Iklan
Pertanyaan
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pak Pos kemudian pergi untuk mengantarkan kiriman ke alamat-alamat yang dituju. ketika hendak mengantarkan amplop berisi Kartu Indonesia Sehat di desa sebalah, rumah si penerima dalam keadaan tertutup. Rumah itu cukup besar berlantai 2 berpagar tembok setinggi tiga meter. Pintu pagarnya digembok.
Pak Pos bertanya-tanya, bagaimana mungkin rakyat yang punya rumah sebesar itu juga berhak menerima Kartu Indonesia Sehat? Pak Pos kemudian tiba-tiba teringat cerita rekan-rekannya bahwa memang ada rakyat yang sebetulnya sudah cukup kaya tapi mengaku miskin.
"Kayaknya ini salah alamat, biar nanti dikembalikan ke pengirimnya saja," kata Pak Pos. Lalu Pak Pos mencoba bertanya sambil memperlihatkan amplop lain kepada tetangga sebelah rumah itu. "Kalau nama ini alamatnya mana, ya?"
"Di desa ini, hanya ada satu nama ini. Tapi ini nama Pak Kades."
Pak Pos tersentak sambil memperhatikan nama yang tertera di amplop itu, yang sudah tidak asing lagi baginya. Sebab, nama itu memang nama Pak Kades yang sudah lama dikenalnya. Jelas sangat aneh.
"Bagaimana mungkin Pak Kades juga mendapat Kartu Indonesia Sehat?" tanyanya sambil mengeleng-gelengkan kepala.
"Mungkin dulu didata belum jadi Kepala Desa dan mengaku sebagai rakyat miskin.
"Ya, bisa jadi," tukas Pak Pos sambil menahan rasa geli.
Komentar sesuai isi kutipan cerpen tersebut adalah ....
Sikap tokoh Pak Pos yang berbuat adil kepada siapa pun patut ditiru
Sikap tokoh Pak Pos yang menjalankan tugasnya patut ditiru
Sikap tokoh Pak Kades yang mengaku rakyat miskin tidak patut ditiru
Sikap tokoh Pak Kades yang memalsukan alamatnya tidak tatut ditiru
Iklan
F. Fadilaturrohmah
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Muhammadiyah Malang
3
5.0 (3 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia