Roboguru

Larutan yang mengandung 18% massa X dalam air pada suhu tertentu mempunyai tekanan uap jenuh 743,68 rnrnHg. Bila tekanan uap jenuh air pada suhu tersebut adalah 760 mmHg, berapakah massa molekul relatif zat X tersebut?

Pertanyaan

Larutan yang mengandung 18% massa X dalam air pada suhu tertentu mempunyai tekanan uap jenuh 743,68 rnrnHg. Bila tekanan uap jenuh air pada suhu tersebut adalah 760 mmHg, berapakah massa molekul relatif zat X tersebut? 

Pembahasan Soal:

Tekanan uap menunjukkan kecenderungan suatu cairan untuk menguap. Jika ke dalam suatu pelarut ditambahkan zat terlarut maka akan terjadi penurunan tekanan uap. Besarnya penurunan tekanan uap dapat dihitung dengan cara mengalikan fraksi mol zat terlarut dengan tekanan uap pelarut murni.

wlarutanwXwH2OPPP760743,6816,3216,32nt+74,2574,25ntnt0,1Mr===============100g18g10018=82gXt×Pnt+npnt×Pnt+(82/18)nt×760nt+4,55nt×760760nt743,68nt743,6874,250,1MrgrMr180,118180 


Jadi, massa molekul relatif zat X tersebut adalah 180.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Krisna

Mahasiswa/Alumni Institut Pertanian Bogor

Terakhir diupdate 12 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Apa yang dimaksud dengan penurunan tekanan uap ?

Pembahasan Soal:

Tekanan uap adalah tekanan gas yang berada di atas zat cair dalam keadaan tertutup, saat gas dan zat cair berada pada kesetimbangan dinamis. Tekanan uap suatu zat berbeda tergantung pada kemudahan zat itu menguap.

Apabila ke dalam pelarut murni ditambahkan sejumlah zat terlarut yang tidak mudah menguap, zat terlarut tersebut menghambat proses penguapan dan dapat memengaruhi tekanan uap pelarut yaitu terjadi penurunan tekanan uap, akibatnya tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murninya. Sehingga dari penjelasan tersebut penurunan tekanan uap yaitu berkurangnya tekanan uap suatu larutan dengan pelarut murninya akibat terjadi penambahan suatu zat terlarut yang tidak mudah menguap yang menghalangi proses penguapan pelarut murni.

Jadi kesimpulannya, penurunan tekanan uap adalah penurunan tekanan uap suatu zat pelarut murni akibat adanya pelarutan zat terlarut yang mempengaruhi laju penguapan zat pelarut murni tersebut.undefined 

1

Roboguru

Suatu larutan sebanyak 50 gr dibuat dengan mencampurkan 23 gr etanol dengan 27 gr air. Jika tekanan uap air pada suhu ruangan adalah 30 mmHg, hitung tekanan uap larutan!

Pembahasan Soal:

Sifat koligatif merupakan sifat larutan yang bergantung pada konsentrasi zat terlarutnya, namun tidak bergantung pada sifat zat terlarutnya. Tekanan uap merupakan salah satu dari sifat koligatif. Tekanan uap larutan (P) umumnya lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni (P to the power of o). Sesuai dengan definisi sifat koligatif, makan penurunan tekanan uap dipengaruhi oleh konsentrasi zat terlarut yang dinyatakan dalam fraksi mol zat terlarut (X subscript t). Pada soal di atas, etanol merupakan zat terlarut dan air merupakan pelarut. Untuk menyelesaikan soal di atas, maka perlu dicari fraksi mol zat terlarutnya terlebih dahulu. 

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell mol space etanol space open parentheses C subscript 2 H subscript 5 O H close parentheses end cell equals cell m over Mr end cell row blank equals cell fraction numerator 23 space g over denominator left parenthesis 2 cross times Ar space C right parenthesis plus left parenthesis 6 cross times Ar space H right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times Ar space O right parenthesis end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 23 space g over denominator left parenthesis 2 cross times 12 right parenthesis plus left parenthesis 6 cross times 1 right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times 16 right parenthesis space g forward slash mol space end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 23 space g over denominator 46 space g forward slash mol end fraction end cell row blank equals cell 0 comma 5 space mol end cell row blank blank blank row cell mol space H subscript 2 O end cell equals cell fraction numerator m space H subscript 2 O over denominator Mr space H subscript 2 O end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 27 space g over denominator left parenthesis 2 cross times Ar space H right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times Ar space O right parenthesis end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 27 space g over denominator left parenthesis 2 cross times 1 right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times 16 right parenthesis space g forward slash mol end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 27 space g over denominator 18 space g forward slash mol end fraction end cell row blank equals cell 1 comma 5 space mol end cell row blank blank blank row cell X subscript t end cell equals cell fraction numerator mol space etanol space open parentheses C subscript 2 H subscript 5 O H close parentheses over denominator mol space etanol and mol space air end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 0 comma 5 space mol over denominator 0 comma 5 plus 1 comma 5 space mol end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 0 comma 5 space mol over denominator 2 space mol end fraction end cell row blank equals cell 0 comma 25 end cell row blank blank blank row cell increment P end cell equals cell P to the power of 0 cross times X subscript t end cell row blank equals cell 30 space mmHg cross times 0 comma 25 end cell row blank equals cell 7 comma 5 space mmHg end cell row blank blank blank row cell increment P end cell equals cell P to the power of 0 minus sign P end cell row P equals cell P to the power of 0 minus sign increment P end cell row blank equals cell 30 space mmHg minus sign 7 comma 5 space mmHg end cell row blank equals cell 22 comma 5 space mmHg end cell end table   

