Iklan

Pertanyaan

Jelaskan mengenai ditemukannya Homo soloensis !

Jelaskan mengenai ditemukannya Homo soloensisspace space

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

16

:

19

:

18

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Jawaban

Homo soloensis ditemukan di Ngandong, tepi Bengawan Solo, dan Sangiran serta Sambungmacan (Sragen) dari penggalian yang dilakukan oleh Willem Frederik Florus Oppenoorth, Carel ter Haar, dan G. H. R. von Koenigswald pada tahun 1931 hingga 1933.

 Homo soloensis  ditemukan di Ngandong, tepi Bengawan Solo, dan Sangiran serta Sambungmacan (Sragen) dari penggalian yang dilakukan oleh Willem Frederik Florus Oppenoorth, Carel ter Haar, dan G. H. R. von Koenigswald pada tahun 1931 hingga 1933.

Pembahasan

Homo soloensis merupakan salah satu jenis manusia purba yang ditemukan di Ngandong, tepi Bengawan Solo, dan Sangiran serta Sambungmacan (Sragen) dari penggalian yang dilakukan oleh Willem Frederik Florus Oppenoorth, Carel ter Haar, dan G. H. R. von Koenigswald pada tahun 1931 hingga 1933. Berdasarkan dari temuan dan penelitian Homo soloensis, diperkirakan manusia purba tersebut merupakan hasil evolusi dari jenis manusia purba jenis Pithecanthropus erectus.Homo soloensis mempunyai ciri-ciri volume otak cukup besar mulai dari 1.013-1.251 cc, tinggi badan berkisar antara 130-210 cm, wajah dan hidungnya lebar, serta dahi dan mulut masih menonjol, namun tidak seperti Pithecanthropus. Dengan demikian, Homo soloensis ditemukan di Ngandong, tepi Bengawan Solo, dan Sangiran serta Sambungmacan (Sragen) dari penggalian yang dilakukan oleh Willem Frederik Florus Oppenoorth, Carel ter Haar, dan G. H. R. von Koenigswald pada tahun 1931 hingga 1933.

Homo soloensis merupakan salah satu jenis manusia purba yang ditemukan di Ngandong, tepi Bengawan Solo, dan Sangiran serta Sambungmacan (Sragen) dari penggalian yang dilakukan oleh Willem Frederik Florus Oppenoorth, Carel ter Haar, dan G. H. R. von Koenigswald pada tahun 1931 hingga 1933. Berdasarkan dari temuan dan penelitian Homo soloensis, diperkirakan manusia purba tersebut merupakan hasil evolusi dari jenis manusia purba jenis Pithecanthropus erectus. Homo soloensis mempunyai ciri-ciri volume otak cukup besar mulai dari 1.013-1.251 cc, tinggi badan berkisar antara 130-210 cm, wajah dan hidungnya lebar, serta dahi dan mulut masih menonjol, namun tidak seperti Pithecanthropus.

Dengan demikian, Homo soloensis  ditemukan di Ngandong, tepi Bengawan Solo, dan Sangiran serta Sambungmacan (Sragen) dari penggalian yang dilakukan oleh Willem Frederik Florus Oppenoorth, Carel ter Haar, dan G. H. R. von Koenigswald pada tahun 1931 hingga 1933.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Pertanyaan serupa

Jelaskan mengenai Homo soloensis beserta ciri-cirinya!

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia