Iklan

Iklan

Pertanyaan

Karat pada logam besi dapat dihilangkan dengan membersihkannya menggunakan larutan asam oksalat encer. Reaksi karat besi dengan asam oksalat berlangsung menurut reaksi berikut. Fe 2 ​ O 3 ​ ( s ) + 6 H 2 ​ C 2 ​ O 4 ​ ( a q ) → 2 Fe ( C 2 ​ O 4 ​ ) 3 3 − ​ ( a q ) + 3 H 2 ​ O ( l ) + 6 H + ( a q ) Apakah reaksi tersebut merupakan reaksi oksidasi-reduksi? Jelaskan alasannya!

Karat pada logam besi dapat dihilangkan dengan membersihkannya menggunakan larutan asam oksalat encer. Reaksi karat besi dengan asam oksalat berlangsung menurut reaksi berikut.
 

 
 

Apakah reaksi tersebut merupakan reaksi oksidasi-reduksi? Jelaskan alasannya! 

Iklan

S. Lubis

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

reaksi tersebut bukan merupakan reaksi reduksi-oksidasikarena di dalam reaksi tersebut tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi.

reaksi tersebut bukan merupakan reaksi reduksi-oksidasi karena di dalam reaksi tersebut tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi. 

Iklan

Pembahasan

Pembahasan
lock

Bilangan oksidasi adalah bilangan yang menyatakan jumlah muatan positif dan negatif pada suatu atom. Suatu reaksi dikatakan reaksi redoks jika di dalam reaksi tersebut terjadi reaksi reduksi dan oksidasi. Reduksi adalah reaksi ketika terjadi penurunan bilangan oksidasi, sedangkan oksidasi adalah reaksi ketika terjadi kenaikan bilangan oksidasi. Berikut adalah beberapa aturan untu menentukan bilangan oksidasi: Bilangan oksidasi unsur bebas = 0 Bilangan oksidasi ion monoatomik sama dengan muatannya. Bilangan oksidasi unsur H umumnya +1, kecuali dalam senyawa hidrida logam biloksnya -1. Bilangan oksidasi unsut O umumnya -2, kecuali dalam senyawa peroksida biloksnya -1. Total biloks dalam suatu senyawa adalah nol. Total biloks dalam suatu ion poliatomik sama dengan muatannya. Skema reaksi redoks dari reaksi di soaladalah sebagai berikut (reaksi sudah setara): Kita akan menentukan biloks dari masing-masing unsur dalam reaksi di atas. Unsur O memiliki bilangan oksidasi -2. Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa adalah 0, maka untuk bilangan oksidasi Fe adalah sebagai berikut. Jadi bilangan oksidasi Fe pada adalah +3. Unsur O memiliki bilangan oksidasi -2, dan H memiliki bilangan oksidasi +1. Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa adalah 0, maka untuk bilangan oksidasi Cadalah sebagai berikut. Jadi bilangan oksdasi C pada adalah +3 Untuk menentukan biloks dari masing-masing unsur, kita perlu mengionkan ion poliatomik tersebut. Dari reaksi ionisasi tersebut, biloks Fe adalah +3, sedangkan untuk biloks O adalah -2. Untuk biloks C adalah sebagai berikut. Jadi, biloks C adalah +3. Untuk unsur H memiliki biloks +1 dan unsur O memiliki biloks -2. Bilangan oksidasi ion monoatomik sama dengan muatannya, sehingga biloks H dalam adalah +1 Jika kita perhatikan dari reaktan dan produknya, tidak ada unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. C tetap memiliki biloks +3, O memiliki biloks -2, H memiliki biloks +1 dan Fe memiliki biloks +3. Reaksi di mana tidak ada perubahan bilangan oksidasi tidak termasuk reaksi redoks. Jadi, reaksi tersebut bukan merupakan reaksi reduksi-oksidasikarena di dalam reaksi tersebut tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi.

Bilangan oksidasi adalah bilangan yang menyatakan jumlah muatan positif dan negatif pada suatu atom. Suatu reaksi dikatakan reaksi redoks jika di dalam reaksi tersebut terjadi reaksi reduksi dan oksidasi. Reduksi adalah reaksi ketika terjadi penurunan bilangan oksidasi, sedangkan oksidasi adalah reaksi ketika terjadi kenaikan bilangan oksidasi.

Berikut adalah beberapa aturan untu menentukan bilangan oksidasi:

  1. Bilangan oksidasi unsur bebas = 0
  2. Bilangan oksidasi ion monoatomik sama dengan muatannya.
  3. Bilangan oksidasi unsur H umumnya +1, kecuali dalam senyawa hidrida logam biloksnya -1.
  4. Bilangan oksidasi unsut O umumnya -2, kecuali dalam senyawa peroksida biloksnya -1.
  5. Total biloks dalam suatu senyawa adalah nol.
  6. Total biloks dalam suatu ion poliatomik sama dengan muatannya.

     

Skema reaksi redoks dari reaksi di soal adalah sebagai berikut (reaksi sudah setara):

Error converting from MathML to accessible text. 

Kita akan menentukan biloks dari masing-masing unsur dalam reaksi di atas.

Fe subscript 2 O subscript 3

Unsur O memiliki bilangan oksidasi -2. Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa adalah 0, maka untuk bilangan oksidasi Fe adalah sebagai berikut.

begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell Muatan space Fe subscript 2 O subscript 3 end cell equals cell left parenthesis 2 cross times b point o space Fe right parenthesis plus left parenthesis 3 cross times b point o point space O right parenthesis end cell row 0 equals cell left curly bracket 2 cross times left parenthesis italic y right parenthesis right curly bracket plus left curly bracket 3 cross times left parenthesis minus sign 2 right parenthesis right curly bracket end cell row 0 equals cell 2 italic y minus sign 6 end cell row cell 2 italic y end cell equals 6 row italic y equals cell plus 3 end cell end table end style

Jadi bilangan oksidasi Fe pada begin mathsize 14px style Fe subscript 2 O subscript 3 end style adalah +3.

H subscript 2 C subscript 2 O subscript 4

Unsur O memiliki bilangan oksidasi -2, dan H memiliki bilangan oksidasi +1. Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa adalah 0, maka untuk bilangan oksidasi C adalah sebagai berikut.

begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell Muatan space H subscript 2 C subscript 2 O subscript 4 end cell equals cell left parenthesis 2 cross times b point o point space H right parenthesis plus left parenthesis 2 cross times b point o point space C right parenthesis plus left parenthesis 4 cross times b point o point space O right parenthesis end cell row 0 equals cell left curly bracket 2 cross times left parenthesis plus 1 right parenthesis right curly bracket plus left curly bracket 2 cross times left parenthesis italic y right parenthesis right curly bracket plus left curly bracket 4 cross times left parenthesis minus sign 2 right parenthesis right curly bracket end cell row 0 equals cell 2 plus 2 italic y minus sign 8 end cell row 0 equals cell 2 italic y minus sign 6 end cell row cell 2 italic y end cell italic equals 6 row italic y equals cell plus 3 end cell end table end style

Jadi bilangan oksdasi C pada begin mathsize 14px style H subscript 2 C subscript 2 O subscript 4 end style adalah +3

Fe open parentheses C subscript 2 O subscript 4 close parentheses subscript 3 superscript 3 minus sign end superscript

Untuk menentukan biloks dari masing-masing unsur, kita perlu mengionkan ion poliatomik tersebut.

Fe open parentheses C subscript 2 O subscript 4 close parentheses subscript 3 superscript 3 minus sign end superscript yields Fe to the power of 3 plus sign and 3 C subscript 2 O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent

Dari reaksi ionisasi tersebut, biloks Fe adalah +3, sedangkan untuk biloks O adalah -2. Untuk biloks C adalah sebagai berikut.

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell Muatan space C subscript 2 O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent end cell equals cell left parenthesis 2 cross times b point o point space C right parenthesis plus left parenthesis 4 cross times b point o point space O right parenthesis end cell row cell negative sign 2 end cell equals cell left curly bracket 2 cross times left parenthesis italic y right parenthesis right curly bracket plus left curly bracket 4 cross times left parenthesis minus sign 2 right parenthesis right curly bracket end cell row cell negative sign 2 end cell equals cell 2 italic y minus sign 8 end cell row italic y equals cell plus 3 end cell end table

Jadi, biloks C adalah +3.

H subscript 2 O

Untuk unsur H memiliki biloks +1 dan unsur O memiliki biloks -2.

H to the power of plus sign

Bilangan oksidasi ion monoatomik sama dengan muatannya, sehingga biloks H dalam H to the power of plus sign adalah +1

Jika kita perhatikan dari reaktan dan produknya, tidak ada unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. C tetap memiliki biloks +3, O memiliki biloks -2, H memiliki biloks +1 dan Fe memiliki biloks +3. Reaksi di mana tidak ada perubahan bilangan oksidasi tidak termasuk reaksi redoks.

Jadi, reaksi tersebut bukan merupakan reaksi reduksi-oksidasi karena di dalam reaksi tersebut tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi. 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

7

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Soal terdiri atas 3 bagian, yaitu PERNYATAAN; kata SEBAB; dan ALASAN yang disusun berurutan. Untuk melindungi besi dari korosi, besi dihubungkan dengan logam tembaga. SEBAB Tembaga akan menj...

4

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia