...

Peristiwa berikut menyebabkan munculnya dualisme kepemimpinan nasional adalah ...

  1. Pelantikan kabinet dwikora

  2. Pembentukan kabinet Ampera

  3. Sidang umum MPRS IV

  4. Keluarnya Supersemar

  5. Munculnya demontrasi menuntut tritura

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

21

:

56

Klaim

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas adalah D. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Pada tahun 1966,Sukarno masih memimpin sebagai pemimpin kabinet, tetapi pelaksanaan pimpinan dan tugas harian dipegang oleh Letjen Suharto. Kondisi seperti ini berakibat pada munculnya “dualisme kepemimpinan nasional”, yaitu Presiden Sukarno sebagai pimpinan pemerintahan, sedangkan Letjen Suharto sebagai pelaksana pemerintahan. Hal ini terjadi setelah Letjen Suharto mendapat Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Sukarno. Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret adalah penyerahan mandat kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Letjen Suhartopada 11 Maret 1966. Surat perintah ini dikeluarkan agar Letjen Suharto dapatmengatasi keadaan yang kacau pasca Peristiwa Gerakan 30 September 1965. (PKI) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Supersemar: Latar Belakang, Isi, dan Tujuan", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/05/220000169/supersemar-latar-belakang-isi-dan-tujuan?page=all . Penulis : Nibras Nada Nailufar Editor : Nibras Nada Nailufar Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas adalah D.

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut:

Pada tahun 1966, Sukarno masih memimpin sebagai pemimpin kabinet, tetapi pelaksanaan pimpinan dan tugas harian dipegang oleh Letjen Suharto. Kondisi seperti ini berakibat pada munculnya “dualisme kepemimpinan nasional”, yaitu Presiden Sukarno sebagai pimpinan pemerintahan, sedangkan Letjen Suharto sebagai pelaksana pemerintahan. Hal ini terjadi setelah Letjen  Suharto mendapat Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Sukarno.

Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret adalah penyerahan mandat kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Letjen Suharto pada 11 Maret 1966. Surat perintah ini dikeluarkan agar Letjen Suharto dapat mengatasi keadaan yang kacau pasca Peristiwa Gerakan 30 September 1965.

(PKI)

Artikel ini telah tayang di dengan judul "Supersemar: Latar Belakang, Isi, dan Tujuan", Klik untuk baca: .
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Nibras Nada Nailufar

Download aplikasi untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android:
iOS:

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

30

RIFA ALIFIA KHAIRUNNISA

Ini yang aku cari!

Made Dwi Aryana

Ini yang aku cari!

Sripuspa Ayudewi

Pembahasan lengkap banget

Iklan

Pertanyaan serupa

Dalam rangka melakukan perbaikan ekonomi, pemerintah mengeluarkan Deklarasi Ekonomi. DeklarasiEkonomi dibuat oleh Panitia Tiga Belas. Salah satu tokoh dalam panitia tersebutadalah Ali Sastroamidjojo y...

3

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia