Iklan

Pertanyaan

Karya Sukarno merupakan paduan arsitektur modern dengan kaidah arsitektur khas tradisional Indonesia, terutama yang berada di wilayah ...

Karya Sukarno merupakan paduan arsitektur modern dengan kaidah arsitektur khas tradisional Indonesia, terutama yang berada di wilayah ...

  1. Jawa dan Sumatra

  2. Jawa dan Bali

  3. Kalimantan dan Sulawesi

  4. Maluku dan Sulawesi Selatan

  5. Sumatra dan NTB

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

18

:

57

:

36

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Jawaban yang tepat untuk jawaban di atas adalah B. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Ide-ide arsitektur Sukarno pada periode 1945-1959 bertumpu kepada gaya khas tradisional Indonesia. Sukarno menggali elemen-elemen tradisional yang lekat pada lingkungan sosio-kulturnya untuk mencari jati diri sekaligus menebalkan semangat nasionalisme. Gaya artistik Sukarno memiliki ciri khas tradisionalis, individualis, dan modernis. Hasil dari perenungan Sukarno terhadap gaya arsitektur tradisional Indonesia kemudian memunculkan beberapa gaya arsitektur sebagai berikut. Gaya atap berbentuk limasan yang merupakan bentuk atap tradisional Jawa. Bentuk atap limasan menyerupai gaya atap hippedroof khas Eropa yang sering dirujuk Sukarno pada periode pertama kiprah arsitekturnya (1926-1945). Sukarno menggunakan penutup atap dari kayu sirep untuk menonjolkan gaya khas Indonesia. Penggunaan ornamen organik padma menggantikan ornamen kebudayaan Inka-Maya yang banyak digunakan Sukarno pada periode pertama artistiknya. Kemunculan elemen padma dalam kekaryaan Sukarno diilhami oleh monumen-monumen masa lampau seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan candi-candi Hindu-Buddha lain yang tersebar di Jawa dan Bali yang banyak memunculkan bentuk padma dalam arsitekturnya.

Jawaban yang tepat untuk jawaban di atas adalah B.

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.

Ide-ide arsitektur Sukarno pada periode 1945-1959 bertumpu kepada gaya khas tradisional Indonesia. Sukarno menggali elemen-elemen tradisional yang lekat pada lingkungan sosio-kulturnya untuk mencari jati diri sekaligus menebalkan semangat nasionalisme. Gaya artistik Sukarno memiliki ciri khas tradisionalis, individualis, dan modernis. Hasil dari perenungan Sukarno terhadap gaya arsitektur tradisional Indonesia kemudian memunculkan beberapa gaya arsitektur sebagai berikut.

  • Gaya atap berbentuk limasan yang merupakan bentuk atap tradisional Jawa. Bentuk atap limasan menyerupai gaya atap hippedroof khas Eropa yang sering dirujuk Sukarno pada periode pertama kiprah arsitekturnya (1926-1945). Sukarno menggunakan penutup atap dari kayu sirep untuk menonjolkan gaya khas Indonesia.
  • Penggunaan ornamen organik padma menggantikan ornamen kebudayaan Inka-Maya yang banyak digunakan Sukarno pada periode pertama artistiknya. Kemunculan elemen padma dalam kekaryaan Sukarno diilhami oleh monumen-monumen masa lampau seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan candi-candi Hindu-Buddha lain yang tersebar di Jawa dan Bali yang banyak memunculkan bentuk padma dalam arsitekturnya.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Pada periode 1945-1959, gaya atap limasan dan ornamen padma mengungkapkan pikiran artistik Sukarno, yaitu spririt ...

6

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia