Roboguru

Penyerangan Batavia pada tahun 1628 dan 1629 diadakan pada masa....

Pertanyaan

Penyerangan Batavia pada tahun 1628 dan 1629 diadakan pada masa....

  1. Sultan Ageng Tirtayasa

  2.  Sultan Agung

  3. Amangkurat I

  4. Amangkurat II

  5. Raden Patah

Pembahasan Soal:

Penyerbuan di Batavia adalah serangan pada tahun 1628 dan tahun 1629 oleh Sultan Agung dari Kesultanan Mataram ke Batavia (sekarang Jakarta), pusat VOC di kepulauan Nusantara, pada tahun 1628 dengan tujuan untuk mengusir VOC dari Pulau Jawa. Pada tahun 1621 Mataram mulai menjalin hubungan dengan VOC.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Penyerangan Batavia pada tahun 1628 dan 1629 diadakan pada masa ...

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1619, ketika VOC berhasil menguasai Jayakarta dan kemudian diganti namanya dengan Batavia, membuat salah satu penguasa Kesultanan Mataram Islam, yakni Sultan Agung cemas. Beberapa hal yang membuat kecemasan itu muncul diantaranya: (1) kekhawatiran penguasaan VOC atas jalur perdagangan di pesisir Utara Jawa, dan (2) menghalangi ambisi Sultan Agung untuk menancapkan kekuasaan Mataram di seluruh Pulau Jawa. 
 Sejatinya hubungan diplomatik antara Sultan Agung dan VOC terjalin cukup erat, hal ini berkaitan dengan saling kirimnya duta perwakilan, akan tetapi hubungan keduanya putus setelah VOC menolak untuk memberikan bantuan kepada Mataram yang ketika itu sedang ada perang dengan Kerajaan Surabaya. Dari sini lah, keinginan Sultan Agung untuk mengusir VOC muncul, selain untuk kepentingan perluasan wilayahnya, juga ada keinginan untuk mengusir VOC dari Pulau Jawa. 
Pada tahun 1628, Sultan Agung mengirimkan utusan untuk menyampaikan tawaran damai dengan syarat-syarat perdamaian dari Mataram, namun usulan itu ditolak oleh VOC, sehingga keputusan untuk menyerang VOC di Batavia muncul pada tahun 1628-1629 dari Sultan Agung. 

Jadi, opsi jawaban benar adalah B.

Roboguru

Tujuan pasukan Kerajaan Mataram Islam (Sultan Agung) menyerang Batavia adalah....

Pembahasan Soal:

Penyerbuan di Batavia adalah serangan pada tahun 1628 dan tahun 1629 oleh Sultan Agung dari Kesultanan Mataram ke Batavia (sekarang Jakarta), pusat VOC di kepulauan Nusantara, pada tahun 1628 dengan tujuan untuk mengusir VOC (Belanda) dari Pulau Jawa.undefined

Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah Aundefined

Roboguru

Raja Mataram yang berusaha untuk merebut kembali Batavia dari tangan VOC adalah….

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1613, Mas Rangsang alias Sultan Agung naik takhta menjadi Sultan Mataram Islam. Di bawah pemerintahannya, mataram mencapai puncak kejayaan. Sejak muda, sultan yang dikenal memiliki kepribadian yang kuat, ulet dan berani ini memiliki cita-cita yaitu menyatukan Jawa di bawah kekuasaan Mataram. Hal ini terbukti ketika tahun 1615, Sultan Agung memulai ekspansinya dengan menyerang wilayah-wilayah yang belum takluk kepada Matarm, terutama wilayah pesisir seperti Lasem, Tuban, Madura, Surabaya, Madiun, Ponorogo, Blora dan Bojonegoro. Penaklukan atas baru berakhir pada tahun 1625, setelah hampir seluruh Jawa berada di bawah kekuasaan Mataram (kecuali Banten, Cirebon, Blambangan, dan Batavia). Sebenarnya pada tahun 1628 dan tahun 1629, Sultan Agung pernah berusaha menguasai Batavia yang merupakan pusat pemerintahan VOC, namun usaha ini mengalami kegagalan.

Serangan pertama tahun 1628 dipimpin oleh Tumenggung Baureksa, bupati Kendal. Pada serangan pertama ini gagal disebabkan kalah dalam persenjataan, stamina pasukan terkuras dan kekurangan bahan makanan. Selanjutnya serangan kedua dilaksanakan tahun 1629 dipimpin oleh Dipati Puger dan Dipati Purbaya. Akan tetapi kembali mengalami kegagalan yang disebabkan oleh pasukan Mataram kekurangan bahan makanan dan kelelahan, sehingga memilih untuk mundur.  
 

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah A.

Roboguru

Ekspedisi Demak berhasil menguasai Sunda Kelapa pada tahun 1527 dipimpin oleh ...

Pembahasan Soal:

Sunda Kelapa merupakan nama salah satu pelabuhan tertua yang ada di Indonesia, dan merupakan cikal bakal lahirnya Kota Jakarta. Sejarah pelabuhan ini sejatinya telah eksis dari abad ke-5 masehi ketika wilayah tersebut dikuasai oleh Kerajaan Tarumanegara. Meski demikian, sejak abad ke-12 masehi ketika Kerajaan Sunda berhasil menguasai Sunda Kelapa, pelabuhan ini berkembang menjadi salah satu pelabuhan yang penting, mengingat posisinya yang strategis di Pulau Jawa, sehingga jalur perdagangan yang melibatkan bangsa Arab, India, Tiongkok dan Portugis menjadikan pelabuhan ini sebagai salah satu perhatiannya. Portugis misalnya, yang menjalin hubungan dengan Kerajaan Sunda sehingga dapat memanfaatkan pelabuhan ini sebagai tempat kepentingan mereka dalam perdagangan di Nusantara.
Melihat hubungan antara Kerajaan Sunda dan Portugis, Kesultanan Demak melihat itu sebagai ancaman atas eksistensi mereka. Sebab itu, pada 22 Juni 1527, sebuah pasukan yang dipimpin oleh Fatahillah menyerang dan berhasil menguasai Sunda Kelapa. Atas kemenangan gemilang itu, pelabuhan yang semula bernama Sunda Kelapa diganti nama menjadi Jayakarta dan diperingati sebagai ulang tahun Kota Jakarta. 

Dengan demikian, opsi jawaban benar adalah A.
 

Roboguru

Tuliskan biografi singkat Sultan Ageng Tirtayasa!

Pembahasan Soal:

Sultan Agung Tirtayasa adalah putra dari Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad (Sultan Banten periode 1640-1650) dan Ratu Martakusuma yang lahir pada tahun 1631 dan wafat tahun 1692. Sejak kecil ia bergelar Pangeran Surya, kemudian ketika ayahnya wafat, ia diangkat menjadi Sultan Muda yang bergelar Pangeran Dipati. Setelah kakeknya meninggal dunia, ia diangkat sebagai Sultan Banten ke-6 dengan gelar Sultan Abu al-Fath Abdulfattah. Nama Sultan Ageng Tirtayasa berasal ketika ia mendirikan keraton baru di dusun Tirtayasa (terletak di Kabupaten Serang). Dia mendapat julukan Sultan Ageng Tirtayasa. Tirta berarti air, yasa berarti merencanakan atau membangun. Dengan demikian, tirtayasa mengandung arti perencanaan atau pembangunan irigasi untuk kepentingan pertanian sekaligus pertahanan. 

Dengan demikian, biografi singkat tentang Sultan Agung Tirtayasa adalah dia seorang putra dari Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad dan Ratu Martakusuma yang lahir pada tahun 1631 dan wafat tahun 1692. Nama kecilnya adalah Pangeran Surya, ia diangkat sebagai Sultan Banten ke-6 dengan gelar Sultan Abu al-Fath Abdulfattah.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved