Arya merupakan sebutan untuk orang Indo-Iran, sekaligus nama yang dijadikan sebagai entitas di mana mereka menetap di satu daerah tertentu. Sedangkan Aryavarta berarti tempat kebudayaan bangsa Indo-Iran tersebut tinggal. Dalam konteks Peradaban di India, masuknya bangsa Arya diperkiran berada pada tahun 1500 Sebelum Masehi, melalui Celah Khyber. Dengan masuknya bangsa Arya ke India, membuat adanya percampuran kebudayaan dengan Dravida, yakni bangsa yang sejatinya telah menetap di India dan membangun peradaban Mohenjodaro-Harappa. Percampuran antara Arya dengan Dravida, menghasilkan sistem kepercayaan yang kemudian disebut Hindu.
Dalam perkembangannya kemudian, kepercayaan Hindu menerapkan sistem Tri Murti. Sistem ini meyakini tiga kekuatan dewa, yakni Brahma, Siwa dan Wisnu. Tiga kekuatan tersebut sejatinya adalah satu kesatuan namun termanifestasikan dalam tiga wujud, yaitu Brahma sebagai Dewa Pencipta, Siwa sebagai Dewa Perusak dan Wisnu sebagai Dewa Pelindung. Selain itu, secara kitab, Hindu yang merupakan sistem perpaduan antara Arya dan Dravida terbagi dalam empat:
- Reg-Weda (kitab berisi pujian terhadap dewa,
- Sama-Weda (kitab berisi nyanyian yang syairnya berasal dari Reg-Weda),
- Yajur-Weda (kitab berisi penjelasan syair Reg-Weda), dan
- Atharwa-Weda (kitab yang berisi doa-doa).
Sistem kepercayaan yang demikian, pada akhirnya akan menentukan status dalam kehidupan sosial yang menempatkan Kaum Brahmana (agamawan Hindu) sebagai status tertinggi, di bawahnya secara berurut:
- Kaum Ksatria (politikus-bangsawan),
- waisya (para pedagang), dan
- Sudra (para pekerja kasar).
Dengan begitu, sistem kepercayaan yang dikembangkan bangsa Arya adalah Hinduisme.