Roboguru

Perhatikan nama-nama berikut! Aidit Ahmad Soebardjo Wikana Chaerul Saleh Golongan pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta sebelum pembacaan proklamasi kemerdekaan ditunjukkan oleh nomor....

Pertanyaan

Perhatikan nama-nama berikut!

  1. Aidit
  2. Ahmad Soebardjo
  3. Wikana
  4. Chaerul Saleh

Golongan pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta sebelum pembacaan proklamasi kemerdekaan ditunjukkan oleh nomor....

  1. (1), (2) dan (3) 

  2. (1), (3) dan (4) 

  3. (1), (2) dan (4)

  4. (2), (3) dan (4)

Pembahasan Soal:

Pada tangal 15 Agutus 1945, Jepang menyerah kalah kepada Sekutu. Pada tanggal yang sama golongan muda seperti Sutan Syahrir, Wikana, Darwis dan Chaerul Saleh telah menerima pula berita kabar menyerahnya Jepang. Malam harinya, Aidit menemui kawan-kawannya di asrama Badan Perwakilan Pelajar Indonesia (Baperpi) di Cikini 71. Ia juga menghubungi Wikana. Tujuannya, mengajak mereka datang ke belakang Laboratorium Bakteriologi Eijkmann Institute untuk mengikuti rapat golongan muda yang dipimpin oleh Chaerul Saleh yang akan membicarakan mengenai pelaksanaan proklamasi tanpa campur tangan jepang. Rapat tersebut menghasilkan keputusan yaitu mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia malam itu juga. Namun saat itu Bung Karno dan Bung Hatta menolak usulan tersebut. Sehingga pada 16 Agustus 1945 dini hari, yaitu sekitar pukul 04.00, sejumlah pemuda antara lain Sukarni, Wikana dan Chaerul Saleh memaksa membawa Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Peristiwa inilah yang kemudian disebut Peristiwa Rengasdengklok.

Berdasarkan penjelasan di atas maka jawaban yang tepat adalah B

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Setelah peristiwa Rengasdengklok, Sokarno-Hatta bertemu dengan Nishimura yang menjabat sebagai kepala Urusan Umum Pemerintahan Jepang di Indonesia. Pertemuan tersebut bertujuan...

Pembahasan Soal:

Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta setelah sehari sebelumnya diculik oleh golongan muda ke Rengasdengklok. Setibanya di Jakarta bersama-sama mereka menuju rumah Laksamana Maeda. Mereka bertiga lalu pergi untuk menemui Kepala Pemerintahan Militer Jepang Jenderal Moichiro Yamamoto dan Direktur Urusan Umum Pemerintahan Militer Jepang Jenderal Otoshi Nishimura. Pertemuan itu untuk menanyakan mengenai kemerdekaan Indonesia. Sesampainya di rumah Yamamoto, Yamamoto menolak menemui mereka dengan alasan telah larut malam, sedangkan Nishimura bersedia menemui mereka, tapi tetap tidak mau mengubah "status quo" dan tidak memberikan kejelasan mengenai kapan tepatnya Indonesia akan merdeka.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawabannya adalah untuk menanyakan mengenai kemerdekaan Indonesia.

0

Roboguru

Mengapa terjadi ketegangan antara golongan muda dan golongan tua dalam menentukan proklamasi?

Pembahasan Soal:

Proses Kemerdekaan Indonesia sangatlah panjang. Pada saat Jepang menyatakan menyerah kepada sekutu tanpa syarat, otomatis seluruh jajahan jepang menjadi daerah tanpa penguasa. Hal ini lah yang kemudian dimanfaatkan oleh golongan muda di Indonesia untuk mendesak golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun Golongan tua tidak setuju, sehingga untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai hal ini, golongna tua ini diasingkan ke Rengasdengklok oleh golongan muda. Hal ini agar golongan tua ini tidak dipengaruhi oleh kelompok yang pro jepang atau belanda.

Dengan demikian, terjadi ketegangan antara golongan muda dan golongan tua dalam menentukan proklamasi disebabkan adanya perbedaan pendapat mengenai kapan dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan Indonesia.

0

Roboguru

Pada malam hari, 16 Agustus 1945, pukul 20.00 WIB, Soekarno-Hata beserta rombongan berangkat menuju Jakarta, ibu Fatmawati dan anaknya yang ikut dibawa ke Rengasdengklok. Rombongan selanjutnya melanju...

Pembahasan Soal:

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan terhadap Soekarno dan Hatta yang terjadi pada 16 Agustus 1945.  Peristiwa ini diawal dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu dalam Perang Dunia ke-II. Peristiwa ini diketahui oleh para pemuda dari golongan muda hingga, informasinya sampai ke kelompok golongan tua. Dampaknya adalah muncul ketegangan karena perbedaan pendapat antara dua golongan ini. Golongan tua dan golongan muda memiliki perbedaan pendapat terkait kapan waktu yang tepat untuk mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Golongan tua yang diwakili Soekarno-Hatta menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui PPKI, badan buatan Jepang. Merasa tidak puas dengan jawaban tersebut, para golongan muda pun lantas menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Setelah Soekarno dan Hatta diculik ke Rengasdengklok, Soekarno di hadapan Shodanco Singgih memutuskan untuk bersedia mengadakan proklamasi setelah ia kembali ke Jakarta.  Golongan tua dan golongan muda pun menyepakati keputusan bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilakukan di Jakarta oleh Soekarno.  Hasil setelah terjadinya Peristiwa Rengasdengklok adalah Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. 

Dengan demikian, peristiwa Rengasdengklok memiliki pengaruh yang sangat besar dalam penentuan tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia.

0

Roboguru

Siapa yang menculik Ir. Soekarno dan Moh.Hatta ke Rengasdengklok?

Pembahasan Soal:

Informasi kekalahan Jepang dari Sekutu telah menjadi sumber ketegangan baru dikalangan kaum aktivis dan tokoh pergerakan nasional, terutama antara golongan tua dan golongan muda. Ketegangan antara golongan tua dan golongan tua terjadi karena adanya perbedaan sikap mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia. Golongan muda ingin proklamasi kemerdekaan dilakukan secepat mungkin tanpa adanya campur tangan Jepang, sedangkan golongan tua menghendaki sikap kooperatif dengan Jepang melalui PPKI.

Pada 16 Agustus 1945 dini hari, yaitu sekitar pukul 04.00 sejumlah pemuda antara lain Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh memaksa membawa Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Peristiwa ini yang kemudian hari disebut Peristiwa Rengasdengklok. Aksi "penculikan" ini mengecewakan Bung Karno. Namun golongan muda menganggap sebagai sebuah tindakan patriotik. Rapat PPKI yang dijadwalkan pukul 10.00 tanggal 16 Agustus pun tidak jadi dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat juga tidak tahu tentang terjadinya peristiwa "penculikan" tersebut.

Di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta kembali didesak oleh golongan muda agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Golongan muda berusaha meyakinkan Soekarno dan Hatta bahwa Jepang sudah menyerah dan rakyat siap melawan Jepang apapun risikonya. Namun Soekarno dan Hatta tetap bergeming. Sementara itu, pada hari yang sama di Jakarta, terjadi kesepakatan antara wikana yang mewakili golongan mudan dan Achmad Soebardjo yang mewakili golongan tua. Isi kesepakatan itu adalah  bahwa proklamasi akan dilaksanakan paling lambat tanggal 17 Agustus. Atas kesepakatan tersebut, Achmad Soebardjo bergegas ke Rengasdengklok dan membawa Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk kemudian segera menyusun naskah proklamasi kemerdekaan.

Dengan demikian, yang menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok adalah Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh

0

Roboguru

Terbentuknya badan perjuangan seperti API, PRI dan BARA dilatarbelakangi oleh faktor...

Pembahasan Soal:

Perjuangan Sukarni dan Adam Malik membentuk Komite van Aksi yang dimaksudkan sebagai gerakan yang bertugas dalam pelucutan senjata terhadap serdadu Jepang dan merebut kantor-kantor yang masih diduduki Jepang. Munculnya Komite van Aksi kemudian disusul dengan lahirnya berbagai badan perjuangan lainnya di bawah Komite van Aksi seperti API (Angkatan Pemuda Indonesia), BARA (Barisan Rakyat Indonesia)  dan BBI (Barisan Buruh Indonesia). Dengan munculnya badan-badan perjuangan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa di seluruh tanah air telah siap menggelorakan revolusi untuk membersihkan kekuatan Jepang dari Indonesia.

Dengan demikian, terbentuknya badan perjuangan seperti API, PRI dan BARA dilatarbelakangi oleh faktor keinginan bangsa Indonesia untuk menggelorakan revolusi dalam rangka membersihkan kekuatan Jepang dari Indonesia.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved