Roboguru

Kjokkenmoddinger adalah..

Pertanyaan

Kjokkenmoddinger adalah..

Pembahasan Soal:

Kjokkenmoddinger merupakan istilah arkeologis untuk menyebut sampah dapur. Di Indonesia sendiri kjokkenmodinger digunakan untuk menyebut timbunan sampah kerang yang banyak ditemukan di pesisir Sumatera bagian utara. Sampah kerang ini telah terbentuk sejak masa prasejarah dan sering disebut juga dengan istilah shell midden. Kebudayaan kjokkenmoddinger terjadi sejak Zaman Batu Madya atau Mesolithikum. Cangkang kerang merupakan ekofak yang banyak ditemukan dalam situs-situs arkeologi terutama pada situs hunian gua yang berada di wilayah pesisir dan tepian sungai. Kerang merupakan sumber daya yang banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber pangan.

Manusia purba pendukung kjokkenmoddinger adalah Homo sapiens yang berkembang pada pada masa Mesolithikum (zaman Batu Tengah). Homo sapiens atau yang kerap disebut manusia purba "modern" hidup dengan mengumpulkan kerang dan hewan pantai lainnya sebagai sumber makanan. Beberapa cangkang kerang juga dimanfaatkan oleh masyarakat prasejarah untuk pembuatan artefak baik berupa alat (alat potong, serut, lancipan, mata kail) maupun untuk perhiasan dan alat tukar. Temuan ekofak cangkang kerang juga penting untuk memahami bagaimana kemampuan jelajah dan eksploitasi manasia, karena kerang memiliki habitat tetentu dan beberapa spesies juga akan memeiliki populasi berlimpah pada musim tertentu.

Dengan demikian, kjokkenmoddinger merupakan sampah dapur yang terdiri dari timbunan sampah kerang pada zaman Batu Tengah atau Mesolitikum.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

E. Mardiana

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 02 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Salah satu ciri kehidupan yang menonjol pada masyarakat zaman mesolithikum atau zaman batu madya di Indonesia hidup dari berburu dan meramu. Kebanyakan dari mereka hidup di gua-gua di tepi pantai. Hal...

Pembahasan Soal:

Zaman Mesolithikum merupakan periode dalam perkembangan teknologi manusia purba antara Paleolithikum dan Neolithikum. Zaman ini ditandai dengan kehidupan manusia yang masih mengandalkan berburu dan meramu. Sebagian besar manusia pada periode Mesolithikum tinggal atau menetap di gua-gua dan tepi pantai. Hal tersebut dibuktikan dengan penemuan kjokkenmoddinger atau sampah dapur. Sampah dapur tersebut merupakan tumpukan kulit kerang dan siput yang menggunung di sepanjang tepian pantai. Tumpukan sampah atau kjokkenmoddinger banyak ditemukan di pantai Sumatra. Selain kebudayaan kjokkenmoddinger, ada pula kebudayaan abris sous roche atau kebudayaan yang ditemukan di dalam gua-gua.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

Roboguru

Manusia purba yang hidup pada masa praaksara kebudayaan mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. Adanya kebudayaan abris sous roche adalah bukti bahwa manusia purba...

Pembahasan Soal:

Abris sous roche adalah goa menyerupai ceruk batu karang yang digunakan manusia sebagai tempat tinggal. Penelitian mengenai kebudayaan abris sous roche ini juga dilakukan oleh van Stein Callenfels pada tahun 1928-1931 di Goa Lawu dekat Sampung, Ponorogo (Madiun). Keberadaan abris sous roche menandakan manusia purba memiliki pola tempat tinggal menetap di gua-gua. Sebagai tempat tinggal manusia purba, abris sous roche seringkali dijadikan tempat untuk menyimpan peralatan sehari-hari. Beberapa ilmuwan menemukannya dalam bentuk peralatan berburu, peralatan dapur, dan peralatan lainnya. abris sous roche berfungsi sebagai tempat menetap yang melindungi manusia purba dari hujan dan panas. Selain itu, tempat ini juga berguna untuk melindungi mereka dari serangan dunia luar. 

Dengan demikian, adanya kebudayaan abris sous roche adalah bukti bahwa manusia purba bertempat tinggal tetap.

Jadi, jawaban yang tepat adalah  A.

Roboguru

Tempat tinggal menusia purba yang berfungsi sebagai tempat pertindungan dari cuaca dan dari serangan binatang buas....

Pembahasan Soal:

Corak kehidupan pada Masa Mesolithikum tetap sama dengan masa sebelumnya, yaitu berburu dan mengumpulkan makanan dari alam. Bedanya, selain alat-alat dari batu, pada masa ini mereka juga mampu membuat alat-alat dari tulang dan kulit kerang. Pada masa ini mereka sudah mengenal pembagian kerja yaitu laki-laki berburu sedangkan perempuan mengumpulkan makanan berupa tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan kecil, memasak atau memelihara api dan membimbing anak. Hal itu jugalah yang membuat mereka mengenal kebiasaan bertempat tinggal secara tidak tetap (semi-sedenter), terutama di gua-gua payung (abris sous roche). Abris sous roche adalah gua yang berbentuk ceruk pada karang yang dipakai sebagai rumah atau tempat tinggal oleh manusia purba pada masa zaman mesolitikum. Keberadaan abris sous roche menandakan manusia purba memiliki pola tempat tinggal menetap di gua-gua. Sejarah abris sous roche dimulai dari penelitian kebudayaan yang dilakukan oleh Van Stein Callenfels pada tahun 1928-1931 di Goa Lawu, Ponorogo, Jawa Timur. Alat-alat yang ditemukan banyak terbuat dari bahan tulang yang kemudian disebut dengan Sampung Bone Culture. Penamaan ini sesuai dengan wilayah ditemukannya alat-alat tersebut, yaitu di daerah Sampung, Ponorogo, Jawa Timur. Setelah itu, Van Heekeren menemukan kapak pendek dan kapak Sumatera di wilayah Basuki, Jawa Timur. Pada umumnya manusia purba pada saat itu memilih gua-gua yang tidak jauh dari sumber air atau sungai yang terdapat sumber makanan, seperti ikan, kerang dan siput. Selama bertempat tinggal di gua-gua, selain mengerjakan alat-alat, mereka juga mulai mengenal tradisi melukis di dinding-dinding gua atau dinding karang. Sumber inspirasi dari lukisan-lukiasan ini adalah cara hidup mereka yang serba bergantung pada alam. Lukisan-lukisan ini menggambarkan suatu pengalaman, perjuangan, harapan hidup dan bahkan kepercayaan mereka.


Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah abris sous roche.

 

Roboguru

Salah satu hasil kebudayaan pada zaman Mesolitikum adalah ditemukannya kjokkenmoddinger. Yang dimaksud dengan kjokkenmoddinger adalah...

Pembahasan Soal:

Kjokkenmoddinger atau midden, adalah timbunan sisa kerang dan sisa makanan laut lainnya yang dikonsumsi manusia purba dan menumpuk selama ribuan tahun membentuk semacam bukit di pesisir pantai.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

Roboguru

Tumpukan kulit kerang yang menggunung atau membentuk bukit disebut...

Pembahasan Soal:

Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark, yaitu kjokken berarti “dapur” dan modding berarti “sampah”. Dengan kata lain, kjokkenmoddinger berarti "sampah dapur". Dalam wujudnya, kjokkenmoddinger merupakan tumpukan sampah berupa cangkang atau kulit kerang, siput, serta hewan-hewan sejenis lainnya yang menggunung atau membentuk bukit. Pencetus istilah kjokkenmoddinger adalah seorang peneliti bernama Japetus Steenstrup. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan tumpukan kulit kerang sisa-sisa kegiatan manusia purba di kawasan pesisir. Di perkirakan kebudayaan kjokkenmoddinger telah ada sejak Zaman Batu Madya atau Mesolitikum. Pada masa ini manusia memanfaatkan kerang sebagai peralatan sehari-hari seperti alat potong, alat serut, atau mata kail yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari khususnya dalam mencari makan.

Dengan demikian, tumpukan kulit kerang yang menggunung atau membentuk bukit disebut kjokkenmoddinger.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved