Iklan

Pertanyaan

Perhatikan teks tajuk rencana berikut! Banjir masih menjadi momok bagi warga Kota Medan.Hujan tigajam saja, beberapa kawasan sudah terendam. Apa lagi hujan berhari-hari, sebagian warga terpaksa mengungsi akibat rumahnya dilanda banjir. Analisis tentang penyebab banjir sebenarnya sudah lama dilakukan dan semua instansi telah mengetahuinya. Penyebab banjir tersebut diantaranya sungai semakin menyempit, dipenuhi sampah, dan didesak permukiman warga. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Fakta di lapangan, masih banyak orang membuang sampah secara langsung ke sungai. Permukiman di daerah aliran sungai tidak terkendali. Minimnya penertiban seolah menjadi sinyal melegalkan tindakan membangun rumah mah di tepi sungai. Akibatnya, sungai menjadi menyempit di beberapa titik. Saat hujan sungai tidak mampu menampung dan mengakibatkan banjir. Penyebab lainnya daerah resapan air makin berkurang, serta banyak jalur hijau yang seharusnya ditanami pohon, malah diisi bangunan. Meskipun ada rencana tata ruang, acapkali dilanggar dengan berbagai dalih titik banjir juga dipicu buruknya drainase di kawasan perkotaan. Selain dipenuhi sampah dan lumpur, di atasnya ada bangunan. Memang ada upaya membersihkan relasi tersebut, tapi belum mengimbangi proses penyumbatannya. Hasilnya, saat air menggenang di jalan, drainase tidak mampu menyerapnya. Sungguh mengejutkan pengakuan Kepala Bappeda Medan saat rapat di DPRD Medan yang menyebutkan hanya 10 persendari drainaseyang berfungsi. Pantas saja banjir masih menjadi langganan kota ini. Anehnya, banyak parit yang selalu kering malah ikut masuk proyek pelebaran. Pemkot Medan tidak boleh membiarkan hal tersebut terlalu lama dan harus ada revitalisasi drainase yang tidak berfungsi.DPRD sebenarnya tidak mendesak dengan menaiki peta drainasekota ini. Buruknya penanganan drainase menjadi indikasi kota ini tidak siap menghadapi curah hujan yang tinggi. Bagaimana memompa air, jika tidak ada saluran yang tersedia dan benar-benar fungsi. Wali kota Medan ke depan harus menjadikan perbaikan drainase sebagai prioritas. Pembuatan peta saluran air yang berdasarkan data terbaru sebaiknya menjadi titik awal melakukan pembenahan. Peta tersebut harus dikuasai hingga ke tingkat kepala lingkungan, jika ada masalah bisa segera ditanggulangi. (Disadur dari: https://hariansib.com/Tajuk-Rencana/Peta-Drainase-Kota-Medan, diunduh 11 Maret 2020) Tentukan solusi atau saran dalam kutipan teks editorial berikut!

Perhatikan teks tajuk rencana berikut!
 

    Banjir masih menjadi momok bagi warga Kota Medan. Hujan tiga jam saja, beberapa kawasan sudah terendam. Apa lagi hujan berhari-hari, sebagian warga terpaksa mengungsi akibat rumahnya dilanda banjir. Analisis tentang penyebab banjir sebenarnya sudah lama dilakukan dan semua instansi telah mengetahuinya. Penyebab banjir tersebut diantaranya sungai semakin menyempit, dipenuhi sampah, dan didesak permukiman warga. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Fakta di lapangan, masih banyak orang membuang sampah secara langsung ke sungai.

    Permukiman di daerah aliran sungai tidak terkendali. Minimnya penertiban seolah menjadi sinyal melegalkan tindakan membangun rumah mah di tepi sungai. Akibatnya, sungai menjadi menyempit di beberapa titik. Saat hujan sungai tidak mampu menampung dan mengakibatkan banjir. Penyebab lainnya daerah resapan air makin berkurang, serta banyak jalur hijau yang seharusnya ditanami pohon, malah diisi bangunan. Meskipun ada rencana tata ruang, acapkali dilanggar dengan berbagai dalih titik banjir juga dipicu buruknya drainase di kawasan perkotaan. Selain dipenuhi sampah dan lumpur, di atasnya ada bangunan. Memang ada upaya membersihkan relasi tersebut, tapi belum mengimbangi proses penyumbatannya. Hasilnya, saat air menggenang di jalan, drainase tidak mampu menyerapnya.

    Sungguh mengejutkan pengakuan Kepala Bappeda Medan saat rapat di DPRD Medan yang menyebutkan hanya 10 persen dari drainase yang berfungsi. Pantas saja banjir masih menjadi langganan kota ini. Anehnya, banyak parit yang selalu kering malah ikut masuk proyek pelebaran.

    Pemkot Medan tidak boleh membiarkan hal tersebut terlalu lama dan harus ada revitalisasi drainase yang tidak berfungsi. DPRD sebenarnya tidak mendesak dengan menaiki peta drainase kota ini. Buruknya penanganan drainase menjadi indikasi kota ini tidak siap menghadapi curah hujan yang tinggi. Bagaimana memompa air, jika tidak ada saluran yang tersedia dan benar-benar fungsi.

   Wali kota Medan ke depan harus menjadikan perbaikan drainase sebagai prioritas. Pembuatan peta saluran air yang berdasarkan data terbaru sebaiknya menjadi titik awal melakukan pembenahan. Peta tersebut harus dikuasai hingga ke tingkat kepala lingkungan, jika ada masalah bisa segera ditanggulangi.

(Disadur dari: https://hariansib.com/Tajuk-Rencana/Peta-Drainase-Kota-Medan, diunduh 11 Maret 2020)
 


Tentukan solusi atau saran dalam kutipan teks editorial berikut! 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

54

:

31

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

saran dari penulis pada teks editorial tersebut terdapat pada paragraf 4 dan 5.

saran dari penulis pada teks editorial tersebut terdapat pada paragraf 4 dan 5.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Teks editorial atau tajuk rencana merupakan artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran berupa pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa (berita) yang aktual, fenomenal, dan kontroversial. Dalam teks editorial ditemukan fakta dan opini. Saran merupakan salah satu jenis opini yang ada pada teks editorial. Saran diartikan sebagai masukan yang diberikan oleh penulis untuk dapat mengatasi masalah. Kalimat saran ditandai dengan kata sebaiknya, seharusnya, saran saya, dan sejenisnya. Pada teks editorial tersebut saran ditemukan pada paragraf 4 dan 5 Pemkot Medan tidak boleh membiarkan hal tersebut terlalu lama dan harus ada revitalisasi drainase yang tidak berfungsi. (paragraf 4) Wali Kota Madan ke depan harus menjadikan perbaikan drainase sebagai prioritas. Pembuata peta saluran air yang berdasarkan data terbaru sebaiknya menjadi titik awal melakukan pembenahan. Peta tersebut harus dikuasai hingga ke tingkat kepala lingkungan: jika ada masalah bisa segera ditanggulangi. (paragraf 5) Dengan demikian, saran dari penulis pada teks editorial tersebut terdapat pada paragraf 4 dan 5.

Teks editorial atau tajuk rencana merupakan artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran berupa pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa (berita) yang aktual, fenomenal, dan kontroversial.

Dalam teks editorial ditemukan fakta dan opini. Saran merupakan salah satu jenis opini yang ada pada teks editorial. Saran diartikan sebagai masukan yang diberikan oleh penulis untuk dapat mengatasi masalah. Kalimat saran ditandai dengan kata sebaiknya, seharusnya, saran saya, dan sejenisnya.

Pada teks editorial tersebut saran ditemukan pada paragraf 4 dan 5

  1. Pemkot Medan tidak boleh membiarkan hal tersebut terlalu lama dan harus ada revitalisasi drainase yang tidak berfungsi. (paragraf 4)
  2. Wali Kota Madan ke depan harus menjadikan perbaikan drainase sebagai prioritas. Pembuata peta saluran air yang berdasarkan data terbaru sebaiknya menjadi titik awal melakukan pembenahan. Peta tersebut harus dikuasai hingga ke tingkat kepala lingkungan: jika ada masalah bisa segera ditanggulangi. (paragraf 5) 

Dengan demikian, saran dari penulis pada teks editorial tersebut terdapat pada paragraf 4 dan 5.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Kalimat ajakan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

1

3.2

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia