Iklan

Pertanyaan

Pencemar udara, smog , diketahui mengandung gas nitrogen dioksida ( NO 2 ​ ). Adanya NO 2 ​ di udara dapat menyebabkan hujan asam karena NO 2 ​ dapat bereaksi dengan air membentuk gas nitrogen monoksida dan asam nitrat. Berdasarkan persamaan reaksi tersebut, tentukan: konfigurasi elektron setiap unsur berdasarkan per kulit maupun per subkulit; serta hibridisasi dan bentuk molekulnya.

Pencemar udara, smog, diketahui mengandung gas nitrogen dioksida (). Adanya  di udara dapat menyebabkan hujan asam karena  dapat bereaksi dengan air membentuk gas nitrogen monoksida dan asam nitrat.

Berdasarkan persamaan reaksi tersebut, tentukan:

  1. konfigurasi elektron setiap unsur berdasarkan per kulit maupun per subkulit; serta
  2. hibridisasi dan bentuk molekulnya.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

02

:

06

Klaim

Iklan

Q. 'Ainillana

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Konfigurasi elektron setiap unsur berdasarkan per kulit maupun per subkulit dicari dengan aturan Aufbau.Orbital NO 2 ​ sp 2 dengan bentuk molekul V, H 2 ​ O sp 3 dengan bentuk molekul V, NO sp 2 dengan bentuk molekul lineardan HNO 3 ​ sp 2 dengan bentuk molekul trigonal planar. Konfigurasi elektron adalah penataan elektron dari suatu atom ke dalam kulit dan subkulit atom. Konfigurasi elektron ditulis berdasarkan Aturan Aufbau yaitu konfigurasi elektron dimulai dari subkulit dengan tingkat energi paling rendah, diikuti subkulit dengan energi yang setingkat lebih tinggi, sampai semua elektron tersebar dalam subkulit atom. Konfigurasi setiap unsur adalah sebagai berikut: 1 ​ H = 1 s 1 7 ​ N = 1 s 2 2 s 2 2 p 3 8 ​ O = 1 s 2 2 s 2 2 p 4 Hibridisasi adalah proses pembentukan orbital karena adanya gabungan dua atau lebih orbital atom dalam suatu satuan atom. Hibridisasi proses bergabungnya orbital atom pusat dengan orbital atom lainnya sehingga terbentuk orbital hibrida. Hibridisasi terjadi sebagai bentuk penyetaraan tingkat energi melalui penggabungan antar orbital dan hanya dapat terjadi antara orbital–orbital atom dengan tingkat energi yang tidak berbeda jauh. Sedangkan bentuk molekul merupakan susunan atom-atom di dalam molekul dalam bentuk tiga dimensi. Hibridisasi ini akan membantu dalam menentukan bentuk molekul. Berikut cara sederhana menetukan hibridisasi molekul: X + Y = 2 (1s + 1p) orbital hibridanya X + Y = 3 (1s + 2p) orbital hibridanya sp 2 X + Y = 4 (1s + 3p) orbital hibridanya sp 3 X + Y = 5 (1s + 3p + 1d) orbital hibridanya sp 3 d X + Y = 6 (1s + 3p + 2d) orbital hibridanya sp 3 d 2 X + Y = 7 (1s +3p +3d) orbital hibridanya sp 3 d 3 Hibridisasi dan bentuk molekul masing-masing senyawa adalah sebagai berikut: NO 2 ​ : orbital sp 2 dengan bentuk molekul V H 2 ​ O :orbital sp 3 dengan bentuk molekul V NO :orbital sp 2 dengan bentuk molekul linear HNO 3 ​ :orbital sp 2 dengan bentuk molekul trigonal planar

Konfigurasi elektron setiap unsur berdasarkan per kulit maupun per subkulit dicari dengan aturan Aufbau. Orbital   dengan bentuk molekul V,   dengan bentuk molekul V,   dengan bentuk molekul linear dan   dengan bentuk molekul trigonal planar.

Konfigurasi elektron adalah penataan elektron dari suatu atom ke dalam kulit dan subkulit atom. Konfigurasi elektron ditulis berdasarkan Aturan Aufbau yaitu konfigurasi elektron dimulai dari subkulit dengan tingkat energi paling rendah, diikuti subkulit dengan energi yang setingkat lebih tinggi, sampai semua elektron tersebar dalam subkulit atom. Konfigurasi setiap unsur adalah sebagai berikut:

space

Hibridisasi adalah proses pembentukan orbital karena adanya gabungan dua atau lebih orbital atom dalam suatu satuan atom. Hibridisasi proses bergabungnya orbital atom pusat dengan orbital atom lainnya sehingga terbentuk orbital hibrida.  Hibridisasi terjadi sebagai bentuk penyetaraan tingkat energi melalui penggabungan antar orbital dan hanya dapat terjadi antara orbital–orbital atom dengan tingkat energi yang tidak berbeda jauh. Sedangkan bentuk molekul merupakan susunan atom-atom di dalam molekul dalam bentuk tiga dimensi. Hibridisasi ini akan membantu dalam menentukan bentuk molekul.

Berikut cara sederhana menetukan hibridisasi molekul:

X + Y = 2 (1s + 1p) orbital hibridanya sp 
X + Y = 3 (1s + 2p) orbital hibridanya  
X + Y = 4 (1s + 3p) orbital hibridanya  
X + Y = 5 (1s + 3p + 1d) orbital hibridanya  
X + Y = 6 (1s + 3p + 2d) orbital hibridanya  
X + Y = 7 (1s + 3p + 3d) orbital hibridanya 

Hibridisasi dan bentuk molekul masing-masing senyawa adalah sebagai berikut:

 : orbital  dengan bentuk molekul V

 : orbital  dengan bentuk molekul V

 : orbital  dengan bentuk molekul linear

 : orbital  dengan bentuk molekul trigonal planar

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Orbital hibrida molekul H 2 ​ O dan NH 3 ​ sama yaitu s p 3 . Namun, sudut ikat keduanya kurang dari 109 , 5 ∘ . Bahkan, sudut ikat lebih kecil daripada sudut ikat . Mengapa demikian? Jelaskan!

1

3.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia