Ketika Portugis tiba di Kepulauan Maluku tahun 1512, dua kerajaan Islam terbesar di kawasan itu, yakni Kesultanan Ternate dan Tidore, sedang berseteru. Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan Portugis untuk keuntungannya. Baik Ternate maupun Tidore sebenarnya sama-sama mengajak Portugis untuk bekerjasama. Kedatangan Spanyol pada tahun yang sama di Maluku membuat Portugis harus segera menentukan pilihan. Portugis menyadari bahwa mereka wajib memperkuat posisi di kepulauan rempah-rempah itu
Akhirnya, Portugis memilih bersekutu dengan Ternate. Pilihan Portugis kepada Ternate didasari iming-iming. Kala itu, penguasa Ternate Sultan Bayanullah, menjanjikan monopoli perdagangan rempah-rempah, terutama cengkeh. Sang raja juga mengizinkan Portugis membangun pos atau kantor di wilayah Ternate. Spanyol yang datang belakangan memilih berdiri di pihak Tidore untuk menghadapi Ternate dan Portugis
Setelah sekian lama terlibat perang, Ternate dengan bantuan Portugis ternyata lebih unggul ketimbang koalisi Tidore dan Spanyol. Perseteruan antara dua bangsa Eropa itu diakhiri dengan Perjanjian Zaragoza pada 22 April 1529.
Dengan demikian, Ternate menyambut baik kedatangan Portugis dengan tujuan kerjasama yang saling menguntungkan
Jadi, jawaban yang tepat adalah D.