Penurunan titik beku (
) dipengaruhi oleh jenis senyawa yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit memiliki faktor Van't Hoff (i) yang lebih dari satu sedangkan larutan non-elektrolit memiliki nilai i = 1 sehingga dapat diabaikan. Penurunan titik beku pada suatu larutan dapat dirumuskan dalam persamaan berikut.
(untuk larutan non-elektrolit)
(untuk larutan elektrolit)
Dengan nilai i sesuai persamaan berikut.

dimana n adalah jumlah ion dan
adalah derajat ionisasi.
Penambahan 50 g air pada setiap larutan akan mengubah molalitas dari larutan tersebut. Jumlah penambahan air yang sama pada setiap larutan tidak akan mempengaruhi perbandingan nilai penurunan titik beku pada setiap larutan sehingga penambahan 50 g air dapat diabaikan.
1. KOH 0,3 m
KOH adalah larutan elektrolit kuat, sehingga nilai i sama dengan nilai jumlah ion. KOH akan terionisasi di dalam air sesuai persamaan berikut.

, maka




2.
0,4 m
adalah elektrolit kuat. Persamaan ionisasinya,

, maka




3.
0,2 m
adalah elektrolit kuat. Persamaan ionisasinya,

, maka




4.
0,1 m bersifat non elektrolit sehingga nilai i dapat diabaikan



5.
0,5 m 
adalah elektrolit lemah yang terionisasi sesuai reaksi berikut.

, maka






Berdasarkan perhitungan tersebut, larutan
0,4 m yang memiliki penurunan titik beku terbesar yaitu
.
Jadi, jawaban yang tepat adalah B.