Ikatan hidrogen adalah interaksi dipol-dipol antara molekul yang memiliki H yang terikat pada atom berukuran kecil yang memiliki keelektronegatifan tinggi, umumnya unsur N, O, atau F. Ikatan hidrogen terbentuk pada senyawa yang memiliki gaya elektrostatik antar molekul sangat besar. Gaya elektrostatik yang sangat besar ini terjadi pada molekul yang sangat polar (memiliki perbedaan keelektronegatifan yang sangat besar). Ikatan hidrogen ini dapat memengaruhi titik didih suatu senyawa.
Titik didih senyawa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu massa molekul relatif (Mr) dan gaya antarmolekul. Semakin besar Mr suatu senyawa maka titik didihnya semakin tinggi. Hal ini dapat terjadi karena adanya proses pemisahan (perenggangan) antar molekul sehingga perubahan wujud zat dari cair ke gas memerlukan energi yang besar. Sementara itu, semakin kuat gaya antar molekul, titik didihnya juga semakin tinggi. Perenggangan dan pemutusan gaya antar molekul memerlukan energi yang besar. Jika gaya antar molekul lemah, titik didihnya juga rendah.
Molekul air (H2O) memiliki Mr sebesar 18, sedangkan etanol (C2H5OH) memiliki Mr sebesar 46. Jika ditinjau dari Mr senyawa, maka seharusnya senyawa etanol akan memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan air, namun kenyataannya titik didih air lebih tinggi dibandingkan dengan titik didih etanol. Alasan terjadinya penyimpangan itu adalah karena adanya ikatan hidrogen antar molekul pada masing-masing molekul air (H2O). Molekul-molekul air yang membentuk ikatan hidrogen menjadi lebih sulit untuk dipisahkan atau memerlukan energi yang lebih besar untuk memutuskan gaya antar molekulnya, sehingga air memiliki titik didih yang tinggi.
Dengan demikian, maka alasan air (H2O) mempunyai titik didih lebih tinggi daripada etanol (C2H5OH) adalah karena adanya ikatan hidrogen antar molekul air yang menyebabkan diperlukan energi yang lebih besar untuk memutuskan gaya antar molekulnya, sehingga titik didihnya tinggi.
Jadi, air (H2O) mempunyai titik didih lebih tinggi daripada etanol (C2H5OH) yang mempunyai ukuran molekul lebih besar disebabkan karena adanya ikatan hidrogen antar molekul pada air.