Iklan

Pertanyaan

Mengapa Indische Partij dianggap bersikap radikal?

Mengapa Indische Partij dianggap bersikap radikal?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

08

:

22

:

08

Klaim

Iklan

Z. Fadhila

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Politeknik Negeri Bandung

Jawaban terverifikasi

Jawaban

pada tahun yang sama, pemerintah kolonial Belanda menyatakan organisasi ini sebagai organisasi terlarang.

pada tahun yang sama, pemerintah kolonial Belanda menyatakan organisasi ini sebagai organisasi terlarang.

Pembahasan

Indische Partij dianggap bersikap radikal karena secara terang-terangan mengkritik pemerintah Belanda dan menuntut kemerdekaan Indonesia. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Indische Partij (IP) didirikan di Bandung pada 25 Desember 1912 oleh Tiga Serangkai, yakni Douwes Dekker (Setyabudi Danudirjo), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Organisasi ini dianggap bersikap radikal karena secara terang-terangan mengkritik pemerintah Belanda dan menuntut kemerdekaan Indonesia. Salah satu hal yang menjadikan organisasi ini sebagai organisasi terlarang, yakni ketika Ki Hajar Dewantara menulis di surat kabar De Expres berjudul " Als ik ews Nederlander was " (Seandainya Saya Seorang Belanda) terbitan 13 Juli 1913. Isinya berupa sindiran terhadap ketidakadilan di daerah jajahan. Di dalamnya, Ki Hajar Dewantara menulis tentang bagaimana pemerintah Belanda mencari dana dari rakyat Indonesia untuk merayakan peringatan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari penjajahan Prancis. Sehingga, pada tahun yang sama, pemerintah kolonial Belanda menyatakan organisasi ini sebagai organisasi terlarang.

Indische Partij dianggap bersikap radikal karena secara terang-terangan mengkritik pemerintah Belanda dan menuntut kemerdekaan Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut:

Indische Partij (IP) didirikan di Bandung pada 25 Desember 1912 oleh Tiga Serangkai, yakni Douwes Dekker (Setyabudi Danudirjo), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Organisasi ini dianggap bersikap radikal karena secara terang-terangan mengkritik pemerintah Belanda dan menuntut kemerdekaan Indonesia. Salah satu hal yang menjadikan organisasi ini sebagai organisasi terlarang, yakni ketika Ki Hajar Dewantara menulis di surat kabar De Expres berjudul "Als ik ews Nederlander was" (Seandainya Saya Seorang Belanda) terbitan 13 Juli 1913. Isinya berupa sindiran terhadap ketidakadilan di daerah jajahan. Di dalamnya, Ki Hajar Dewantara menulis tentang bagaimana pemerintah Belanda mencari dana dari rakyat Indonesia untuk merayakan peringatan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari penjajahan Prancis. Sehingga, pada tahun yang sama, pemerintah kolonial Belanda menyatakan organisasi ini sebagai organisasi terlarang.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

53

Nur Farina Fairuz Salsabila

Pembahasan lengkap banget Mudah dimengerti Ini yang aku cari!

Iklan

Pertanyaan serupa

Perhatikan peta berikut! Salah satu tokoh Indische Partij yaitu Suwardi Suryaningrat diasingkan ke lokasi yang ditunjukkan oleh angka....

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia