Roboguru

Analisislah unsur-unsur pembangun puisi (fisik dan batin) tersebut!

Pertanyaan

Analisislah unsur-unsur pembangun puisi (fisik dan batin) tersebut!space 

Pembahasan Soal:

Unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam karya sastra (puisi). Unsur intrinsik terbagi menjadi dua yaitu, unsur batin dan unsur fisik. Unsur batin dan fisik puisi yaitu sebagai berikut.

  1. Tema, adalah pokok pikiran dasar untuk mengembangkan dan membuat puisi.
  2. Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan.
  3. Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
  4. Amanat/tujuan/maksud, yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar.
  5. Gaya bahasa, dalam sebuah puisi akan banyak dijumpai rangkaian kata yang bersifat konotatif, berlebihan, ataupun terkesan merendahkan diri. Inilah yang disebut sebagai gaya bahasa dalam puisi. Biasanya tiap penulis cenderung memiliki gaya bahasanya sendiri, yang paling mudah dilihat melalui majas-majas, seperti personifikasi, metafora, eufemisme, bahkan tak jarang ada yang menggunakan majas ironi. Jadi, gaya bahasa merupakan cara pemakaian bahasa dalam karangan atau bagaimana seorang pengarang mengungkapkan sesuatu yang akan dikemukakan.
  6. Rima, yaitu kesamaan nada atau bunyi. Rima bisa dijumpai tidak hanya di akhir tiap larik atau baris, namun dapat juga berada di antara tiap kata dalam baris.
  7. Tipografi, yaitu bentuk penulisan puisi. Secara umum, sering ditemukan puisi dalam bentuk baris, namun ada juga puisi yang disusun dalam bentuk fragmen-fragmen bahkan dalam bentuk yang menyerupai apel, zigzag, ataupun model lainnya.
  8. Imaji, penyair juga sering menciptakan pengimajian atau pencitraan dalam puisinya. Pengimajian dapat berupa kata atau rangkaian kata-kata yang dapat memperjelas apa yang ingin disampaikan oleh penyair karena menggugah rasa imajinasi pembaca melalui penginderaan.
  9. Kata konkret, ada keinginan penyair untuk menggambarkan sesuatu secara lebih konkret atau berwujud. Oleh karena itu, dipilih kata-kata yang membuat segala hal terkesan dapat disentuh. Bagi penyair, hal itu dirasakan lebih jelas.

Hasil analisis puisi Doa Malam karya W.S. Rendra, yaitu sebagai berikut.
Struktur Fisik Puisi

  1. Imaji
    Di dalam puisi ini terdapat beberapa pengimajian, di antaranya pengimajian perasaan terdapat pada kutipan berikut ini.
    Allah di sorga.
    Dari rumah bambu sempitku
    di malam yang dingin

    Selain pengimajian perasaan, juga terdapat pengimajian penglihatan. Hal itu dapat dilihat dari kutipan berikut ini.
    Ketika angin menyapu rambut-Mu
    yang ikal dan panjanga

    Pada puisi "Doa Malam" juga terdapat pengimajian gerak.  Hal itu dapat dilihat dari kutipan berikut ini.
    Anakku yang kecil memanjat jubah-Mu
    dan tidur di dalam saku-Mu.
  2. Kata konkret
    Pada puisi ini ditemukan kata-kata konkret yang dapat membangkitkan citraan seperti penglihatan, perabaan, dan perasaan. Kata konkret yang di temukan dalam puisi “Doa Malam” karya WS Rendra ini seperti menggapai, memanjat, menyapu, bisikkan, bulan, bunga, bintang, tertawa, gemerlapan.
  3. Gaya Bahasa/Majas
    Majas yang terdapat dalam puisi “Doa Malam” karya WS Rendra adalah majas personifikasi. Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut ini.
    Ketika angin menyapu rambut-Mu
    yang ikal dan panjang

    Selain itu, dalam puisi “Doa Malam” karya WS Rendra juga terdapat majas retorika, berikut kutipannya.
    Apakah Kau tertawa lucu?
  4. Rima
    Terdapat 2 macam rima yang digunakan pada puisi  “Doa Malam” karya WS Rendra. Pertama rima akhir tidak sempurna, berikut kutipannya.
    Doa adalah impian
    dan segala harapan insan.

    Rima kedua yang digunakan pada pada puisi “Doa Malam” karya WS Rendra yaitu rima bebas, berikut kutipannya.
    Tukang Sulapan Tak Bertara.
    Lalu Kauangkat tangan-Mu berpospor
    gemerlapan, tinggi-tinggi, gemerlapan.
    Dan itu berarti: selamat tidur
    sampai ketemu esok hari
    dengan sulapan yang lain dan baru.

    dan segala harapan insan.
  5. Tipografi
    Puisi "Doa Malam" menggunakan bentuk tipografi puisi konvensional.

    Struktur Batin Puisi
  6. Tema
    Puisi yang berjudul “Doa Malam” karya WS Rendra ini memiliki tema ketuhanan. Dalam puisi ini digambarkan seseorang yang berdoa dengan khusyuk pada Tuhan. Di malam hari ia memanjatkan doa untuk anak dan istrinya. ia juga menggambarkan ketenangan dan kesyahduan saat berdoa di malam hari seperti benar-benar melihat Tuhan di depan matanya. Hal itu dapat  dilihat dari salah satu bait berikut ini.
    Allah di sorga.
    Dari rumah bambu sempitku
    di malam yang dingin
    tanganku yang rapuh
    menggapai sorga-Mu.

    Dari kutipan di atas dapat kita ketahui bahwa tema dari puisi karangan WS Rendra ini adalah ketuhanan.
  7. Rasa
    Puisi “Doa Malam” karya WS Rendra merupakan ungkapan rasa bahagia dan tenang saat bertemu Tuhan lewat doa di malam hari. Penyair ingin memberikan gambaran bahwa suana yang tenang seperti malam hari merupakan waktu yang paling tepat untuk berdoa pada Tuhan. Hal itu dapat dilihat dari kutipan berikut ini.
    Doa adalah impian
    dan segala harapan insan.
    Di dalam doa aku bisikkan impianku.
    Apakah Kau tertawa lucu?
    Anakku yang kecil memanjat jubah-Mu
    dan tidur di dalam saku-Mu.
    Sedang bulan di atas pundak-Mu
  8. Nada
    Dalam puisi tersebut penulis menggambarkan nada-nada bahagia, nada ketenangan, nada ketakjuban dalam penyampaian puisi ini karena banyak bait-bait puisi tersebut yang mengandung kata bahagia. Berikut kutipannya.
    Dan untuk anakku.
    Kausediakan balonan biru.
    Bintang-bintang bertepuk tangan
    dan serangga malam riuh tertawa
    semua mengagumi-Mu:
  9. Amanat
    Amanat dalam puisi “Doa Malam” karya WS Rendra yang dapat disimpulkan adalah sebagai manusia kita harus berdoa di setiap saat karena dengan doa kita bisa bertemu dengan Tuhan. Berdoa saat malam lebih dianjurkan karena saat malam hari suasana tenang akan menciptkan kekhusyukan dalam berdoa sembari membayangkan keindahan Tuhan dan ciptaannya.

Dengan demikian, puisi “Doa Malam” karya WS Rendra memuat unsur fisik dan batin yaitu imaji, kata konkret, gaya bahasa, rima, tipografi, tema, rasa, nada, amanat.space 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

N. Fatimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Unsur puisi dibawah ini yang tidak ditemukan pada kutipan puisi tersebut adalah ....

Pembahasan Soal:

Puisi adalah sebuah karya sastra yang mengandung unsur irama, ritrna, diksi, lirik, dan menggunakan kata kiasan dalam setiap baitnya untuk menciptakan estetika bahasa yang padu dan berfungsi sebagai pengungkapan suatu pikiran atau perasaan. Beberapa unsur dalam puisi adalah sebagai berikut:

  • Larik, yaitu baris atau bait
  • Bait, yaitu satu kesatuan dalam puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat baris
  • Alur, yaitu rangkaian peristiwa
  • Makna konotatif, kata yang mempunyai makna lain di baliknya atau sesuatu makna yang berkaitan dengan sebuah kata.
  • Makna denotatif, makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif

Oleh karena itu, unsur puisi dibawah ini yang tidak ditemukan pada kutipan puisi tersebut adalah alur.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.space 

1

Roboguru

Gelombang Gelombang itu telah berhasil menenggelamkan kapal tua Semua isinya telah tertumpah ke laut Di atas papan orang-oran berenang Ingin menyelamatkan diri Nahkoda kapal yang berpuluh tahun m...

Pembahasan Soal:

Maksud larik Gelombang itu telah berhasil menenggelamkan kapal tua adalah kehidupan yang mempu menghancurkan sebuah keluarga. Seperti telah diketahui, di dalam sebuah puisi, seorang penyair biasanya menggunakan kata-kata kiasan (konotasi) untuk membuah puisinya terasa lebih hidup. Kalimat pada larik pertama puisi itu bermakna kehidupan yang mampu menghancurkan sebuah keluarga. Hal ini diketahui dari kata menenggelamkan, yang bermakna ‘menyebabkan tenggelam’. Kata ini juga bisa bermakna ‘menghancurkan’. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Kalimat yang menggunakan majas metafora adalah?

Pembahasan Soal:

Metafora : Gaya bahasa yang pemakaian kata-katanya bukan arti sebenarnya.
Contoh : Dia anak emas pamanku.

Pilihan jawaban A termasuk majas asosiasi karena menggunakan konjungsi laksana. Pilihan jawaban B termasuk majas personifikasi karena kata pena diibaratkan seperti manusia yang dapat menari. Pilihan jawaban C termasuk majas metafora karena dewi malam memiliki arti sebenarnya yaitu bulan. Pilihan jawaban D termasuk majas personifikasi karena halilintar diibaratkan seperti manusia.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.undefined 

0

Roboguru

Berikut ini contoh majas sinekdoke totem pro parte adalah ....

Pembahasan Soal:

Sinekdoke totem pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
Contoh: Indonesia bertanding voli melawan Thailand.

Pilihan jawaban A termasuk totem pro parte karena Indonesia  mengacu pada tim kesebelasan sepak bola. Pilihan jawaban B termasuk majas metafora. Pilihan jawaban C termasuk majas pars pro toto , sedangkan pilihan jawaban D termasuk majas hiperbola.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.undefined 

0

Roboguru

Perhatikan kutipan puisi berikut!   Senja yang kelabu Mentari sembunyi di balik awan Pepohonan enggan bergerak [...] Suasana semakin senyap   Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan...

Pembahasan Soal:

Majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain; kiasan. Puisi tersebut diakhiri dengan baris yang mengindikasikan kesunyian. Untuk melengkapi baris terakhir, kita membutuhkan baris keempat yang tepat untuk mengantarkan kepada suasana sunyi. Dalam hal ini, Burung diam membisu dinilai tepat untuk melengkapi kutipan puisi di atas. Jawaban yang paling tepat adalah B.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved