Roboguru

Peringatan 10 Muharram untuk memperingati kematian Husein cucu Nabi Muhammad SAW di Pariaman Sumatra Barat disebut ...

Pertanyaan

Peringatan 10 Muharram untuk memperingati kematian Husein cucu Nabi Muhammad SAW di Pariaman Sumatra Barat disebut ...

Pembahasan Soal:

Peringatan 10 Muharram untuk memperingati kematian Husein cucu Nabi Muhammad SAW di Sumatra Barat disebut tabuik atau tabut dalam bahasa Indonesia. Perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Husein dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatra Barat. Peringatan ini menampilkan kembali pertempuran di Karbala dengan memainkan drum tassa dan dhol. Tabuik merupakan istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama proses upacara tersebut.

Jadi, peringatan 10 Muharram untuk memperingati kematian Husein cucu Nabi Muhammad SAW di Pariaman Sumatra Barat disebut upacara Tabuik.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Rumuskan nilai-nilai karakter yang dapat diperoleh setelah belajar perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia!

Pembahasan Soal:

Banyak sekali nilai – nilai karakter yang dapat didapatkan setelah kita mempelajari perkembangan kerajaan – kerajaan Islam di Indonesia, antara lain: (1) nasionalisme, berasal dari dibuktikannya masa – masa keemasan kerajaan yang berhasil didapatkan dari usaha setiap elemen masyarakat. Gotong royong antara kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak kerajaan dan rakyat. (2) patriotisme, yaitu sebuah rasa rela berkorban untuk membela hak mereka melawan segala bentuk perlawanan dari pihak asing yang ingin merebut apa yang mereka miliki.space space

Jadi kesimpulannya adalah dari perjuangan dan perkembangan kerajaan - kerajaan Islam di Indonesia kita dapat mempelajari bahwa adanya rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.

0

Roboguru

Jelaskan 3 proses pertukaran budaya Islam di Indonesia!

Pembahasan Soal:

Pada perkembangan budaya Islam di Indonesia, terjadi akulturasi budaya pra-Islam dan budaya Islam dalam berbagai bentuk, antara lain seni bangunan, seni ukir atau seni pahat, dan kesenian

Dalam seni bangunan Islam, ada perpaduan antara unsur Islam dengan budaya pra-Islam yang sudah lebih dulu ada. Seni bangunan Islam yang menonjol adalah masjid. Bangunan masjid-masjid kuno di Indonesia mempunyai ciri-ciri antara lain: Atap berupa tumpang atau bersusun. Semakin ke atas semakin kecil, tingkat paling atas berbentuk limas, jumlah tumpang selalu ganjil (gasal) tiga atau lima. Atap demikian disebut meru. Atap masjid biasanya masih diberi puncak (kemuncak) yang disebut mustaka. Tidak ada menara yang berfungsi sebagai tempat mengumandangkan adzan, berbeda dengan masjid-masjid di luar Indonesia. Makam-makam di tempat-tempat tinggi atau bukit menunjukkan akulturasi. Contoh makam Islam berupa bangunan berbentuk gunungan dengan unsur meru adalah makam Sultan Iskandar Tsani di Aceh.

Dalam seni ukir atau seni pahat Islam
Pada masa perkembangan Islam di zaman madya, seni patung kurang mengalami perkembangan tetapi seni ukir atau seni pahat yang berkembang pesat. Faktor penyebabnyanya adalah adanya ajaran Islam bahwa seni ukir, seni patung dan seni lukis makhluk hidup (hewan dan manusia) tidak diperbolehkan. Ajaran tersebut ditaati masyarakat muslim di Indonesia. Meski seni patung untuk menggambarkan makhluk hidup secara nyata tidak diperbolehkan tetapi seni pahat atau seni ukir terus berkembang.

Dalam kesenian Islam
Pada masa praaksara wayang atau pertuunujukan bayang-bayang telah dilakukan sebagai salah satu media penghubung antara anusia da roh enek moyang. Dan ketika Hindu-Buddha masuk pertunjukan wayang disesuikan dengan pola yang sudah ada. Melihat wayang begitu digemari oleh masyarakat, Walisongo menggunakannya sebagai media penyebaran Islam. Pertunjuka yang menampian Tuhan dan Dewa dalam wujud manusia dilarang dan muncullah boneka wayang yang terbuat dari kulit karenanya disebut wayag kulit.

Dengan demikian 3 proses pertukaran budaya Islam di Indonesia dalam berbentuk, antara lain seni bangunan dilihat dari bentuk bangunan masjid seperti bangunan candi, seni ukir atau pahat yang berkembang menjadi kaligrafi dan seni pertunjukan berupa wayang disesuikan dengan kubayaan Islam oleh Walisongo.

0

Roboguru

Tarian hadrah dalam sejarahnya bertujuan untuk…

Pembahasan Soal:

Tarian Hadrah adalah sebuah tarian yang bernafaskan Islami dengan menggunakan properti berupa rebana sambil melantunkan syair puji-pujian kepada Tuhan dan Rasulnya. Menurut sejarahnya, tarian ini merupakan penyambutan kedatangan Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah yang disambut oleh para kaum Anshar dengan tarian dan nyanyian serta diiringi dengan suasana yang ceria.

0

Roboguru

Tradisi sekaten merupakan perpaduan kepercayaan asli masyarakat Indonesia dengan ....

Pembahasan Soal:

Tradisi sekaten merupakan tradisi atau kegiatan yang bertujuan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kata sekaten sendiri diadaptasi dari kata syahadatain yang berarti persaksian (syahadat) yang dua. Tradisi Sekaten berawal dari era Kerajaan Demak yang bermaksud menggelar acara untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut diramaikan dengan tabuhan gamelan Jawa yang selanjutnya membuat banyak orang berdatangan dan tertarik dengan ajaran Islam. Tradisi sekaten semakin eksis atau berkembang luas pada masa Kerajaan Mataram Islam. Tradisi sekaten dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat karena menggabungkan tradisi asli Nusantara, Hindu, Buddha, dan Islam.

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah C.

0

Roboguru

Buatlah penjelasan dan Rumuskan nilai-nilai karakter yang dapat diperoleh setelah belajar perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia! Nilai apa saja yang sekiranya dapat kamu amalkan

Pembahasan Soal:

Kerajaan-kerajan Islam sebagai pusat kekuasaan di Indonesia sangat jelas berpengaruh dalam proses Islamisasi dan pendidikan Islam di Indonesia, yaitu sebagai suatu wdah atau lembaga yang dapat mempermudah penyebaran Islam di Indonesia. Ketika kekuasaaan politik Islam semakin kokoh dengan munculnya kerajan-kerajaan Islam, pendidikan semakin memperoleh perhatian, karena kekuataan poltik di gabungkan dngan semangat para mubaligh (pengajar agama) untuk mengajarkan Islam merupakan cara mempercepat tersebarnya Islam di wilayah Indonesia. Nilai-nilai karakter dari perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia adalah adanya Nasionalisme, yaitu rasa cinta raja dan rakyat terhadap kerajaan atau kesultananya. Dibuktikan dengan masa-masa keemasan atau kejayaan kerajaan yang merupakan hasil dari kerjasama antara raja dan rakyatnya. Dan adanya Patriotisme, yaitu rasa rela berkorban raja dan rakyatnya untuk kerajaannya. Dibuktikan dengan perlawanan-perlawanan yang dilakukan untuk menghadapai penjajahan dari Belanda (VOC). Nilai-nilai karakter yang dapat diperoleh setelah belajar perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Dapat mengetahui sejarah perkembangan Islam di negara Indonesia.
  2. Lebih menghargai tentang nilai-nilai agama Islam, serta para penganut agama muslim di Indonesia.
  3. Lebih mengenali kekayaan akulturasi di Indonesia
  4. Kita bisa meniru keberanian leluhur kita dalam menyebarkan Islam.


Dengan demikian Nilai-nilai karakter yang dapat diperoleh setelah belajar perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dapat mengetahui sejarah perkembangan Islam di negara Indonesia, lebih menghargai tentang nilai-nilai agama Islam, lebih mengenali kekayaan akulturasi di Indonesia, dan kita bisa meniru keberanian leluhur kita dalam menyebarkan Islam.space space 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved