Iklan

Pertanyaan

Perhatikan percakapan berikut!


Amel: "Mau kemana. Lan!"

Wulan: "Mau ke pasar, Mel?"

Amel: "Tolong, belikan aku sayuran, ya?"

Wulan: "Baik, nanti aku belikan!"space

Perbaikilah kesalahan penggunaan tanda baca pada percakapan tersebut!

Perbaikilah kesalahan penggunaan tanda baca pada percakapan tersebut!space

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

10

:

57

:

41

Klaim

Iklan

N. Juliana

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Tanda baca itu sendiri menurut aturan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) memiliki beberapa jenis, diantaranya: Tanda titik, yaitu tanda baca yang berfungsi untuk mengakhiri sebuah kalimat. Tanda koma, yaitu tanda baca yang dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Pak, Bu, Mas, atau Dik dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. Tanda seru, yaitu tanda baca yang dipakai sesudah ungkapan dan pernyataan yang berupa seruan atau perintah, yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat. Tanda tanya, yaitu tanda baca yang berfungsi untuk menanyakan sesuatu. Berikut ini adalah analisis kesalahan penggunaan tanda baca pada kutipan teks percakapan di atas, yaitu: Pada percapakan pertama yang berbunyi Amel: "Mau kemana. Lan!" menjelaskan bahwa tokoh Amel sedang bertanya kepada Wulan, sehingga tanda baca yang sesuai adalah tanda tanya (?) bukan tanda seru (!). Pada percakapan kedua yang berbunyi Wulan: "Mau ke pasar, Mel?" menjelaskan bahwa tokoh Wulan menjawab pertanyaan dari tokoh Amel yang berisikan kata-kata untuk mengakhiri sebuah pertanyaan, sehingga tanda baca yang sesuai adalah tanda titik (.) bukan tanda tanya (?). Pada percakapan ketiga yang berbunyi Amel: "Tolong, belikan aku sayuran, ya?" menjelaskan tentang tokoh Amel yang sedang meminta tolong atau memerintahkan tokoh Wulan untuk membelikannya sayuran, sehingga tanda baca yang sesuai adalah tanda seru (!) bukan tanda tanya. Pada percakapan terakhir yang berbunyi Wulan: "Baik, nanti aku belikan!" merupakan pernyataan yang berisi untuk mengakhiri suatu kalimat atau percakapan, sehingga tanda baca yang sesuai adalah tanda titik (.) bukan tanda (!). Dengan demikian, perbaikan kesalahan penggunaan tanda baca pada percakapan tersebut adalah sebagai berikut: Amel: "Mau kemana. Lan?" Wulan: "Mau ke pasar, Mel." Amel: "Tolong, belikan aku sayuran, ya!" Wulan: "Baik, nanti aku belikan."

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.

Tanda baca itu sendiri menurut aturan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) memiliki beberapa jenis, diantaranya:

  • Tanda titik, yaitu tanda baca yang berfungsi untuk mengakhiri sebuah kalimat.
  • Tanda koma, yaitu tanda baca yang dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Pak, Bu, Mas, atau Dik dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.
  • Tanda seru, yaitu tanda baca yang dipakai sesudah ungkapan dan pernyataan yang berupa seruan atau perintah, yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
  • Tanda tanya, yaitu tanda baca yang berfungsi untuk menanyakan sesuatu.

Berikut ini adalah analisis kesalahan penggunaan tanda baca pada kutipan teks percakapan di atas, yaitu:

  • Pada percapakan pertama yang berbunyi Amel: "Mau kemana. Lan!" menjelaskan bahwa tokoh Amel sedang bertanya kepada Wulan, sehingga tanda baca yang sesuai adalah tanda tanya (?) bukan tanda seru (!).
  • Pada percakapan kedua yang berbunyi Wulan: "Mau ke pasar, Mel?" menjelaskan bahwa tokoh Wulan menjawab pertanyaan dari tokoh Amel yang berisikan kata-kata untuk mengakhiri sebuah pertanyaan, sehingga tanda baca yang sesuai adalah tanda titik (.) bukan tanda tanya (?).
  • Pada percakapan ketiga yang berbunyi Amel: "Tolong, belikan aku sayuran, ya?" menjelaskan tentang tokoh Amel yang sedang meminta tolong atau memerintahkan tokoh Wulan untuk membelikannya sayuran, sehingga tanda baca yang sesuai adalah tanda seru (!) bukan tanda tanya.
  • Pada percakapan terakhir yang berbunyi Wulan: "Baik, nanti aku belikan!" merupakan pernyataan yang berisi untuk mengakhiri suatu kalimat atau percakapan, sehingga tanda baca yang sesuai adalah tanda titik (.) bukan tanda (!).


Dengan demikian, perbaikan kesalahan penggunaan tanda baca pada percakapan tersebut adalah sebagai berikut:

Amel: "Mau kemana. Lan?"

Wulan: "Mau ke pasar, Mel."

Amel: "Tolong, belikan aku sayuran, ya!"

Wulan: "Baik, nanti aku belikan."space

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Perhatikan kutipan naskah drama berikut! Tri : “Kudengar, kamu baru saja mengunjungi ibumu. Betul?” Adit : “Begitulah.” Tri : “Bagaimana rasanya? Seneng, kan?” Adit : “Mana mungkin engg...

4

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia