Iklan
Pertanyaan
Cermatilah puisi di bawah ini!
Prologue
Masih terdengar sampai di sini
dukaMu abadi. Malam pun sesaat terhenti
sewaktu dingin pun terdiam, di luar
langit yang membayang samar.
Kueja setia, semua pun yang sempat tiba
sehabis menempuh ladang Qain dan bukit Golgata
sehabis mencecap beribu kata, di sini.
di rongga-rongga yang mengecil ini.
Kusapa dukaMu jua, yang dahulu
yang meniupkan zarah ruang dan waktu
yang capai menyusun Huruf.
Dan terbaca:
sepi manusia, jelaga.
(Sapardi Djoko Damono)
Larik bermajas personifikasi yang terdapat pada puisi tersebut adalah ...
sehabis menempuh ladang Qain dan bukit Golgata
Malam pun sesaat terhenti sewaktu dingin pun terdiam
sepi manusia, jelaga.
Di rongga-rongga yang mengecil ini
Langit yang membayang samar
Iklan
E. Iga
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma
2
3.6 (3 rating)
Nafil Favian Hartono
Makasih ❤️
Shendy Budi Saputra
9
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia