Roboguru

Konflik di Kamboja merupakan konflik yang dipengaruhi tiga kekuatan politik dunia yaitu Amarika Serikat (blok barat) dan Uni Soviet dan Cina (blok timur). Ketiga kekuatan politik tersebut saling bersaing yang berdampak munculnya konflik Kamboja. Bukti keterlibatan Cina di negara ""seribu pagoda"" tersebut adalah ....

Pertanyaan

Konflik di Kamboja merupakan konflik yang dipengaruhi tiga kekuatan politik dunia yaitu Amarika Serikat (blok barat) dan Uni Soviet dan Cina (blok timur). Ketiga kekuatan politik tersebut saling bersaing yang berdampak munculnya konflik Kamboja. Bukti keterlibatan Cina di negara ""seribu pagoda"" tersebut adalah ....
 

  1. keberhasilan Lon Nol merebut kekuasaan dari Norodon Sihanouk

  2. keberhasilan Heng Samrin dan Hunsen dalam menumbangkan Pol Pot

  3. tampilnya pemerintahan Khmer Merah di bawah pimpinan Pol Pot

  4. keberhasilan tentara Vietnam dalam membantu gerakan Heng Samrin

  5. keberhasilan Pangeran Norodom Sihanouk menjadi raja di Kamboja

Pembahasan Soal:

Sejak tergulingnya Sihanouk Kamboja terus dirundung kemelut yang berkepanjangan karena Vietnam utara didukung Khmer Merah untuk menggulingkan Jenderal Lon Nol.Pada tahun 1976 tentara Vietnamyang dibantu gerilyawan Kamboja menyerbu Kamboja dan berhasil mendirikan Republik Rakyat Kamboja yang dipimpin Perdana Menteri Heng Samrin seorang perwira Khmer Merah namun pemerintahannya tidak mendapat pengakuan internasional.Cina mendukung Khmer Merah dan menyatakan bahwa Vietnam Utara adalah boneka Uni Soviet di Asia Tenggara Amerika Serikat mendirikan koalisi yang beranggotakan gerilyawan pimpinan Polpot dan kelompok Son sann.Pada tanggal 30 September 1989 dan sejak itu berdirilah Republik Rakyat Kamboja.Pada bulan Oktober 1991 Melalui kerjasama yang melibatkan Amerika Serikat Uni Soviet dan Cina berhasil ditandatangani perjanjian damai oleh golongan yang berselisih. Untuk mengakhiri konflik di Kamboja beberapa pihak telah melakukan pendekatan dan usaha untuk menciptakan perdamaian.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C. 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pada tahun 1960-an didalam tubuh negara Kamboja terdapat konflik yang melibatkan tiga pihak yakni Khmer Merah yang didukung oleh RRC, gerilyawan nonkomunis yang didukung oleh Amerika Serikat, serta re...

Pembahasan Soal:

Konfik Kamboja melibatkan setidaknya 3 pihak Khmer Merah, Gerilyawan Non Komunis dan juga rezim Phnom Pehn. Konfilk ini menyita dunia Internasional termasuk Indonesia, melalui mediasi ini semua pihak yang terlibat konflik sepakat untuk berdamai, kedepakan ditandai dengan diselenggarakanlah Jakarta Informal Meeting (JIM) yang dilaksanakan sebanyak tiga kali. Penyelenggaraan JIM didukung oleh Dewan Keamanan PBB. Kemudian, Dewan Keamanan PBB mengusung pemerintahan transisi di Kamboja dengan membentuk United Nation Transitional Authority in Cambodia (UNTAC). Vietnam pun sepakat untuk mundur dari wilayah Kamboja pada pertemuan JIM ke II. Setelah Konferensi Paris yang dilaksanakan pada Oktober 1991, empak faksi yang bertikai di Kamboja menyepakati untuk saling berdamai pada tahun 1979. Setelah itu Buddha diangkat menjadi agama resmi Negara Kamboja, dan pada tahun 1993, pemilu pertama yang demokratis diselenggarakan.

Berdasarkan penjelasan di atas maka pengaruh dari peranan negara luar salah satunya adalah peranan Indonesia dalam  Jakarta Informal Meeting. 

Roboguru

Pol Pot merupakan pemimpin kamboja yang memerintah secara otoriter. Pada 1979 He Samrin dan Hun Sen berhasil menggulingkan pemerintah Pol Pot. Akan tetapi keberhasilan tersebut tidak menyelesaikan kon...

Pembahasan Soal:

Kamboja merupakan negara di kawasan Indochina yang menganut sistem pemerintahan monarki konstitusional. Kamboja menjadi sebuah negara berdaulat sejak kepergian Perancis dari Indochina sekitar 1955. Periodisasi konflik di Kamboja dapat dibagi menjadi tiga, yaitu konflik masa pemerintahan Sihanouk (1955-1970), Lon Nol (1970-1975) dan Pol Pot (1975-1979). Rezim Demokratik Kamboja pimpinan Pol Pot mulai berkuasa pada tahun 1975. Pol Pot menerapkan ideologi Komunis Maois di Kamboja selama 4 tahun pemerintahannya. Selama 4 tahun kepemimpinan Pol Pot, terjadi genosida yang menimbulkan jutaan korban jiwa dari masyarakat Kamboja. Selain itu, terjadi kelaparan masal dan wabah penyakit malaria yang berakar dari blunder kebijakan agraria Pol Pot. Krisis yang terjadi pada rezim Pol Pot menimbulkan perlawanan dari aktivis revolusioner Heng Samrin dan Hun Sen. Mereka membuat Front Bersatu Kampuchean untuk Keselamatan Nasional (FUNSK) yang mengorganisir perlawanan terhadap rezim Pol Pot. Pada 7 Januari 1979, FUNSK melancarkan serangan terhadap Pol Pot dengan bantuan dari Vietnam. Serangan gabungan tersebut berhasil menggulingkan rezim Pol Pot dan pasukan Khmer Merah di Kamboja. Meski demikian, konflik Kamboja-Vietnam dalam perkembangannya terus bergolak karena muncul pemerintahan tandingan bernama Koalisi Pemerintahan Demokratik Kamboja hasil inisiasi Norodom Sihanouk yang berkoalisi dengan Front Pembebasan Nasional Masyarakat Khmer dan Khmer Merah untuk menentang Republik Rakyat Kamboja bentukan Vietnam. Sejak saat itu Heng Samrin menjadi presiden dan Hun Sen sebagai perdana menteri. Akan tetapi, pemerintahan ini tidak mendapat pengakuan resmi dari dunia internasional. PBB justru mengakui pemerintahan koalisi yang dipimpin Norodom Sihanouk, Khieu Samphan, dan Son San. Pemerintahan koalisi ini bernama Coalition Govemment of Democratic Kampuchea (CGDK).

Dengan demikian, Pada 1979 He Samrin dan Hun Sen berhasil menggulingkan pemerintah Pol Pot. Akan tetapi keberhasilan tersebut tidak menyelesaikan konflik di Kamboja karena PBB justru mengakui pemerintahan koalisi yang dipimpin Norodom Sihanouk, Khieu Samphan, dan Son San. Pemerintahan koalisi ini bernama Coalition Govemment of Democratic Kampuchea (CGDK).

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

Roboguru

Hasil pelaksanaan JIM I dan JIM II dilaporkan dalam KTT ASEAN di Brunei Darussalam pada 1989. Menteri yang bertugas menyampaikan hasil pelaksanaan JIM I dan JIM II adalah . . .

Pembahasan Soal:

Jakarta Informal Meeting (JIM) adalah upaya perdamaian dalam konflik Kamboja yang diprakarsai oleh Indonesia dengan Ali Alatas yang menjabat sebagai menteri luar negeri. JIM I dilaksanakan di Bogor pada tanggal 25-28 Juli 1988 dan JIM II di Jakarta pada tanggal 19-21 Februari 1989. Hasil dari JIM adalah penarikan pasukan Vietnam dari Kamboja dan akan dibentuk pemerintahan yang mengikutsertakan keempat kelompok yang bertikai.

Dengan demikian menteri yang bertugas menyampaikan hasil pelaksanaan JIM I dan JIM II adalah menteri luar negeri Indonesia, yaitu Ali Alatas.

Roboguru

Tokoh Indonesia yang berperan aktif dalam penyusunan strategi penyelesaian konflik Kamboja-Vietnam adalah ….

Pembahasan Soal:

Setelah menginisiasi pertemuan pertama ASEAN yang membahas langkah penyelesaian konflik Kamboja-Vietnam, Indonesia terus memperjuangkan diplomasi dengan Vietnam agar masalah dengan Kamboja segera selesai. Kemudian, perjuangan tersebut ditindaklanjuti oleh Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja yang secara aktif mulai menyusun berbagai strategi. Beliau merintis perjuangan awal diplomasi Indonesia, untuk mengundang para pihak terkait yang terlibat dalam pertikaian, untuk duduk bersama di meja perundingan, dan mengusulkan agar pertemuan yang dimaksud harus diadakan di tempat yang netral.space space 

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.space space 

Roboguru

Selain Indonesia, negara lain yang turut terlibat dalam mediasi penyelesaian konflik Kamboja-Vietnan adalah ….

Pembahasan Soal:

Jakarta Informal Meeting merupakan pertemuan yang dilaksanakan dalam upaya menyelesaikan konflik antara Kamboja dan VIetnam. Dalam Jakarta Informal Meeting nantinya dipertemukan perwakilan-perwakilan dari pihak yang berkonflik dengan di mediasi oleh perwakilan dari beberapa negara. Negara-negara yang menjadi mediator dalam pertemuan ini adalah Indonesia, Brunei Darusssalam, Singapura dan lainnya.undefined 

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.undefined 

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved