Roboguru

Muhammad Sjafei adalah pendiri ruang pendidikan Kayu Tanam. Analisislah respons Muhammad Sjafei terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda melalui pendidikan Kayu Tanam!

Pertanyaan

Muhammad Sjafei adalah pendiri ruang pendidikan Kayu Tanam. Analisislah respons Muhammad Sjafei terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda melalui pendidikan Kayu Tanam! space space

  1. ... space space

  2. ... space space

Pembahasan Soal:

Indonesche Nederlandsche School Kayu Tanam atau INS Kayu Tanam merupakan lembaga pendidikan yang dipimpin oleh Moh. Syafei. Sebelumnya, lembaga pendidikan tersebut adalah lembaga pendidikan milih jawatan kereta api yang dipimpin oleh ayah Moh. Syafei, kemudia pada tanggal 31 Oktober 1926 diserahkan kepada Moh. Syafei dan berganti nama menjadi Ruang Pendidikan Indonesche Nederlandsche School Kayu Tanam. Latar belakang pendirian INS Kayu Tanam adalah sebagai respon terhadap sekolah-sekolah bentukan Belanda yang bersifat diskriminatif. RP INS Kayu Tanam memiliki lima asas, diantaranya: berpikir logis dan rasional, keaktifan dan kegiatan, pendidikan masyarakat, memperhatikan pembawaan anak, dan menentang intelektualisme. Tujuan dari pembentukan INS Kayu Tanam adalah mendidik rakyat ke arah kemerdekaan, memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para pemuda sebagai penggerak perubahan, serta menanamkan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri. Mendidik rakyat menuju ke arah kemerdekaan serta kemandirian merupakan respon Moh. Syafei terhadap kebijakan pendidikan Belanda di Indonesia.

Dengan demikian, respon Moh. Syafei adalah mendidik rakyat menuju ke arah kemerdekaan serta kemandirian.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

K. Ivan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Langkah rakyat Indonesia dalam merespons diskriminasi pendidikan yang diselenggarakan pemerintah kolonial Belanda pada awal abad 20 dilakukan dengan cara …

Pembahasan Soal:

Kesengsaraan dan kerugian rakyat pribumi akibat sistem tanam paksa (cultuurstelsel) memicu banyak kritik dan desakan dari kaum liberal di Belanda. Mereka mendesak agar Belanda memberikan sebuah balas budi kepada Hindia Belanda. Akhirnya, pada tahun 1901, pemerintah kolonial Belanda menerapkan sebuah kebijakan yang dinamakan Politik Etis. Politik Etis merupakan sebuah kebijakan yang ditujukan untuk memperbaiki kesejahteraan kehidupan rakyat pribumi. Dalam politik ini, terdapat tiga program, yaitu irigasi (pengairan sawah), edukasi, dan migrasi.

Dalam program edukasi, pemerintah kolonial Belanda banyak membangun sekolah-sekolah untuk memperluas bidang pengajaran dan pendidikan. Sebelum dijalankannya politik etis, hanya 1.500 rakyat pribumi yang dapat sekolah dibandingkan 13.000 orang Eropa. Jumlah ini meningkat ketika Belanda memberlakukan politik etis yang ditunjukkan 75.000 rakyat pribumi telah menyelesaikan sekolah dasar Barat dan hampir 6.5000 sekolah menengah di tahun 1928. Namun, dalam praktiknya, program ini mengalami penyimpangan dengan terjadi diskriminasi pendidikan. Diskriminasi tersebut ditunjukkan melalui bentuk pendidikan dan sekolah yang berbeda antara anak-anak pegawai negeri dengan rakyat pribumi biasa.

Tindakan diskriminatif Belanda di bidang pendidikan membuat banyak rakyat merasa khawatir. Salah satunya dirasakan oleh Ki Hajar Dewantara. Untuk merespon tindakan tersebut, beliau mendirikan sekolah Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Berkat sekolah ini, akses pendidikan bagi semua kalangan mulai terbuka lebar. Sekolah Taman Siswa dengan cepat berkembang hingga mencapai 100 cabang dengan puluhan ribu murid di Pulau Jawa dalam kurun waktu delapan tahun. Hal yang sama juga dilakukan oleh Moh. Sjafei yang mendirikan sekolah Indonesische Nederlandsche School (INS) Kayu Tanam pada tahun 1926 di Sumatera Barat.

Jadi, rakyat Indonesia dalam merespons diskriminasi pendidikan yang diselenggarakan pemerintah kolonial Belanda pada awal abad 20 dilakukan dengan cara mendirikan berbagai sekolah alternatif seperti Sekolah Taman Siswa dan NIS Kayu Tanam. space

0

Roboguru

Sekolah Taman Siswa didirikan pada tanggal 3 Juli 1922 oleh Suwardi Suryaningrat atau yang biasa dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Taman Siswa didirikan di kota....

Pembahasan Soal:

Sekolah Taman Siswa didirikan pada tanggal 3 Juli 1922 oleh Suwardi Suryaningrat atau yang biasa dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Taman Siswa didirikan di Yogyakarta dengan nama National Onderwijs Taman Siswa. Pada perkembangannya, sekolah Taman Siswa memiliki kemajuan yang sangat pesat. Untuk menahan laju dan perkembangan sekolah Taman Siswa yang dianggap membahayakan bagi Belanda, maka Belanda mengeluarkan berbagai peraturan untuk mencegah perluasan pengaruh Taman Siswa di masyarakat. Alasannya karena sekolah ini menanamkan semangat nasionalisme dengan begitu kuat.

0

Roboguru

Perkembangan sekolah Taman Siswa yang sangat pesat, menyebabkan suatu kekhawatiran bagi pemerintah Belanda. Kekhawatiran pemerintah Belanda terhadap sekolah Taman Siswa didasari oleh...

Pembahasan Soal:

Semakin pesatnya perkembangan sekolah Taman Siswa di Hindia-Belanda menyebabkan pemerintah Hindia-Belanda khawatir. Pada saat itu sekolah Taman Siswa bukan hanya mengajarkan ilmu-ilmu pengetahuan umum melainkan juga mengajarkan semangat nasionalisme. Hal ini menyebabkan pemerintah Belanda mengeluarkan beberapa kebijakan yang lebih ketat untuk mengatur sekolah-sekolah yang ada di Hindia-Belanda seperti kebijakan Wildeschoolen Ordonantie

0

Roboguru

Apa arti dr prinsip Taman Siswa "Ing ngarso sung tuladha,ing madya mangun karsa,tut wuri handayani"!

Pembahasan Soal:

Ki Hajar Dewantara adalah salah satu tokoh pendidikan nasional di Indonesia. Beliau mendirikan Taman Siswa untuk memberikan kesempatan bagi penduduk yang bukan berasal dari golongan bangsawan maupun kaya untuk merasakan pendidikan. Atas jasanya ini, Ki Hajar Dewantara dikenang sebagai bapak pendidikan. Selain itu, beliau juga dikenal dengan tiga semboyannya yaitu Ing ngarso sung tulodo, artinya adalah di depan memberi teladan atau contoh. Ing madyo mbangun karso, artinya adalah di tengah memberikan motivasi/semangat. Tut wuri handayani, artinya adalah di belakang memberikan dorongan.


Dengan demikian, arti dr prinsip Taman Siswa "Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani" dari depan memberikan contoh, dari tengah memberikan motivasi, dan dari belakang memberikan dorongan.space space 

0

Roboguru

Berikut adalah usaha pemerintah kolonial Belanda untuk mencegah perkembangan Taman Siswa, yaitu ....

Pembahasan Soal:

Tamansiswa berdiri pada 3 Juli 1922, pendirinya adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat atau yang biasa dikenal dengan Ki Hajar Dewantara. Awal pendirian Taman Siswa diawali dengan ketidakpuasan dengan pola pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial, karena jarang sekali negara kolonial yang memberikan fasilitas pendidikan yang baik kepada negara jajahannya. Dalam perkembangannya, Taman Siswa dinilai mengkhawatirkan bagi keberlangsungan pemerintah kolonial di Indonesia. Maka dari itu, pemerintah konservatif Gubernur Jenderal De Jonge mengeluarkan “ordonansi pengawasan” yang dimuat dalam Staatsblad no. 494 tanggal 17 September 1932. Isi dan tujuan dari ordonansi itu ialah memberi kuasa kepada alat-alat pemerintah untuk mengurus wujud dan isi sekolah-sekolah partikelir yang tidak dibiayai oleh negeri. Sekolah partikelir harus meminta izin lebih dahulu sebelum dibuka dan guru-gurunya harus mempunyai izin mengajar. Rencana pengajaran harus pula sesuai dengan sekolah-sekolah negeri, demikian juga peraturan-peraturannya. 

Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah B.  

1

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved