Roboguru

Keppres No. 1/3/66 Tanggal 12 Maret 1966 menetapkan bahwa….

Pertanyaan

Keppres No. 1/3/66 Tanggal 12 Maret 1966 menetapkan bahwa….

  1. Mengamankan 15 menteri yang terlibat dalam G-30-S/PKI

  2. Menetapkan kedudukan presiden sebagai mandataris MPRS

  3. Pembentukan Kabinet Ampera

  4. PKI sebagai organisasi terlarang

     

  5. Pimpinan DPR-GR sebagai lembaga legislatif, bukan sebagai eksekutif

Pembahasan Soal:

Setelah peristiwa G30S, Letnan Jendral Soeharto mendapat surat perintah 11 Maret untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Selanjutnya, Letnan Jendral Soeharto mengeluarkan Keppres No. 1/3/66 Tanggal 12 Maret 1966 perihal pembuabaran Partai Komunis Indonesia. Keppres tersebut didukung oleh TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 yang berisi mengenai pembubaran dan menetapkan PKI dan ormas-ormasnya sebagai organisasi terlarang. Dengan demikian, PKI dibubarkan dan menjadi organisasi terlarang.

Dengan demikian jawaban yang tepat adalah D.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 13 Agustus 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Berakhirnya pemerintahan Orde Baru disebabkan adanya krisis di berbagai bidang, salah satunya bidang politik. Deskripsikan krisis politik yang terjadi pada masa Orde Baru!

Pembahasan Soal:

Kronologi jatuhnya orde baru berlanjut dengan persaingan politik yang  menjadi tidak imbang akibat penyederhanaan partai dan indikasi kecurangan dalam pemilu. Kebebasan berpendapat juga ditekan, siapa saja yang tidak sependapat dengan pemerintah akan ditutup mulutnya. Hal ini dilakukan demi mempertahankan kekuasaan Soeharto sebagai presiden Indonesia.

Dengan demikian latar belakang berakhirnya pemerintahan orde baru karena adanya krisis politik, krisis ekonomi, dan krisis sosial.undefined 

0

Roboguru

Berakhirnya pemerintahan Orde Baru disebabkan adanya krisis di berbagai bidang, salah satunya bidang politik. Deskripsikan krisis politik yang terjadi pada masa Orde Baru!

Pembahasan Soal:

Krisis politik yang terjadi pada tahun 1998 merupakan puncak dari berbagai kebijakan politik pemerintahan Orde Baru. Berbagai kebijakan politik yang dikeluarkan pemerintahan Orde Baru selalu dengan alasan dalam kerangka pelaksanaan demokrasi Pancasila.Namun yang sebenarnya terjadi adalah dalam rangka mempertahankan kekuasaan Presiden Suharto dan kroni-kroninya. Artinya, demokrasi yang dilaksanakan pemerintahan Orde Baru bukan demokrasi yang semestinya, melainkan demokrasi rekayasa. Dengan demikian, yang terjadi bukan demokrasi yang berarti dari, oleh, dan untuk rakyat, melainkan demokrasi yang berarti dari, oleh, dan untuk penguasa.

Dengan demikian krisis politik sebagai faktor penyebab terjadinya gerakan reformasi itu, menyangkut masalah sekitar masyarakat yang menuntut adanya reformasi baik didalam kehidupan masyarakat, maupun pemerintahan Indonesia.undefined 

0

Roboguru

Perhatikan data berikut ini!   Sektor industri untuk pengembangan ekspor. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% per tahun selama Pelita II. Swasembada pangan selama Pelita IV. Norma Keluarga Kecil Ba...

Pembahasan Soal:

Pemerintah Orde Baru menerapkan berbagai upaya untuk mencapai keberhasilan dalam bidang ekonomi. Beberapa kebijakan untuk merealisasikan hal tersebut adalah menetapkan Repelita, kerjasama dengan lembaga keuangan internasional, melaksanakan ekspor, dan sebagainya. Kebijakan tersebut melahirkan keberhasilan Orde Baru dalam bidang ekonomi Indonesia yakni pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% per tahun selama Pelita II dan swasembada pangan selama Pelita IV.

Dengan demikian, pemerintah Orde Baru telah menunjukkan keberhasilan dalam bidang ekonomi dengan berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi dan pencapaian swasembada pangan sesuai yang ditunjukkan nomer 2 dan 3.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.

0

Roboguru

Salah satu ciri pokok kebijakan pemerintahan orde baru adalah melaksanakan politik sentralisasi. Dampak pelaksanaan sistem sentralisasi dalam pemerintahan Orde Baru adalah...

Pembahasan Soal:

Pada Orde Baru di Indonesia pemerintahan Soeharto juga masih menerapkan sentralisasi. Sentralisasi artinya semua urusan pemerintah masih terpusat di pemerintah pusat. Penerapan sentralisasi pada masa itu bertujuan untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi nasional. Namun, pada perjalanannya implementasi penerapan sentralisasi di era Orde Baru tidak sesuai dengan semangat masyarakat dan malah menjadi abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan, sehingga terjadi evaluasi besar-besaran terhadap sistem sentralisasi. Namu setelah terjadi Reformasi, sistem sentralisasi ini diubah menjadi desentralisasi dengan dikeluarkannya UU pelopor utama desentralisasi yaitu UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25/1999 tentang Penimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah C.

0

Roboguru

Indonesia mempunyai landasan ideal dalam melakukan hubungan luar negeri dengan negara lain. Landasan ideal pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah ...

Pembahasan Soal:

Landasan ideal politik luar negeri Indonesia dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dijadikan sebagai pedoman, pijakan dalam melaksanakan politik luar negeri Indonesia. Mohammad Hatta menyebutnya sebagai salah satu faktor yang membentuk politik luar negeri Indonesia. Kelima sila yang termuat dalam Pancasila berisi pedoman dasar bagi pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ideal dan mencakup seluruh sendi kehidupan manusia.

Dengan demikian landasan ideal pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah Pancasila. 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved