Roboguru

Kemukakan bagaimana corak kehidupan masyarakat pada kerajaan Islam di Sumatera Barat !

Pertanyaan

Kemukakan bagaimana corak kehidupan masyarakat pada kerajaan Islam di Sumatera Barat !

Pembahasan Soal:

Kedatangan Islam ke Sumatera Barat berasal dari dua daerah pesisir (Barat dan Timur Sumatra). Dari pantai sebelah Timur Minangkabau, ada Kerajaan Kuntu. Adapun dari pantai barat Minangkabau, melalui Pariaman, Islam disebarluaskan oleh murid-murid Syekh Burhanuddin Ulakan. Perkembangan Islam di Minangkabau bermula dari pesisir Pariaman, setelah masuknya dakwah agama ini ke Aceh pada abad ke-14. Islam mulai dikenal kalangan istana Pagaruyung sejak abad ke-17. Dalam Tambo dijelaskan, raja pertama yang memeluk agama ini bergelar Sultan Alif. Pada masa pemerintahan Ananggawarman (anak Aditiawarman, sang pendiri Kerajaan Pagaruyung), pengaruh Hindu-Buddha mulai pudar. Hal ini seiring dengan melemahnya Majapahit di Pulau Jawa. Dominasi Majapahit digantikan pengaruh Kesultanan Demak.

Setelah Islam masuk, budaya Hindu-Buddha mulai ditinggalkan seiring mayoritas masyarakat Minangkabau menjadi Muslim. Seiring perkembangannya, muncul lembaga baru yang disebut Raja Ibadat sebagai perimbangan daripada Raja Adat yang mengurus persoalan tradisi dan Raja Alam sebagai eksekutif pemerintahan. Ketiga lembaga itu dihimpun dalam Rajo Nan Tigo Selo. Di bawahnya terdapat lembaga Tuan Kadi dan Malin. Dasar pengaturan masyarakat Minangkabau pun berubah. Sebelum kedatangan Islam, filsafat adat Minangkabau mengambil acuan dari ketentuan alam. Para cerdik cendekia mengamati alam, menemukan hukum-hukum alam, untuk kemudian dipetik hikmahnya. Setelah Islam diterima, adat Minangkabau disempurnakan dengan ketentuan agama, yakni sesuai Alquran dan Sunah. Dengan begitu, ada dua kutub yang menjadi rujukan masyarakat setempat, yakni adat dan agama. Keduanya saling berdampingan tanpa harus saling meniadakan. Seorang pemuka adat mesti seorang Muslim yang taat menjalankan syariat Islam. Di saat yang sama, seorang ulama harus memahami adat Minangkabau secara komprehensif.

Dengan demikian, kondisi kehidupan masyarakat pada kerajaan Islam di Sumatera Barat mulai meniggalkan kepercayaan-kepercayaan lamanya yang bertentangan dengan Islam. Seperti filsafat adat yang pada awalnya diambil dari ketentuan alam disempurnakan dengan Alquran dan Sunah. Kemudian, mulai dibentuknya lembaga baru yang mengurus persoalan tradisi dan raja sebagai eksekutif pemerintahan dan pemuka adat harus seorang muslim yang taat dalam menjalankan syariat Islam.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Agung

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 01 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Keberhasilan apa saja yang diraih oleh kerajaan islam di Sumatera Barat?

Pembahasan Soal:

Agama Islam pertama kali memasuki Sumatra Barat pada abad ke-7, dimana pada tahun 674 telah didapati masyarakat Arab di pesisir timur pulau Sumatra. Selain berdagang, secara perlahan mereka membawa masuk agama Islam ke dataran tinggi Minangkabau atau Sumatra Barat sekarang melalui aliran sungai yang bermuara di timur pulau Sumatra, seperti Batang Hari. Perkembangan agama Islam di Sumatra Barat menjadi sangat pesat setelah kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar, yang berhasil meluaskan wilayahnya hampir ke seluruh pantai barat Sumatra. Sehingga pada abad ke-13, Islam mulai memasuki Tiku, Pariaman, Air Bangis, dan daerah pesisir Sumatra Barat lainnya. Islam kemudian juga masuk ke daerah pedalaman atau dataran tinggi Minangkabau yang disebut "darek". Di kawasan darek pada saat itu berdiri kerajaan Pagaruyung, dimana kerajaan tersebut mulai mendapat pengaruh Islam sekitar abad ke-14. Sebelum Islam diterima secara luas, masyarakat yang ada di sekitar pusat kerajaan dari beberapa bukti arkeologis menunjukan pernah memeluk agama Buddha dan Hindu terutama sebelum memasuki abad ke-7.space

Dengan demikian, Keberhasilan yang diraih oleh kerajaan islam di Sumatera Barat adalah berhasil meluaskan wilayahnya hampir ke seluruh pantai barat Sumatra, dan pada abad ke-13 Islam memasuki banyak daerah-daerah di Sumatera Barat sampai kewilayah pedalaman  atau dataran tinggi Minangkabau yang disebut "darek".space

0

Roboguru

Mengenai masuk dan berkembangnya Islam di daerah Sumatra Barat masih sukar dipastikan. Namun dalam catatan Tome Pires diceritakan, keberadaan beberapa daerah tempat ditemukannya berbagai komoditas per...

Pembahasan Soal:

Islam yang datang dan berkembang di Sumatra Barat diperkirakan pada akhir abad ke-14 atau abad 15, sudah memperoleh pengaruhnya di kerajaan besar Minangkabau. Tome Pires (1512-1515) juga mencatat keberadaan tempat-tempat seperti Pariaman, Tiku, bahkan Barus. Dari ketiga tempat ini diperoleh barang-barang perdagangan, seperti emas, sutra, damar, lilin, madu kamper, kapur barus, dan lainnya. Setiap tahun ketiga tempat tersebut juga didatangi dua atau tiga kapal dari Gujarat yang membawa barang dagangannya antara lain pakaian. Hal ini menjelaskan bahwa penyebaran Islam di Sumatra Barat salah satunya berasal dari para pedagang Arab ataupun Gujarat.

0

Roboguru

Islam di Sumatra Barat juga masuk melalui saluran “Tasawuf”. Salah satu tokohnya yang kemudian menyebarkan Islam di Sumatra Barat dan juga mendirikan surau di daerah Ulakan adalah….

Pembahasan Soal:

Pada abad ke-17 M, terdapat seorang ulama terkenal bernama Syekh Burhanuddin yang tinggal di daerah Ulakan. Beliau merupakan murid dari Abdurrauf al-Sinkili. Abdurrauf al-Sinkili merupakan salah satu tokoh tasawuf di Nusantara. Syekh Burhanuddin kemudian mendirikan surau di daerah Ulakan. Daerah Ulakan kemudian menjadi pusat keilmuan Islam di tanah Minangkabau. Dalam kehidupan masyarakat, Syekh Burhanuddin dikenal sebagai Tuanku Ulakan. Beliau mengajarkan Tarekat Syattariyahh. Ajaran ini merupakan ilmu tasawuf yang memiliki kecenderungan kepada syariah, dan dapat dikatakan sebagai ajaran neo-sufisme.

0

Roboguru

Penyebab runtuhnya kekuasaan Samudera Pasai ?

Pembahasan Soal:

Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar tahun 1267 Masehi. Kerajaan Samudera Pasai terletak di pesisir pantai Sumatera bagian utara. Akar keruntuhan Samudera Pasai telah terlihat pada masa pemerinthan Sultan Malik Az-Zahir sekitar pertengahan abad ke-14 Masehi. Keruntuhan Samudera Pasai disebabkan oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal yang saling berkesinambungan satu dan yang lainnya. Faktor penyebab runtuhnya kerajaan samudera pasai adalah sebagai berikut.

  1. Kerajaan Majapahit berambisi menyatukan Nusantara, yaitu pada tahun 1339 M Patih Majapahit Gajah Mada menyerang Samudera Pasai.
  2. Berdirinya Bandar Malaka yang letaknya lebih strategis.
  3. Setelah Sultan Malik ath-Thahir meninggal tidak ada penggantinya yang cakap dan terkenal sehingga peran penyebaran agama Islam diambil alih oleh Kerajaan Aceh.
  4. Terjadi Perebutan kekuasaan yakni pemberontakan yang dilakukan oleh sekelompok orang pada masa Sultan Zainal Abidin Bahian Syah Malik al-Tahir.
  5. Serangan bangsa portugis yang memanfaatkan konflik intern yang terjadi saat itu.

Dengan demikian, keruntuhan kerajaan Samudera Pasai disebabkan oleh 2 faktor yakni Faktor internal dan eksternal. Faktor internal keruntuhan Samudera Pasai, yaitu: konflik di lingkungan istana dan munculnya pemberontakan. Faktor eksternal keruntuhan Samudera Pasai, yakni : serangan kerajaan Majapahit, munculnya Kesultanan Malaka dan serangan Portugis terhadap kawasan Malaka.

0

Roboguru

Tahun berdiri kerajaan Samudera Pasai?

Pembahasan Soal:

Sejak awal kedatangan Islam, Pulau Sumatra termasuk daerah pertama dan terpenting dalam pengembangan agama Islam di Indonesia. Dikatakan demikian mengingat letak Sumatra yang strategis dan berhadapan langsung dengan jalur perdangan dunia, yakni Selat Malaka. Berdasarkan catatan Tomé Pires dalam Suma Oriental (1512-1515) dikatakan bahwa di Sumatra, terutama di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat Sumatra terdapat banyak kerajaan Islam, baik yang besar maupun yang kecil. Salah satu kerajaan tersebut adalah Samudra Pasai. Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh, dan merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 M. Bukti-bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara. Samudra Pasai diperkirakan tumbuh berkembang antara tahun 1270 dan 1275, atau pertengahan abad ke13. Kerajaan ini terletak lebih kurang 15 km di sebelah timur Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, dengan sultan pertamanya bernama Sultan Malik as-Shaleh (wafat tahun 696 H atau 1297 M). Dalam kitab Sejarah Melayu dan Hikayat Raja-Raja Pasai diceritakan bahwa Sultan Malik as-Shaleh sebelumnya hanya seorang kepala Gampong Samudra bernama Marah Silu. Setelah menganut agama Islam kemudian berganti nama dengan Malik as-Shaleh. Berikut ini merupakan urutan para raja-raja yang memerintah di Kesultanan Samudra Pasai yaitu.

  1. Sultan Malik as-Shaleh (696 H/1297 M)
  2. Sultan Muhammad Malik Zahir (1297-1326)
  3. Sultan Mahmud Malik Zahir (± 1346-1383)
  4. Sultan Zainal Abidin Malik Zahir (1383-1405)
  5. Sultanah Nahrisyah (1405-1412)
  6. Abu Zain Malik Zahir (1412)
  7. Mahmud Malik Zahir (1513-1524)

Menurut Tome Pires, Kesultanan Samudera Pasai mencapai puncaknya pada awal abad ke-16. Kesultanan itu mengalami kemajuan diberbagai bidang kehidupan seperti politik, ekonomi, pemerintahan, keagamaan, dan terutama ekonomi perdagangan. Diceritakan pula bahwa Kesultanan Samudera Pasai selalu mengadakan hubungan persahabatan dengan Malaka, bahkan hubungan persahabatan itu diperkuat dengan perkawinan. Para pedagang yang pernah mengunjungi Pasai berasal dari berbagai negara seperti, Rumi, Turki, Arab, Persia (Iran), Gujarat, Keling, Bengal, Melayu, Jawa, Siam, Kedah, dan Pegu. Sementara barang komoditas yang diperdagangkan adalah lada, sutera, dan kapur barus.


Berdasarkan penjelasan di atas maka Kerajaan Samudra Pasai berdiri pada tahun 1267. 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved