Perhatikan teks berikut ini!     Harga gula di pasaran mengalami kenaikan hingga 19,2% jika dibandingkan harga acuan penjualan (ceiling price) di tingkat konsumen dengan besaran Rp12.500,00/kg sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Buntut panjang dari harga tinggi tentu berdampak pada konsumen maupun industri makanan dan minuman. Sejumlah pabrik makanan dan minuman geger sejak awal 2020 lantaran stok gula yang menipis dan membuat beberapa pabrik harus berhenti beroperasi semen tara karena kehabisan bahan baku pemanis.      Guna mengatasi kurangnya pasokan gula domestik, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 117/2015 telah memberlakukan kebijakan impor untuk menstabilkan harga gula (Pasal 4). Sayangnya, peraturan ini membuat mekanisme impor berjalan tidak efektif. Hal ini dikarenakan ruang bagi Pemerintah untuk mengintervensi pasar terlalu besar. Cara yang digunakan untuk membatasi impor dapat ditempuh melalui sistem kuota maupun dengan meminimalkan peran sektor swasta dalam kegiatan impor gula. Dengan besarnya porsi intervensi Pemerintah untuk mengatur impor justru berakibat tingkat persaingan dalam memperoleh lisensi impor menjadi tidak kompetitif. Bahkan, perizinan impor gula konsumsi yang diberikan Pemerintah tertahan di Kementerian Perdagangan.      Untuk mengatasi persoalan tersebut, ada beberapa rekomendasi kebijakan yang dapat diambil. Pertama, Pemerintah harus segera mederegulasi perizinan impor. Caranya dengan membuka keran perizinan impor kepada para importir swasta yang memenuhi syarat. Namun, Pemerintah juga harus memperhatikan betul rule of the game guna mencegah terjadinya praktik kartel dan permainan yang tidak sehat oleh para importir swasta. Kedua, meningkatkan produktivitas pertanian tebu dan revitalisasi pabrik gula. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan meningkatkan teknologi, seperti memperbarui kapital berupa mesin-mesin yang lebih canggih guna meningkatkan output yang dihasilkan, Ketiga, ada satu hal yang lebih penting selain meningkatkan teknologi, yaitu modernisasi sumber daya manusia (pekerja pabrik dan petani tebu). Dengan melakukan modernisasi sumber daya manusia tersebut kemajuan teknologi akan meresap ke dalam diri (embodied technology) dan mendorong peningkatan efisiensi. Disadur dari: https://nasional.sindonews.com/read/1548646/18/harga-gula-naik-lagi-ada-apa-1583539800, diunduh 16 Maret 2020 Temukan informasi pokok yang terdapat pada artikel tersebut!

Pertanyaan

Perhatikan teks berikut ini!


    Harga gula di pasaran mengalami kenaikan hingga 19,2% jika dibandingkan harga acuan penjualan (ceiling price) di tingkat konsumen dengan besaran Rp12.500,00/kg sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Buntut panjang dari harga tinggi tentu berdampak pada konsumen maupun industri makanan dan minuman. Sejumlah pabrik makanan dan minuman geger sejak awal 2020 lantaran stok gula yang menipis dan membuat beberapa pabrik harus berhenti beroperasi semen tara karena kehabisan bahan baku pemanis. 
    Guna mengatasi kurangnya pasokan gula domestik, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 117/2015 telah memberlakukan kebijakan impor untuk menstabilkan harga gula (Pasal 4). Sayangnya, peraturan ini membuat mekanisme impor berjalan tidak efektif. Hal ini dikarenakan ruang bagi Pemerintah untuk mengintervensi pasar terlalu besar. Cara yang digunakan untuk membatasi impor dapat ditempuh melalui sistem kuota maupun dengan meminimalkan peran sektor swasta dalam kegiatan impor gula. Dengan besarnya porsi intervensi Pemerintah untuk mengatur impor justru berakibat tingkat persaingan dalam memperoleh lisensi impor menjadi tidak kompetitif. Bahkan, perizinan impor gula konsumsi yang diberikan Pemerintah tertahan di Kementerian Perdagangan. 
    Untuk mengatasi persoalan tersebut, ada beberapa rekomendasi kebijakan yang dapat diambil. Pertama, Pemerintah harus segera mederegulasi perizinan impor. Caranya dengan membuka keran perizinan impor kepada para importir swasta yang memenuhi syarat. Namun, Pemerintah juga harus memperhatikan betul rule of the game guna mencegah terjadinya praktik kartel dan permainan yang tidak sehat oleh para importir swasta. Kedua, meningkatkan produktivitas pertanian tebu dan revitalisasi pabrik gula. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan meningkatkan teknologi, seperti memperbarui kapital berupa mesin-mesin yang lebih canggih guna meningkatkan output yang dihasilkan, Ketiga, ada satu hal yang lebih penting selain meningkatkan teknologi, yaitu modernisasi sumber daya manusia (pekerja pabrik dan petani tebu). Dengan melakukan modernisasi sumber daya manusia tersebut kemajuan teknologi akan meresap ke dalam diri (embodied technology) dan mendorong peningkatan efisiensi.


Disadur dari: https://nasional.sindonews.com/read/1548646/18/harga-gula-naik-lagi-ada-apa-1583539800, diunduh 16 Maret 2020


Temukan informasi pokok yang terdapat pada artikel tersebut!space 

  1. ...undefined 

  2. ...undefined 

R. Trihandayani

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

informasi pokok yang ada pada artikel di atas adalah upaya dan rekomendasi untuk mengatasi lonjakan harga gula.undefined 

Pembahasan

Pembahasan

Artikel adalah karangan berisi fakta dan opini yang dibuat untuk dipublikasikan di media cetak maupun media sosial. 

Dalam artikel terdiri dari beberapa paragraf yang mengandung ide pokok. Dalam sebuah paragraf, ide pokok biasanya berada di awal, akhir, maupun awal dan akhir paragraf. Ide pokok biasanya berisi informasi inti atau informasi pokok dari sebuah teks yang disajikan. Terdapat beberapa cara untuk menentukan informasi inti tersebut. Salah satu cara untuk menentukan informasi inti adalah dengan menentukan ide pokok dari setiap paragraf.

Pada paragraf pertama, ide pokok berada di awal paragraf yaitu harga gula yang mengalami kenaikan hingga 19,2%.

Pada paragraf kedua, ide pokok berada di awal paragraf yaitu pemberlakuan impor untuk menstabilkan harga gula.

Pada paragraf ketiga, ide pokok berada di awal paragraf yaitu pemberian beberapa rekomendasi untuk mengatasi harga gula yang mengalami kenaikan.

Jadi, informasi pokok yang ada pada artikel di atas adalah upaya dan rekomendasi untuk mengatasi lonjakan harga gula.undefined 

129

5.0 (1 rating)

Pertanyaan serupa

Makna istilah yang tercetak kapital pada paragraf di atas adalah ....

26

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Fitur Roboguru

Topik Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia