Iklan

Pertanyaan

Perhatikan siklus hidup cacing hati berikut ini: telur (keluar bersama feses) → mirasidium → sporokista → redia → serkaria → metaserkaria → cacing dewasa (di hati hewan ternak) → telur. Jika di suatu perairan terjadi penurunan jumlah siput Lymnaea sp. secara drastis akibat limbah industri, maka akan terjadi penurunan junlah caving hati karena ….

Perhatikan siklus hidup cacing hati berikut ini:

telur (keluar bersama feses) → mirasidium → sporokista → redia → serkaria → metaserkaria → cacing dewasa (di hati hewan ternak) → telur.

Jika di suatu perairan terjadi penurunan jumlah siput Lymnaea sp. secara drastis akibat limbah industri, maka akan terjadi penurunan junlah caving hati karena ….

  1. Siput adalah makanan utama hewan ternak

  2. Siput adalah inang utama dari cacing hati

  3. mirasidium tidak dapat berkembang menjadi sporokista

  4. Hewan ternak menjadi hewan perantara cacing

  5. tahapan terbentuknya gamet terjadi di tubuh siput

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

09

:

16

:

03

Klaim

Iklan

L. Indah

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jika terjadi penurunan populasi Lymnaea, maka mirasidium tidak dapat berkembang menjadi sporokista kemudian redia serta serkaria.

jika terjadi penurunan populasi Lymnaea, maka mirasidium tidak dapat berkembang menjadi sporokista kemudian redia serta serkaria.

Pembahasan

Cacing hati memiliki 2 inang untuk menjalankan tahapan hidupnya. Inang utama adalah hewan ternak seperti sapi, kambing, babi dan inang perantara yaitu siput air (Lymnaea sp.) yang merupakan inang perantara. Setelah telur keluar dari tubuh hewan ternak maka telur akan menetas menjadi mirasidium. Mirasidium memerlukan siput air untuk melangsungkan tahapan hidupnya yakni akan berkembang menjadi sporokista kemudian menjadi redia serta serkaria. Serkaria yang memiliki ekor akan keluar dari tubuh siput dan akan menjadi metaserkaria yang menempel pada rumput dan jik rumput dimakan, maka metaserkaria akan masuk ke dalam tubuh hewan ternak dan akan menjadi cacing dewasa di hati hewan ternak. Sehingga jika terjadi penurunan populasi Lymnaea, maka mirasidium tidak dapat berkembang menjadi sporokista kemudian redia serta serkaria.

Cacing hati memiliki 2 inang untuk menjalankan tahapan hidupnya. Inang utama adalah hewan ternak seperti sapi, kambing, babi dan inang perantara yaitu siput air (Lymnaea sp.) yang merupakan inang perantara. Setelah telur keluar dari tubuh hewan ternak maka telur akan menetas menjadi mirasidium. Mirasidium memerlukan siput air untuk melangsungkan tahapan hidupnya yakni akan berkembang menjadi sporokista kemudian menjadi redia serta serkaria. Serkaria yang memiliki ekor akan keluar dari tubuh siput dan akan menjadi metaserkaria yang menempel pada rumput dan jik rumput dimakan, maka metaserkaria akan masuk ke dalam tubuh hewan ternak dan akan menjadi cacing dewasa di hati hewan ternak.

Sehingga jika terjadi penurunan populasi Lymnaea, maka mirasidium tidak dapat berkembang menjadi sporokista kemudian redia serta serkaria.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Dhea Alecia Ingka Hanggra Heny

Makasih ❤️

Iklan

Pertanyaan serupa

Cacing yang dalam daur hidupnya memiliki hospes perantara siput Lymnaea adalah ... (1) Lumbricus terestris (2) Trichinella spiralis (3) Taenia saginata (4) Fasciola hepatica

1

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia