Konfigurasi elektron setiap unsur berdasarkan per kulit maupun per subkulit dicari dengan aturan Aufbau. Orbital NO2 sp2 dengan bentuk molekul V, H2O sp3 dengan bentuk molekul V, NO sp2 dengan bentuk molekul linear dan HNO3 sp2 dengan bentuk molekul trigonal planar.
Konfigurasi elektron adalah penataan elektron dari suatu atom ke dalam kulit dan subkulit atom. Konfigurasi elektron ditulis berdasarkan Aturan Aufbau yaitu konfigurasi elektron dimulai dari subkulit dengan tingkat energi paling rendah, diikuti subkulit dengan energi yang setingkat lebih tinggi, sampai semua elektron tersebar dalam subkulit atom. Konfigurasi setiap unsur adalah sebagai berikut:
1H=1s17N=1s22s22p38O=1s22s22p4
Hibridisasi adalah proses pembentukan orbital karena adanya gabungan dua atau lebih orbital atom dalam suatu satuan atom. Hibridisasi proses bergabungnya orbital atom pusat dengan orbital atom lainnya sehingga terbentuk orbital hibrida. Hibridisasi terjadi sebagai bentuk penyetaraan tingkat energi melalui penggabungan antar orbital dan hanya dapat terjadi antara orbital–orbital atom dengan tingkat energi yang tidak berbeda jauh. Sedangkan bentuk molekul merupakan susunan atom-atom di dalam molekul dalam bentuk tiga dimensi. Hibridisasi ini akan membantu dalam menentukan bentuk molekul.
Berikut cara sederhana menetukan hibridisasi molekul:
X + Y = 2 (1s + 1p) orbital hibridanya
X + Y = 3 (1s + 2p) orbital hibridanya sp2
X + Y = 4 (1s + 3p) orbital hibridanya sp3
X + Y = 5 (1s + 3p + 1d) orbital hibridanya sp3d
X + Y = 6 (1s + 3p + 2d) orbital hibridanya sp3d2
X + Y = 7 (1s + 3p + 3d) orbital hibridanya sp3d3
Hibridisasi dan bentuk molekul masing-masing senyawa adalah sebagai berikut:
NO2 : orbital sp2 dengan bentuk molekul V
H2O : orbital sp3 dengan bentuk molekul V
NO : orbital sp2 dengan bentuk molekul linear
HNO3 : orbital sp2 dengan bentuk molekul trigonal planar