Roboguru

Metana (Mr = 16) mempunyai titik didih -161,5 °C, sedangkan amonia (Mr = 17) mempunyai titik didih -33,4 °C. Jelaskan perbedaan titik didih yang begitu besar antara kedua zat tersebut!

Pertanyaan

Metana (Mr = 16) mempunyai titik didih -161,5 °C, sedangkan amonia (Mr = 17) mempunyai titik didih -33,4 °C. Jelaskan perbedaan titik didih yang begitu besar antara kedua zat tersebut! 

Pembahasan Video:

Pembahasan Soal:

Metana merupakan senyawa kovalen non polar sehingga tidak memiliki momen dipol, sedangkan amonia merupakan senyawa kovalen polar karena memiliki satu PEB pada atom pusatnya (nitrogen) sehingga memiliki momen dipol. Adanya momen dipol dapat meningkatkan gaya tarik menarik antar molekul sehingga titik didih amonia lebih tinggi daripada metana. 
How to determine the Lewis structure for CH4 - Quora 


Jadi, perbedaan titik didih disebabkan karena adanya PEB pada senyawa NH3.space  

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

N. Puspita

Terakhir diupdate 07 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Ramalkan titik didih unsur-unsur halogen, dari atas ke bawah, bertambah atau berkurang? Jelaskan!

Pembahasan Soal:

Titik didih unsur halogen dari atas ke bawah, semakin bertambah. Hal ini dikarenakan semakin ke bawah, jari-jari atomnya semakin besar, sehingga gaya Van der Waals (dipol sesaat) antar molekulnya juga semakin kuat.

Jadi, jawaban sesuai dengan uraian di atas.space  

0

Roboguru

Urutkan ketiga senyawa berikut berdasarkan kepolarannya, dimulai dari yang kepolarannya paling kecil: H2​S,BF3​, dan H2​O. Menurut  Anda, bagaimanakah urutan titik didih ketiga zat itu? Jelaskan jawab...

Pembahasan Soal:

Berdasarkan sumber yang dicari, data titik didih ketiga senyawa sebagai berikut.

  • H subscript 2 S mempunyai titik didih sebesar negative sign 60 space degree C, dengan momen dipol sebesar 0,95 D.
  • B F subscript 3 mempunyai titik didih sebesar negative sign 100 comma 3 space degree C, dengan momen dipol sebesar 0 D.
  • H subscript 2 O mempunyai titik didih sebesar 100 space degree C, dengan momen dipol sebesar 1,8546D.

Urutan kepolarannya dari yang terkecil, yaitu:


B F subscript 3 less than H subscript 2 S less than H subscript 2 O 


Urutan titik didih dimulai dari senyawa yang mempunyai kepolaran terbesar. Hal ini juga berkaitan dengan besarnya momen dipol yang dipunyai senyawa tersebut, semakin besar momen dipolnya maka senyawa tersebut semakin polar dan semakin tinggi titik didihnya. B F subscript 3 merupakan senyawa kovalen non polar, ditinjau dari atom pusatnya yang tidak mempunyai PEB. Sedangkan untuk H subscript 2 S dan H subscript 2 O meskipun sama-sama senyawa kovalen polar dan atom pusat mempunyai jumlah PEB yang sama namun H subscript 2 O mempunyai sifat kepolaran yang lebih besar. Hal ini dikarenakan atom pusat O dan S mempunyai perbedaan jari-jari atom, jari-jari atom S lebih besar daripada O sehingga mengurangi gaya tarik menarik yang terjadi antara inti pada atom pusat dengan elektron pada molekul atom lain.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa:;

  • Urutan kepolaran senyawa dari senyawa polar hingga nonpolar adalah H subscript 2 O > H subscript 2 S > B F subscript 3.
  • Urutan titik didih dari tertinggi hingga terendah adalah H subscript 2 O > H subscript 2 S > B F subscript 3.

Jadi, urutan kepolaran dan titik didihnya adalah BF3<H2S<H2O .

0

Roboguru

Manakah zat berikut yang diharapkan mempunyai titik didih yang lebih tinggi? Jelaskan! Br2​ atau ICl  CO2​ atau SO2​

Pembahasan Soal:

a. I Cl memilkiki titik didih yang lebih tinggi daripada Br subscript 2 

I Cl merupakan senyawa kovalen polar sehingga memilki momen dipol, sedangkan Br subscript 2 termasuk senyawa kovalen non polar sehingga tidak memiliki momen dipol. Adanya momen dipol dalam suatu senyawa dapat meningkatkan gaya tarik menarik antar molekul sehingga senyawa tersebut memilki titik didih yang tinggi.
 

b. S O subscript 2 memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada C O subscript 2 

S O subscript 2 merupakan senyawa polar karena pada atom pusat belerang memiliki 2 pasangan elektron bebas yang menyebabkan senyawa tersebut bersifat polar sehingga memiliki momen dipol, sedangkan pada senyawa C O subscript 2 atom pusat karbon tidak memiliki PEB menyebabkan senyawa tersebut bersifat non polar dan tidak memiliki momen dipol. Adanya momen dipol dalam suatu senyawa dapat meningkatkan gaya tarik menarik antar molekul sehingga senyawa tersebut memilki titik didih yang tinggi.

Jadi, jawaban sesuai dengan uraian di atas.space  

0

Roboguru

Ikatan C=O dalam CO2​ cukup kuat, tetapi  mempunyai titik didih yang rendah. Mengapa demikian?  Catatan: Titik didih berkaitan dengan gaya antarmolekul, bukan dengan ikatan dalam molekul.

Pembahasan Soal:

Titik didih suatu zat berhubungan dengan gaya tarik antarmolekulnya, bukan berhubungan dengan gaya ikat antar atomnya. molekul C O subscript 2 bersifat non polar sehingga gaya tarik menarik antar molekulnya lemah dan menyebabkan titik didihnya rendah.

Jadi, jawaban sesuai dengan uraian di atas.space  

0

Roboguru

Tentukan gaya tarik-menarik antarmolekul apa saja yang terdapat dalam zat berikut!   Karbon dioksida (CO2​) Asam klorida (HCl) Air (H2​O)

Pembahasan Soal:

Gaya antarmolekul adalah gaya yang terjadi antara molekul yang satu dengan molekul yang lain. Pada prinsipnya, gaya ini merupakan gaya elektrostatik yang terjadi diantara molekul-molekul saling terpisah satu sama lain.

Terdapat beberapa jenis gaya tarik menarik antar molekul:

Selanjutnya menganalisis setiap senyawa untuk menentukan gaya tarik menarik antar molekulnya. Terlebih dahulu, gambarkan ikatan antar molekulnya.

  • CO2

 

 

 

 

 

Ikatan yang terjadi pada karbon dioksida adalah ikatan kovalen non polar karena memiliki nilai keelektronegatifan yang hampir sama antara atom C dan atom O yang sehingga gaya tarik menarik antar molekul non polar disebut gaya london.

 

  • HCl

   

Asam klorida memiliki ikatan kovalen polar karena memiliki perbedaan keelektronegatifan antara atom H dan atom Cl yang cukup besar sehingga gaya tarik menarik antar molekul polar disebut gaya dipol-dipol.

  • H2O

Air adalah senyawa kovalen polar karena memiliki perbedaan keelektronegatifan antara atom H dan atom O yang cukup besar. Interaksi antar molekul polar H2O merupakan ikatan hidrogen karena adanya gaya tarik menarik yang terjadi antara atom hidrogen dengan atom O dalam molekulnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa gaya tarik menarik antar molekul karbon dioksida, asam klorida dan air, berturut-turut adalah gaya london, gaya dipol-dipol dan ikatan hidrogen.space  

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved