Secara etimologis, deskripsi berasal dari kata describe yang berarti gambaran. Mendeskripsikan berarti membuat gambaran tentang suatu hal atau objek agar pembaca atau pendengar dapat seolah-olah ikut langsung melihat atau mengalaminya. Penulis berusaha menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasa, dan diraba. Teks deskripsi bertujuan memancing imajinasi pembaca agar seolah-olah melihat sendiri yang telah dideskripsikan penulis.
Secara sederhana, teks deskripsi dapat diartikan sebagai teks yang melukiskan sesuatu, menyatakan yang diindra, serta melukiskan perasaan dan perilaku jiwa dalam wujud kalimat. Secara lengkap, pengertian teks deskripsi adalah karangan yang menggambarkan suatu objek, keadaan, atau peristiwa menggunakan bahasa, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat sehingga pembaca seakah-akan melihat, mendengar, dan merasakan sendiri dengan pancaindranya segala yang digambarkan dalam bahasa tersebut.
Salah satu ciri kebahasaan teks deskripsi ialah adanya konjungsi (kata hubung). Konjungsi atau kata hubung adalah kata yang digunakan sebagai penghubung antarkata, frasa, klausa, atau kalimat. Konjungsi dibedakan menjadi dua, yaitu konjungsi intrakalimat dan antarkalimat.
Konjungsi intrakalimat adalah konjungsi yang digunakan dalam satu kalimat. Contoh: dan, juga (bermakna penambahan); atau (bermakna pilihan); tetapi (bermakna bertentangan); karena, sehingga (bermakna sebab-akibat); dan lalu, kemudian (bermakna kelanjutan).
konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Contoh: meskipun demikian, dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, akhirnya, selanjutnya, lalu, dan kemudian. Konjungsi antarkalimat terletak di depan kalimat setelah tanda baca (titik, kama, tanda seru, dan tanda tanya).
Oleh karena itu, konjungsi yang bercetak miring pada kalimat di atas bermakna penambahan.
Dengan demikian, jawaban yang tepat ialah pilihan D.