Pada persamaan reaksi kimia berlaku Hukum Kekekalan Massa atau Hukum Lavoisier menyatakan bahwa massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Massa suatu zat berbanding lurus dengan jumlah atomnya, sehingga dapat diartikan jumlah atom sebelum bereaksi sama dengan jumlah atom hasil reaksi. Cara untuk menyetarakan reaksi kimia dapat menggunakan persamaan matematika atau dapat disebut dengan pemisalan.
Koefisien reaksi dapat dimisalkan menggunakan huruf, misalnya seperti berikut:
aC4H10(g)+bO2(g)→cCO2(g)+dH2O(l)

Kemudian dari tabel tersebut dapat dihitung menggunakan operasi matematika, misal a=1, maka:
c=4a c=4(1) c=42d=10a2d=10(1)2d=10 d=52b=2c+d2b=2(4)+52b=13 b=213
Berdasarkan perhitungan tersebut didapatkan nilai a, b, c, d berturut-turut ialah 1, 213, 4, dan 5. Namun koefisien reaksi harus berupa bilangan bulat, maka nilai a, b, c, d dikali 2 menjadi 2, 13, 8, dan 10.
Persamaan reaksi yang setara adalah
2C4H10(g)+13O2(g)→8CO2(g)+10H2O(l) .
Jadi, nilai a, b, c, d yang benar berturut-turut adalah 2, 13, 8, dan 10.