Iklan

Pertanyaan

Pengaruh Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia di bidang kebudayaan...

Pengaruh Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia di bidang kebudayaan...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

59

:

10

Klaim

Iklan

L. Nikmah

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Jawaban terverifikasi

Jawaban

pengaruh Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia di bidang kebudayaan dapat dilihat dari adanya akulturasi budayapada kesusastraan, bahasa dan tulisan, serta bangunan candi.

pengaruh Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia di bidang kebudayaan dapat dilihat dari adanya akulturasi budaya pada kesusastraan, bahasa dan tulisan, serta bangunan candi.

Pembahasan

Agama Hindu-Buddha membawa pengaruh pada bidang kebudayaan di Indonesia, yakni dengan berakulturasi atau bercampur dan berpadu dengan kebudayaan lokal masyarakat Indonesia. Beberapa akulturasi budaya dapat terlihat dari. Kesusastraan, budaya tulisan melahirkan karya-karya sastra berupa kitab buah karya para pujangga Nusantara. Kitab ini berupa kumpulan kisah, catatan, atau laporan tentang suatu peristiwa, kadang di dalamnya juga terdapat mitos.Pengaruh akulturasi budaya ini paling jelas tampak pada upaya adaptasi yang dilakukan oleh sejumlah pujangga seperti Mpu Kanwa, Mpu Sedah, Mpu Dharmaja, dan Mpu Panuluh. Mereka melakukan adaptasi terhadap epic Mahabharata dan Ramayana disesuaikan dengan kondisi pada masa itu. Bahasa dan tulisan menggunakan Bahasa Sansekerta dengan huruf Pallawa atau jenis tulisan yang digunakan di bagian selatan India. Dalam perkembangannya, huruf Pallawa menjadi dasar dari huruf-huruf lain di Indonesia seperti huruf Kawi, Jawa Kuno, Bali Kuno, Lampung, Batak, dan Bugis-Makasar. Sementara, bahasan sansakerta mengalami stagnasi karena digunakan hanya dilingkungan terbatas yaitu di istana dan khusus digunakan oleh kalangan Brahmana. Budaya tulisan atau aksara dari masa Hindu-Budha di Nusantara dikuatkan oleh bukti-bukti berupa prasasti dan kitab. Bangunancandiyangbanyak didirikan pada masa pengaruh kebudayaan Hindu-Budha. Candi memiliki arti atau bentuk bangunan beragam misalnya candi yang berfungsi sebagai tempat peribadatan dan makam, candi pemandian suci (parthirtan).Candi terdiri atas tiga bagian, yaitu kaki bandi (bhurloka, alam dunia fana), tubuh candi (bhurwaloka, alam pembersihan jiwa), dan puncak candi (swarloka, alam jiwa suci). Namun, karena ciri akulturasi adalah dengan mempertahankan kekhasan budaya asalnya, maka terdapat perbedaan arsitektur yang cukup mencolok, salah satunya candi yang berada di kawasan Jawa Tengah (megah dan luas) dengan yang ada ada di Jawa Timur (ramping dan sederhana). Dengan demikian, pengaruh Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia di bidang kebudayaan dapat dilihat dari adanya akulturasi budayapada kesusastraan, bahasa dan tulisan, serta bangunan candi.

Agama Hindu-Buddha membawa pengaruh pada bidang kebudayaan di Indonesia, yakni dengan berakulturasi atau bercampur dan berpadu dengan kebudayaan lokal masyarakat Indonesia. Beberapa akulturasi budaya dapat terlihat dari.

 

  1. Kesusastraan, budaya tulisan melahirkan karya-karya sastra berupa kitab buah karya para pujangga Nusantara. Kitab ini berupa kumpulan kisah, catatan, atau laporan tentang suatu peristiwa, kadang di dalamnya juga terdapat mitos.Pengaruh akulturasi budaya ini paling jelas tampak pada upaya adaptasi yang dilakukan oleh sejumlah pujangga seperti Mpu Kanwa, Mpu Sedah, Mpu Dharmaja, dan Mpu Panuluh. Mereka melakukan adaptasi terhadap epic Mahabharata dan Ramayana disesuaikan dengan kondisi pada masa itu.
  2. Bahasa dan tulisan menggunakan Bahasa Sansekerta dengan huruf Pallawa atau jenis tulisan yang digunakan di bagian selatan India. Dalam perkembangannya, huruf Pallawa menjadi dasar dari huruf-huruf lain di Indonesia seperti huruf Kawi, Jawa Kuno, Bali Kuno, Lampung, Batak, dan Bugis-Makasar. Sementara, bahasan sansakerta mengalami stagnasi karena digunakan hanya dilingkungan terbatas yaitu di istana dan khusus digunakan oleh kalangan Brahmana. Budaya tulisan atau aksara dari masa Hindu-Budha di Nusantara dikuatkan oleh bukti-bukti berupa prasasti dan kitab.
  3. Bangunan candi yang banyak didirikan pada masa pengaruh kebudayaan Hindu-Budha. Candi memiliki arti atau bentuk bangunan beragam misalnya candi yang berfungsi sebagai tempat peribadatan dan makam, candi pemandian suci (parthirtan). Candi terdiri atas tiga bagian, yaitu kaki bandi (bhurloka, alam dunia fana), tubuh candi (bhurwaloka, alam pembersihan jiwa), dan puncak candi (swarloka, alam jiwa suci). Namun, karena ciri akulturasi adalah dengan mempertahankan kekhasan budaya asalnya, maka terdapat perbedaan arsitektur yang cukup mencolok, salah satunya candi yang berada di kawasan Jawa Tengah (megah dan luas) dengan yang ada ada di Jawa Timur (ramping dan sederhana). 

Dengan demikian, pengaruh Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia di bidang kebudayaan dapat dilihat dari adanya akulturasi budaya pada kesusastraan, bahasa dan tulisan, serta bangunan candi.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

cha caa

sangat membantu 👍🏻😊

Iklan

Pertanyaan serupa

Jelaskan tentang makna akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam!

1

4.3

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia