Kalimat efektif adalah kalimat yang mudah dipahami oleh orang lain dengan tepat. Kalimat yang dimaksud bisa dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Terdapat beberapa syarat agar suatu kalimat bisa disebut sebagai kalimat efektif, yaitu sebagai berikut.
Kesatuan dalam kalimat efektif berarti adanya keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang digunakan. Ciri-ciri kesatuan dalam kalimat bisa berupa subjek dan predikat jelas, tidak terdapat subjek ganda, predikat tidak didahului dengan kata yang, dan sebagainya.
Contoh:
- Bahasa Indonesia yang berasal dari Melayu. (Salah)
- Bahasa Indonesia berasal dari Melayu. (Benar)
Dalam menyusun kalimat efektif, penulis harus berusaha menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Hemat di sini berarti tidak menggunakan kata-kata mubazir, tidak menjamakkan kata yang sudah berbentuk jamak, dan tidak mengulang subjek. Syarat kehematan ini membuat kalimat efektif menjadi padat dan berisi.
Contoh:
- Para tamu-tamu. (Salah)
- Para tamu/Tamu-tamu. (Benar)
Sesuai dengan karakteristiknya, kalimat efektif harus memiliki ide yang dapat diterima oleh akal. Selain itu, penulisannya harus sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Contoh:
- Mayat kucing yang meninggal itu sebelumnya mondar-mandir di sekitar rumah. (Salah)
- Sebelum meninggal, kucing yang ditemukan mayatnya itu sering mondar-mandir di sekitar rumah. (Benar)
Syarat ini masih berkaitan dengan kelogisan kalimat. Pilihan kata dalam menyusun kalimat harus berhubungan (koheren) sehingga membuat kalimat menjadi utuh dan tidak sumbang. Kepaduan pada kalimat bisa rusak apabila penulis salah menempatkan pola kalimat atau menyisipkan kata yang tidak sesuai dengan predikat dan objek.
Contoh:
- DPR membahas daripada kehendak rakyat. (Salah)
- DPR membahas kehendak rakyat. (Benar)
Keparalelan merupakan kesamaan bentuk yang digunakan dalam suatu kalimat. Apabila kata pertama berbentuk kata kerja, maka kata berikutnya juga harus berbentuk sama.
Contoh:
- Guru menjelaskan dan penerapan cara mitigasi bencana alam yang efektif. (Salah)
- Guru menjelaskan dan memaparkan cara mitigasi bencana alam yang efektif. (Benar)
Kalimat efektif bahasa Indonesia harus mengacu pada penulisan baik dan benar sesuai ejaan yang dianjurkan. Kaidah kebahasaannya mengikuti tata bahasa baku dalam PUEBI dan KBBI.
Teks tersebut merupakan bagian dari teks laporan hasil observasi mengenai destinasi hutan bambu. Terdapat kesalahan penggunaan ejaan yang ada pada kalimat nomor (5) yaitu menggunaan istilah varitas. Varitas merupakan bentuk tidak baku dari kata varietas. Menurut KBBI varietas merupakan kelompok tanaman (seperti perdu) dalam jenis atau spesies tertentu yang dapat dibedakan dari kelompok lain berdasarkan suatu sifat atau sifat tertentu. Selain kesalahan penggunaan ejaan, pada kalimat nomor (5) pun terdapat kurangnya menggunaan tanda baca koma (,) setelah kata dan.
Jika diubah kalimat tersebut berubah menjadi sebagai berikut.
Di sana setidaknya ada 25 varietas bambu, mulai petung, apus, tutul, kuning, pagar, amplex, dan banyak lagi.
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.