Dari perhitungan di atas, diperoleh tekanan uap larutan etanol sebesar 22,5 mmHg.

Jadi, tekanan uap 50 g larutan etanol pada soal di atas sebesar 22,5 mmHg.space 
 

1

Roboguru

Perhatikan ilustrasi komposisi larutan berikut!     Pernyataan yang tepat untuk kedua larutan tersebut adalah ....

Pembahasan Soal:

Berdasarkan sifat koligatif larutan, penambahan zat terlarut yang sukar menguap akan menyebabkan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik. Semakin besar zat terlarut yang ditambahkan maka akan semakin besar sifat koligatif yang ditimbulkan.

Pada ilustrasi di atas jumlah zat terlarut pada larutan A lebih banyak dibandingkan larutan B, sehingga penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik larutan A lebih besar dibandingkan larutan B. Berdasarkan konsep tersebut dapat kita simpulan:

  1. Tekanan uap larutan A lebih rendah dari larutan B
  2. Titik didih larutan A lebih tinggi dari larutan B
  3. Titik beku larutan A lebih rendah dari larutan B
  4. Tekanan osmotik larutan A tinggi rendah dari larutan B

Maka, pernyataan yang tepat untuk kedua larutan tersebut adalah titik didih larutan A lebih tinggi daripada larutan B.

Jadi, jawaban yang benar adalah B.

0

Roboguru

Larutan elektrolit biner pada suhu tertentu memiliki fraksi mol terlarut 0,2, tekanan uap air murni pada suhu tersebut = 30 mmHg dan bila mengalami ionisasi sempurna dalam larutannya, berapakah tekana...

Pembahasan Soal:

Menurut Hukum Raoult, besarnya penurunan tekanan uap jenuh larutan sebanding dengan fraksi mol zat terlarut dalam larutan. Persamannya dapat ditulis sebagai berikut:

P=Xt×P

Namun, sebelumnya perlu diperhatikan bahwa larutan yang dimaksud adalah larutan elektrolit biner, yaitu larutan elektrolit yang memiliki dua ion (n = 2). Larutan elektrolit memiliki partikel lebih banyak daripada larutan nonelektrolit, sehingga perlu dikalikan dengan faktor van't Hoff (i) pada mol zat terlarutnya. Karena larutan ini terionisasi sempurna, nilai α=1, sehingga:

i=(n1)α+1i=(n1)1+1i=n 

Sehingga penurunan tekanan uap jenuh dirumuskan sebagai berikut:

P=Xt×P×iP=0,2×30×2P=12mmHg 

Karena tekanan uap jenuh air murni 30 mmHg dan penurunannya adalah 12 mmHg, maka tekanan uap jenuh larutan tersebut adalah 18 mmHg.

Jadi, tekanan uap larutannya adalah 18 mmHg.

0

Roboguru

Gambarkan grafik tekanan uap terhadap suhu untuk air berdasarkan data pada Tabel diatas. Berdasarkan grafik yang Anda buat, simpulkan pengaruh suhu terhadap tekanan uap.

Pembahasan Soal:

Air/pelarut murni dalam wadah tertutup mengalami perpindahan partikel dari fasa cair ke gas dan sebaliknya. Jumlah partikel air dalam fasa gas akan memberikan tekanan yang disebut tekanan uap (P).

 
Gambar 1. Grafik P-T air


Pada grafik di atas menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu air maka tekanan uapnya akan semakin meningkat. Air akan mendidih jika tekanan uapnya sama dengan tekanan lingkungan.

Jadi, semakin tinggi suhu air akan semakin tinggi tekanan uapnya.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved