Kepercayaan Hindu Buddha, lahir dan berkembang di India kemudian tersebar ke seluruh dunia termasuk Nusantara (Indonesia). Beberapa ahli mengemukakan asumsi terkait penyebaran Hindu Buddha, di antaranya: (1) Teori Brahmana, dikemukakan oleh J.C. van Leur, (2) Teori Ksatria, dikemukakan oleh C.C. Berg, (3) Teori Waisya, dikemukakan oleh N.J. Krom, (4) Teori Arus Balik disampaikan oleh F.D.K Bosch, dan (5) Teori Sudra dikemukakan oleh van Faber. Berbagai asumsi atau teori yang dikemukakan oleh para ahli, tentu didasarkan pada bukti, meski demikian tidak bisa dilepaskan juga dari beberapa kelemahan dan kekurangan di dalamnya.
Dalam konteks Teori Waisya, sebagaimana yang disampaikan oleh N.J Krom, pada intinya mengatakan bahwa Hindu Buddha masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang dari India. Hal ini dipahami sebab dalam abad-abad awal masehi, hubungan dagang terjalin antara Indonesia dan India, terlebih posisi (Nusantara) Indonesia yang strategis, membuat aktivitas perdagangan ramai terjadi.
Adapun beberapa kelemahan Teori Waisya dalam konteks kedatangan dan penyebaran Hindu Buddha di Indonesia adalah bahwa golongan waisya (pedagang) tidak menguasai akses keagamaan dalam Hindu, yakni tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa sebagai media yang ada dalam Kitab Suci Weda. Oleh sebab itu, dipahami apabila para pedagang tidak serta membuat perubahan yang besar dalam tata keagamaan di Indonesia, karena pada awalnya mereka datang ke Indonesia dengan tujuan untuk perdagangan dan bukan keagamaan.
Jadi, opsi jawaban benar adalah C.