Iklan

Iklan

Pertanyaan

Perhatikan nama operasi penumpasan berikut! Operasi Mena I Operasi Tegas Operasi Saptamarga I Operasi Sadar Operasi untuk menumpas Permesta ditunjukkan pada nomor...

Perhatikan nama operasi penumpasan berikut!

  1. Operasi Mena I
  2. Operasi Tegas
  3. Operasi Saptamarga I
  4. Operasi Sadar

Operasi untuk menumpas Permesta ditunjukkan pada nomor... 

  1. 1 ) dan 2)

  2. 1 ) dan 3)

  3. 2) dan 3)

  4. 2) dan 4)

  5. 3) dan 4)

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pembahasan

Pembahasan
lock

Pada 1957, Gubernur Sulawesi Andi Pangerang Pettarani bertemu dengan Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo dan Menteri Dalam Negeri R. Sunarjo. Saat itu, Gubernur Pangerang mendesak pemerintah pusat agar mengupayakan otonomi yang lebih besar, khususnya di Indonesia Timur. Selain itu, Pangerang juga meminta pembagian pendapatan pemerintah yang lebih banyak bagi daerah guna melaksanakan proyek pembangunan lokal.Namun, pemerintah tetap tidak melakukan apa-apa. Sampai akhirnya pada akhir Februari 1957, Andi Burhanuddin dan Henk Rondonuwu sebagai delegasi dari Sulawesi dikirim ke Jakarta untuk kembali mendesak pemerintah pusat.Namun upaya mereka tetap juga gagal sehingga pada 2 Maret 1957, Panglima TT-VII Letkol Ventje Sumual memproklamasikan keadaan perang untuk seluruh wilayah Indonesia Timur.Sebelumnya Sumual juga turut datang ke Jakarta guna mendesak hal yang sama kepada pemerintah pusat. Untuk mendamaikan antara kubu Permesta dengan pemerintah pusat, maka pada 5 Januari 1960 diselenggarakan sebuah perundingan.Perundingan tersebut dihadiri oleh Tumbelaka seorang Panglima TT-V/Brawijaya dan Samuel Hein "Tjame" Ticoalu, seorang kurir.Tumbelaka saat itu meminta Tjame untuk masuk ke daerah Permesta dan menyampaikan pesan kepada Somba, salah satu pemimpin Permesta untuk mencari solusi yang terbaik terhadap masalah yang sedang berlanjut.Perundingan ini pun memakan waktu yang tidak sebentar, karena dibutuhkan persetujuan di antara kedua belah pihak.Sampai akhirnya pada 17 Desember 1960, Permesta menyetujui untuk mengakhiri pemberontakan mereka. Berakhirnya pemberontakan ini, karena keputusan pemerintah pusat yang bersedia membagi Provinsi Sulawesi menjadi dua provinsi yaitu Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, ibukota di Manado.Permesta resmi berakhir setelah Somba bersedia untuk menyerahkan diri dan menandatangani sebuah pernyataan dan naskah penyelesaian Permesta.Pemberian amnesti dan abolisi kepada mereka yang terlibat Permesta juga diberikan bersamaan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 322 tahun 1961. Untuk menumpas pemberontakan, pemerintah melancarkan beberapa operasi militer, yaitu Operasi Merdeka, Operasi Tegas, dan Operasi Sadar. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawaban yang tepat adalah D.

Pada 1957, Gubernur Sulawesi Andi Pangerang Pettarani bertemu dengan Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo dan Menteri Dalam Negeri R. Sunarjo.  Saat itu, Gubernur Pangerang mendesak pemerintah pusat agar mengupayakan otonomi yang lebih besar, khususnya di Indonesia Timur.  Selain itu, Pangerang juga meminta pembagian pendapatan pemerintah yang lebih banyak bagi daerah guna melaksanakan proyek pembangunan lokal. Namun, pemerintah tetap tidak melakukan apa-apa. Sampai akhirnya pada akhir Februari 1957, Andi Burhanuddin dan Henk Rondonuwu sebagai delegasi dari Sulawesi dikirim ke Jakarta untuk kembali mendesak pemerintah pusat. Namun upaya mereka tetap juga gagal sehingga pada 2 Maret 1957, Panglima TT-VII Letkol Ventje Sumual memproklamasikan keadaan perang untuk seluruh wilayah Indonesia Timur. Sebelumnya Sumual juga turut datang ke Jakarta guna mendesak hal yang sama kepada pemerintah pusat.

Untuk mendamaikan antara kubu Permesta dengan pemerintah pusat, maka pada 5 Januari 1960 diselenggarakan sebuah perundingan. Perundingan tersebut dihadiri oleh Tumbelaka seorang Panglima TT-V/Brawijaya dan Samuel Hein "Tjame" Ticoalu, seorang kurir. Tumbelaka saat itu meminta Tjame untuk masuk ke daerah Permesta dan menyampaikan pesan kepada Somba, salah satu pemimpin Permesta untuk mencari solusi yang terbaik terhadap masalah yang sedang berlanjut. Perundingan ini pun memakan waktu yang tidak sebentar, karena dibutuhkan persetujuan di antara kedua belah pihak. Sampai akhirnya pada 17 Desember 1960, Permesta menyetujui untuk mengakhiri pemberontakan mereka.  Berakhirnya pemberontakan ini, karena keputusan pemerintah pusat yang bersedia membagi Provinsi Sulawesi menjadi dua provinsi yaitu Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, ibukota di Manado. Permesta resmi berakhir setelah Somba bersedia untuk menyerahkan diri dan menandatangani sebuah pernyataan dan naskah penyelesaian Permesta. Pemberian amnesti dan abolisi kepada mereka yang terlibat Permesta juga diberikan bersamaan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 322 tahun 1961. Untuk menumpas pemberontakan, pemerintah melancarkan beberapa operasi militer, yaitu Operasi Merdeka, Operasi Tegas, dan Operasi Sadar.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawaban yang tepat adalah D.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

4

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Penumpasan pemberontakan Permesta di­selesaikan melalui operasi militer dan per­undingan damai. Uraikan jalannya penumpasan pemberontakan Permesta tersebut!

8

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia