Roboguru

Pembagian Kerajaan Mataram menjadi dua pada tahun 1755 berdasarkan....

Pertanyaan

Pembagian Kerajaan Mataram menjadi dua pada tahun 1755 berdasarkan....

  1. Perjanjian Salatiga

  2. Perjanjian Giyanti

  3. Perjanjian Tuntang

  4. Perjanjian Bongaya

  5. Perjanjian Saragosa

Pembahasan Soal:

Perjanjian Giyanti pada masa pemerintahan Pakubuwana III tepatnya 13 Februari 1755, yang membagi wilayah Mataram menjadi dua yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Sultan Agung dari kerajaan Mataram Islam memiliki peran penting dalam pengembangan kalender pada masa Islam. Deskripsikan peran tersebut!

Pembahasan Soal:

Sultan Agung memiliki ketertarikan dalam bidang sastra, filsafat (Jawa), politik dan agama. Bahkan ia menyusun Sastra Gending yang merupakan karya sastra peninggalan kerajaan Mataram juga Surya Alam yang merupakan Undang-Undang yang berisi perpaduan antara adat-istiadat dan juga hukum Islam. Selain itu, Sultan Agung juga menyusun kalender Jawa dengan menggunakan perhitungan Islam. Dalam menciptakan kalender Jawa, Sultan Agung mengadopsi sistem pada Kalender Hijriah dan Kalender Saka. Sultan Agung mengubah nama-nama bulan yang ada pada kalender Hijriah seperti, bulan Muharram yang diganti dengan Sura dan Ramadhan yang diganti dengan Pasa. Untuk penyebutan tahun, Sultan Agung masih tetap menggunakan tahun Saka. Kalender Jawa dimulai tepat pada tanggal 1 Sura tahun 1955, bertepatan pada tanggal 1 Muharram tahun 1043 Hijriah dan 8 Agustus 1633 Masehi. Setiap pergantian tahun di Kalender Jawa disebut dengan 1 Suro yang biasanya diperingati dengan tradisi Upacara Malam Satu Suro.

Dengan demikian, berdasarkan penjelasan di atas maka peran penting Sultan Agung dalam pengembangan kalender pada masa Islam adalah Sultan Agung menyusun kalender Jawa dengan mengadopsi sistem pada Kalender Hijriah dan Kalender Saka.

0

Roboguru

Anda bisa menuliskan tentang kehidupan politik,ekonomi, sosial dan budaya pada kepemimpinan Raden Patah, Joko Tingkir, dan Senopati Sultan Agung di buku tulis anda.

Pembahasan Soal:

  • Raden Patah: Kehidupan sosial ekonomi Kerajaan Demak pada masa Raden Patah ditopang oleh perdagangan. Hal tersebut tidak terlepas dari letak Kerajaan Demak yang memiliki pelabuhan yang strategis. Dalam kehidupan politik, Wali Songo mempunyai peran sebagai penasehat dalam proses pengambilan keputusan seorang raja. Di bidang budaya, pada masa kekuasaan Raden Patah dibangun Masjid Agung Demak dengan gaya bangunan berakulturasi dengan kebudayaan pra-Islam
  • Jaka Tingkir: Kehidupan sosial ekonomi Kerajaan Pajang pada masa Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya mengandalkan aspek perdagangan atau maritim serta pertanian atau agraris. Kehidupan politik Pajang tidak jauh berbeda dengan Demak, karena masih meneruskan sejumlah tradisi dan kebijakan politik kerajaan Demak. Di bidang budaya Kerajaan Pajang merupakan kerajaan Islam yang masih menganut beberapa tradisi hindu dan jawa. Penduduk Pajang kala itu juga tetap melakukan tradisi-tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka.
  • Sultan Agung: Kehidupan sosial ekonomi Kerajaan Mataram Islam pada masa Sultan Agung mengandalkan aspek agraris atau pertanian. Hal tersebut ditandai dengan dibangunnya lumbung-lumbung padi di sejumlah wilayah kekuasaan Mataram. Dalam bidang politik, Sultan Agung melakukan politik ekspansi dengan penaklukkan wilayah-wilayah di luar Kerajaan Mataram. Akulturasi kebudayaan juga diterapkan dalam upacara-upacara kerajaan, semisal upacara Garebeg Poso dan Garebeg Mulud. Garebeg Poso dimaksudkan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri sedangkan Garebeg Mulud untuk perayaan Maulid Nabi Muhammad.

Dengan demikian, kehidupan politik dan sosial ekonomi pada masa Raden Patah, Jaka Tingkir, dan Sultan Agung memiliki sejumlah perbedaan. 

0

Roboguru

Gambarkan skema struktur birokrasi pemerintahan Kerajaan Mataram!

Pembahasan Soal:

 

0

Roboguru

Pada masa pemerintahan Sultan Agung, wilayah Kerajaan Mataram dibagi menjadi empat bagian. Wilayah yang ada di luar negara agung, tetapi tidak termasuk wilayah pantai disebut....

Pembahasan Soal:

Di dalam struktur pemerintahan Mataram, raja memegang kekuasaan tertinggi, kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat yang diserahi tugas-tugas tertentu. Jabatan-jabatan di bawah raja ada hubungannya dengan pembagian wilayah. Wilayah kekuasaan Mataram dibagi menjadi beberapa kesatuan wilayah dengan keraton sebagai pusatnya.

  1. Wilayah Kutanegara atau Kutagara, yaitu wilayah ibu kota kerajaan yang meliputi istana raja.
  2. Wilayah Negara Agung, yaitu wilayah yang mengitari Kutanegara.
  3. Wilayah Mancanegara, yaitu wilayah yang berada di luar Negara Agung tetapi tidak termasuk wilayah pantai. Wilayah ini dibagi menjadi dua, yaitu Mancanegara Wetan yang meliputi Jawa Timur sekarang dan Mancanegara Kilen yang meliputi Jawa Tengah sekarang.
  4. Wilayah Pesisiran, yaitu wilayah yang terletak di daerah pantai utara Jawa. Wilayah ini dibagi dua, yaitu Pesisiran Wetan dan Pesisiran Kilen yang dibatasi oleh Sungai Serang yang mengalir di antara Demak dan Jepara.

Adapun jabatan pemerintahan di bawah raja dibagi menjadi dua jabatan pokok.

  1. Jabatan di dalam istana, dipegang oleh empat wedana lebet (wedana dalam) yaitu wedana gedong kiwa dan wedana gedong tengen yang bertugas mengurus keuangan dan perbendaharaan istana, serta wedana keparak kiwa dan wedana keparak tengen yang bertugas mengurus keprajuritan dan pengadilan. Keempat wedana dalam ini dikoordinasi oleh patih dalam (patih lebet). Untuk urusan pemerintahan di Kutanegara, raja mengangkat dua orang tumenggung. Baik wedana dalam maupun tumenggung, keduanya termasuk anggota Dewan Tertinggi Kerajaan.
  2. Jabatan di luar istana ada tiga, yaitu jabatan di wilayah Negara Agung, jabatan di wilayah Mancanegara, dan jabatan di wilayah Pesisiran. Wilayah Negara Agung terbagi menjadi delapan yang masing-masing dikepalai oleh wedana jawi (wedana luar). Kedelapan wedana luar ini dikoordinasi oleh patih luar (patih jawi). Wilayah Mancanegara, baik wetan maupun kilen, masing-masing dikepalai oleh wedana bupati, sama seperti di wilayah Mancanegara. Selain bergelar tumenggung atau adipati, wedana bupati di wilayah Pesisiran juga bergelar Kiai Demang atau Kiai Ngabehi.

Di bidang pengadilan, terdapat jabatan jeksa yang berhak mengemukakan bukti dan mengajukan tuntutan. Adapun yang berhak mengadili adalah raja. Sementara itu, pejabat-pejabat seperti wedana dan bupati tidak mendapat gaji, tetapi mereka mendapat hak tanah gaduhan sebagai tanah lungguh. Untuk menciptakan ketertiban di seluruh kerajaan diciptakan peraturan-peraturan yang dinamakan angger-angger. Angger-angger ini harus ditaati oleh seluruh penduduk.


Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah Wilayah Mancanegara, wilayah ini dibagi menjadi dua, yaitu Mancanegara Wetan yang meliputi Jawa Timur sekarang dan Mancanegara Kilen yang meliputi Jawa Tengah sekarang.

0

Roboguru

Gambarkan skema struktur birokrasi pemerintahan Kerajaan Mataram!

Pembahasan Soal:

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved