Roboguru

Jelaskan perbedaan pemerintahan Hindia Belanda dengan pemerintahan pendudukan Jepang di Indonesia!

Pertanyaan

Jelaskan perbedaan pemerintahan Hindia Belanda dengan pemerintahan pendudukan Jepang di Indonesia! space space

Pembahasan Soal:

Belanda dan Jepang merupakan negara-negara yang pernah menjajah bangsa Indonesia. Terdapat dua perbedaan pendudukan atau penjajahan pada masa Belanda dan Jepang di Indonesia. Dua perbedaan tersebut meliputi periode atau waktu penjajahan serta kebijakan-kebijakan pada masa penjajahan. Belanda mulai melakukan pendudukan (dengan dibuktikan dengan monopoli perdagangan serta intervensi kehidupan internal kerajaan-kerajaan lokal) sejak dibentuknya VOC pada tahun 1602, sedangkan Jepang mulai melakukan pendudukan sejak disepakatinya Perjanjian Kalijati pada tahun 1942. Dalam segi kebijakan, terdapat sejumlah perbedaan pada masa pemerintahan Belanda dan Jepang. Hal tersebut meliputi:

  • Kebijakan politik ekonomi yang pernah diterapkan Belanda yakni monopoli perdagangan, sistem tanam paksa, dan ekonomi liberal. Sedangkan kebijakan politik ekonomi yang pernah diterapkan oleh Jepang adalah sistem ekonomi perang.
  • Sistem kerja paksa pada masa pendudukan Belanda disebut dengan rodi. Sedangkan sistem kerja paksa pada masa Jepang disebut romusha.
  • Sistem pendidikan pada masa Belanda lebih terbuka bagi kalangan pribumi. Sedangkan pada masa pendudukan Jepang, pendidikan tidak menjadi fokus utama pemerintah.
  • Pelatihan militer masyarakat pribumi tidak begitu menjadi fokus pemerintah Belanda. Sedangkan pada masa pendudukan banyak dibentuk organisas-organisasi semi dan militer.
  • Perkebunan merupakan salah satu sumber pendapatan utama pemerintah kolonial. Sedangkan pada masa pendudukan Jepang banyak lahan perkebunan dihanguskan untuk diganti sebagai lahan pertanian.

Dengan demikian, perbedaan penjajahan masa Belanda dan Jepang dapat dilihat dari periode atau waktu penjajahan serta kebijakan-kebijakan pada masa penjajahan.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

Terakhir diupdate 23 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Saat menjadi gubernur jenderal di Hindia Belanda, cultuurstelsel yang bertujuan ....

Pembahasan Soal:

Cultuurstelsel atau sistem tanam paksa merupakan kebijakan yang dicetuskan oleh Johannes van den Bosch. Tujuan penerapan kebijakan tanam paksa ini adalah untuk mendapatkan komoditas-komoditas tanaman yang laku di pasar internasional. Tanaman-tanaman komoditas ini kemudian dijual sehingga Belanda dapat mencegah terjadinya kebangkrutan di negaranya.

0

Roboguru

Perhatikan ilustrasi gambar berikut : Apakah tujuan beliau menerapkan sistem tanam paksa?

Pembahasan Soal:

Cultuurstelsel atau Sistem Tanam Paksa adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda yang dikeluarkan di era Gubernur Jenderal Johannes van Den Bosch (1830-1833). Sistem tanam paksa sendiri yakni setiap petani desa wajib menyisihkan 20 persen tanahnya untuk ditanami komoditas ekspor yang ditentukan pemerintah kolonial. Jenis tanaman yang menjadi fokus sistem tanam paksa yaitu tanaman seperti kopi teh, tebu, dan nila. Tujuan pemerintah Kolonial Belanda melaksanakan sistem tanam paksa adalah untuk memperbaiki kas negara yang banyak terkuras membiayai Perang Jawa serta melunasi utang negara.

Dengan demikian, tujuan beliau menerapkan sistem tanam paksa adalah melaksanakan sistem tanam paksa adalah untuk memperbaiki kas negara yang banyak terkuras membiayai Perang Jawa serta melunasi utang negara.

0

Roboguru

Faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi Belanda menerapkan sistem tanam paksa di Indonesia?

Pembahasan Soal:

Sistem tanam paksa atau Cultuurstelsel adalah sebuah kebijakan yang dicetuskan oleh Johannes van den Bosch. Beberapa faktor melatarbelakangi pemerintah Belanda dalam menerapkan sistem tanam paksa ini, seperti kas Belanda yang kosong dikarenakan terlibat berbagai peperangan dengan rakyat Indonesia (Perang Diponegoro (1825-1830) dan Perang Aceh (1873-1904)) dan Perang Kemerdekaan Belgia yang ingin melepaskan diri dari Belanda. Selain itu, beban utang Belanda pun menumpuk karena harus membayar utang-utang VOC. Atas faktor-faktor tersebut, pemerintah Belanda berusaha untuk mengisi kembali kas mereka dengan menjalankan sistem tanam paksa. Kebijakan ini berlangsung sejak tahun 1830 sampai 1870. Sistem tanam paksa adalah ketika rakyat Indonesia diwajibkan atau dipaksa untuk menanam tanaman yang dikehendaki oleh pemerintah Belanda. Tanaman yang wajib ditanam tersebut merupakan komoditas yang laku di perdagangan Eropa seperti rempah-rempah, kopi, indigo atau nila, tebu, teh, kopi, tembakau, kayu manis, dan kapas.

Jadi, faktor-faktor yang melatarbelakangi Belanda menerapkan sistem tanam paksa di Indonesia adalah kas Belanda yang kosong karena terlibat berbagai peperangan serta harus menutupi utang-utang VOC yang menumpuk. space

0

Roboguru

Pada tahun 1828 pemerintah Belanda menerapkan sistem tanam paksa yang mewajibkan penduduk pribumi menanami sebagian dari tanahnya dengan tanaman yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan hasilnya dise...

Pembahasan Soal:

Sistem tanam paksa adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Johannes van den Bosch pada tahun 1830. Peraturan ini mewajibkan seluruh penduduk yang menanam kopi, tebu, teh, tarum dan tanaman komoditas ekspor lainnya untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial. Akibat sistem tanam paksa ini, rakyat Indonesia sangat menderita, bahkan di beberapa kota terjadi kematian yang disebabkan kelaparan. Sehingga hal ini melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan merampas hak-hak rakyat.

Jadi, penindasan pada masa tanam paksa yang sangat meresahkan rakyat merupakan bentuk pelanggaran nilai kemanusiaan.

0

Roboguru

Bagaimana menurut pendapat kamu tentang sistem sewa tanah ? Jelaskan.

Pembahasan Soal:

Sistem sewa tanah atau land rent system merupakan program yang dicetuskan oleh Thomas Stamford Raffles.

Kebijakan dan program yang dicanangkan Raffles ini terkait erat dengan pandangannya mengenai status tanah sebagai faktor produksi. Menurut Raffles, pemerintah adalah satu-satunya pemilik tanah yang sah.

Ketentuan sistem sewa tanah pada masa pemerintahan Letnan Gubernur Raffles adalah sebagai berikut.

  1. Petani harus menyewa tanah meskipun ia adalah pemilik tanah tersebut
  2. Harga sewa tanah bergantung pada kondisi tanah
  3. Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai
  4. Penduduk yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala

Dari pengertian mengenai sistem sewa tanah tersebut kita dapat simpulkan bahwa sistem ini menimbulkan kebencian rakyat pemilik tanah, timbulnya kerugian yang cukup besar bagi pribumi, menumpahnya kekecewaan para Sultan, Bupati, dan bangsawan akibat pengambilan pajak secara langsung pada distrik-distrik dan desa-desa serta kepala-kepala rakyat, Petani tidak boleh menjual, membeli maupun menggadaikan tanah.undefinedNamun disisi lain memperkenalkan kita pada sistem pajak dan ekonomi uang, menunjukkan pemerintahan yang sentralistis, menunjukkan gaya yang memadukan otoriter versus demokrasi, dihapuskannya kerja rodi dan upeti, dan kopi merupakan sumber pendapatan pemerintah yang terjamin. 

Dengan demikian, sistem sewa tanah adalah sistem yang diterapkan pada masa Gubernur Jenderal Raffles dan banyak berdampak pada kondisi ekonomi bangsa Indonesia pada masa itu.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved