Roboguru

Mengapa bangsa Belanda ingin menguasai Indonesia ?

Pertanyaan

Mengapa bangsa Belanda ingin menguasai Indonesia ?

Pembahasan Soal:

Belanda pertama kali mendarat di Indonesia yaitu di pelabuhan Banten dengan empat buah kapal yang dipimpin oleh Kapten Pieter Keyzer dan Cornelsi de Houtman pada 23 Juni 1596, bangsa Belanda ingin menguasai Indonesia karena bangsa indonesia kaya akan rempah rempah dan hasil panen lainnya, oleh sebab itu belanda ingin menjajah bangsa indonesia, keinginan menguasi perdagangan internasional, adanya semangat 3G ( gold, glory, dan gospel ).

Dengan demikian, bangsa Belanda ingin menguasai Indonesia karena di Indonesia kaya akan rempah - rempah sehingga tidak hanya negara belanda saja yang ingin menguasai indonesia, tapi negara lain pun seperti jepang , portugis dan negara yg pernah menjajah indonesia ingin menguasai indonesia.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Masa kekuasaan VOC di Indonesia dianggap sebagai awal kolonialisme di Indonesia. Kondisi tersebut terjadi karena ....

Pembahasan Soal:

Sistem pemerintahan yang diterapkan oleh VOC yang kemudian diikuti oleh hegemoni militer dan monopoli dalam bidang ekonomi menekan secara total kekuasaan raja-raja lokal di Nusantara. Akibat dari sistem ini adalah kekuasaan penguasa lokal yang makin menipis sehingga VOC dapat dengan leluasa menerapkan peraturan - peraturannya sendiri pada masyarakat Nusantara. Hal ini menjadi alasan VOC seringkali disebut sebagai kekuasaan kolonial pertama di Nusantara dan dalam sejarah Indonesia.undefined 
Maka, jawaban yang paling tepat adalah A.

1

Roboguru

Identifikasi perlawanan rakyat Indonesia yang disebabkan oleh faktor agama, sosial, dan ekonomi!

Pembahasan Soal:

Perlawanan rakyat Indonesia yang disebabkan oleh faktor agama dianataranya adanya Perang Padri (1803-1838) dan Perlawanan Rakyat Batak (1979-1907). Perang Padri diawali dengan konflik antara Kaum Padri dengan Kaum Adat. Kaum Padri yang terdiri dari para ulama mengingnkan adanya pembaruan agama Islam di Minangkabau. Mereka ingin mengubah kebiasaan rakyat seperti mabuk-mabukan, berjudi, bahkan ingin menghapus sistem garis keturunan berdasarkan ibu (matrilineal). Kaum Adat yang tidak menerima adanya pembaruan tersebut berseteru dengan Kaum Padri. Kondisi tersebut lalu dimanfaatkan Belanda untuk bekerja sama dengan Kaum Adat guna melawan Kaum Padri. Perlawanan rakyat Batak di latarbelakangi oleh bangsa Belanda yang berusaha menguasai seluruh tanah Batak dan disertai dengan penyebaran agama Kristen.
Perlawanan rakyat Indonesia yang disebabkan faktor sosial adalah Pemberontakan Petani Banten pada tahun 1888. Pemberontakan ini dilatarbelakangi oleh kondisi rakyat Banten yang menderita akibat kebijakan kolonial, dan adanya ramalan sosok ratu adil yang hendak mengubah nasib mereka. Rakyat Banten dipimpin oleh para haji menyerang para pejabat Belanda dan pejabat lokal yang dianggap telah merugikan mereka.
Perlawanan rakyat Indonesia yang disebabkan faktor ekonomi diantaranya adalah Perang Patimura (1817). Penyebab dari perang ini adalah Belanda berusaha menguasai Maluku dengan monopoli perdagangan serta diberlakukan kembali sistem penyerahan wajib dan kerja wajib. Rakyat Maluku yang dipimpin Thomas Matulessy (Pattimura) menolaknya dan melakukan perlawanan terhadap Belanda. Pertempuran sengit terjadi di benteng Duurstede, Saparua.


Dengan demikian Perlawanan rakyat Indonesia yang disebabkan oleh faktor agama, sosial, dan ekonomi diantaranya Perang Padri dan Perlawanan Rakyat Batak, Pemberontakan Petani Banten, dan Perang Patimura.

0

Roboguru

Perhatikan tabel perlawanan dan strategi pemerintah kolonial berikut! No Nama Perlawanan Strategi Pemerintah Kolonial 1) 2) 3) 4) Perlawanan Rakyat ...

Pembahasan Soal:

Pasangan yang tepat antara perlawanan dan strategi pemerintah kolonial Belanda ditunjukkan oleh nomor 2 dan 3. Perlawanan Kerajaan Banten berhasil dipadamkan ketika Belanda menerapkan politik devide et impera dengan mengadudomba antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Perlawanan rakyat Makassar juga dipadamkan dengan mengadudomba Sultan Hasanudin dengan penguasa Bone yaitu Aru Palaka.

0

Roboguru

Dibawah ini merupakan tindakan bangsa Belanda yang membuat rakyat Indonesia menderita yaitu, kecuali..

Pembahasan Soal:

Belanda adalah bangsa Eropa yang paling lama menjajah Indonesia. Berbagai bentuk penindasan Belanda terhadap rakyat Indonesia menyebabkan kesengsaraan, dan penderitaan yang berkepanjangan. Bentuk dari penindasan yang dilakukan Belanda diantaranya: politik adu domba, tanam paksa, kerja rodi dsb. Belanda tidak hanya mengksploitasi sumber daya alam namun juga sumber daya manusia. Untuk melawan keserakahan dan penindasan Belanda, rakyat Indonesia melakukan perlawanan baik perjuangan fisik maupun upaya diplomasi.undefined

Dengan demikian, bentuk dari penindasan yang dilakukan Belanda diantaranya: politik adu domba, tanam paksa, kerja rodi dsb.undefined

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.undefined

0

Roboguru

Pecahnya pemberontakan rakyat terhadap Belanda karena faktor ....

Pembahasan Soal:

Belanda dengan VOCnya melakukan praktik monopoli perdagangan. Dengan monopoli, harga dan jumlah produk-produk petani seperti rempah-rempah dapat ditentukan oleh VOC (Belanda). Sebagai bagian dari kebijakan itu, VOC menerapkan kebijakan ekstirpasi yaitu menebang kelebihan jumlah tanaman agar produksinya tidak berlebihan sehingga harga tetap stabil, dan Pelayaran Hongi yaitu kegiatan pelayaran yang dilakukan untuk mengawasi perdagangan VOC dari adanya penyeludup. Kebijakan ini menimbulkan dampak yang cukup serius yaitu runtuhnya wibawa dan martabat raja-raja pribumi karena wilayahnya dikuasai, raja-rajanya diasingkan akibat menolak kebijakan VOC, dan kerajaannya dipecah-belah. Akibatnya, muncul perlawanan sengit dari rakyat yang tidak terima akan kebijakan sewenang-wenang VOC seperti yang pernah terjadi di daerah Banda pada tahun 1609 dan 1621, serangan Sultan Agung ke sasaran-sasaran VOC di Jepara pada tahun 1618 dan Batavia pada tahun 1628 dan 1629, perlawanan Sultan Hasanuddin di Makassar pada tahun 1665 dan sebagainya. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved